Entertainment

Kebocoran GTA 6: Rockstar angkat bicara soal klip yang beredar online

×

Kebocoran GTA 6: Rockstar angkat bicara soal klip yang beredar online

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: GTA 6 leaks: Rockstar issues statement over online clips

jurnalistik.co.id – Rockstar Games akhirnya menanggapi kebocoran video yang menampilkan cuplikan Grand Theft Auto 6 yang beredar online. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut kebocoran itu sebagai kabar yang menyakitkan bagi tim penggarap.

Menurut laporan, video yang diduga memperlihatkan gameplay maupun sinematik dari judul tersebut mulai muncul pekan lalu. Namun Rockstar tidak langsung memberi pengakuan atas materi yang beredar.

Dalam pernyataan yang disampaikan, Rockstar mengatakan kebocoran itu merupakan hal yang “heartbreaking” bagi tim yang tengah mengerjakan sekuel tersebut. Perusahaan juga menegaskan “not how we intended for you to see the game after all this time”, seraya mengakui keterlambatan pembaruan resmi yang sempat dinantikan publik.

Rockstar menyampaikan permintaan maaf atas jeda rilis informasi resmi untuk game yang sangat ditunggu. Di saat yang sama, perusahaan berjanji akan “exceed” ekspektasi penggemar lewat sebuah penayangan pratinjau khusus pada minggu ini.

Perubahan sikap setelah munculnya bukti

Ketika kebocoran pertama kali beredar, sebagian orang masih meragukan keasliannya. Seiring berjalannya waktu, bukti yang menguat dinilai makin konsisten dengan materi yang benar-benar berasal dari GTA 6.

Beberapa salinan video kemudian cepat diturunkan dari platform media sosial melalui mekanisme penegakan hak cipta atau copyright strikes. Langkah ini memberi sinyal bahwa pemegang hak berupaya membatasi penyebaran materi yang diduga tidak sah.

Pada Jumat, Take-Two Interactive—perusahaan induk Rockstar—memulai proses hukum terkait kebocoran tersebut di pengadilan di New York. Tindakan ini memperjelas bahwa isu yang sedang bergulir tidak hanya menjadi urusan penyebaran konten, tetapi juga masuk ranah sengketa legal.

Rockstar juga mengakui bahwa pemain selama ini menunggu respons perusahaan terhadap rekaman yang sudah terlanjur menyebar. Dalam pernyataannya, Rockstar menyebut “unfortunate the intended game experience may now be impacted by some spoilers”.

Perusahaan kemudian menyampaikan terima kasih kepada penggemar yang mengirimkan pesan dukungan selama sepekan terakhir. Rockstar menutup bagian ini dengan kalimat, “Your words have meant more to the team than you can imagine.”

Gugatan balik dari kelompok di balik kebocoran

Di luar pernyataan Rockstar, kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kebocoran menyatakan mereka bertindak demi kepentingan pemain. Mereka menuduh Rockstar terlibat praktik yang tidak ramah konsumen, termasuk keputusan untuk tidak merilis versi cakram (disc) pada peluncuran.

Namun, tidak semua pihak menerima penjelasan itu begitu saja. Setiap kali ada rilis materi baru, sejumlah penonton dilaporkan didorong untuk mengirimkan “donations” berbentuk kripto kepada pengguna yang mengunggah konten tersebut.

GTA 6 tetap jadi sorotan, jadwal rilis November

Secara latar cerita, GTA 6 digambarkan berlangsung di dunia bawah yang berlatar Leonida, sebuah negara bagian fiksi di Amerika Serikat yang terinspirasi dari Florida. Game ini direncanakan rilis pada November untuk konsol PlayStation 5 dan Xbox.

Bagi Rockstar, kebocoran yang terjadi kini berhadapan langsung dengan ekspektasi besar publik menjelang rilis. GTA 6 disebut masih diproyeksikan menjadi peluncuran gim terbesar pada dekade ini.

Reputasi itu juga berakar pada performa GTA 5 yang dirilis pada 2013. Game sebelumnya sempat memecahkan rekor dan sejak diluncurkan telah terjual lebih dari 200 juta kopi.

Untuk GTA 6 sendiri, dua trailer resmi telah mengumpulkan hampir 500 juta penayangan gabungan di YouTube. Pada Kamis, Netflix juga menayangkan “extended look” yang dipasarkan sebagai sebuah peristiwa oleh layanan streaming tersebut.

Persidangan pekerjaan di Skotlandia menanti bulan depan

Di luar isu kebocoran, Rockstar juga disebut akan menghadapi proses di pengadilan ketenagakerjaan di Skotlandia pada bulan depan. Perusahaan dijadwalkan membela diri terhadap tuduhan bahwa mereka secara ilegal memecat sekelompok mantan karyawan yang berupaya membentuk serikat pekerja.

Rockstar membantah tuduhan tersebut secara tegas. Perusahaan menyatakan pemecatan dilakukan dengan alasan pelanggaran berat atau gross misconduct.

Dengan demikian, pernyataan yang menyasar kebocoran video dari GTA 6 muncul bersamaan dengan rangkaian konsekuensi lain: penanganan hukum atas materi yang diduga tak berizin, serta persiapan menghadapi sengketa tenaga kerja. Di tengah semua itu, Rockstar tetap memposisikan pratinjau khusus minggu ini sebagai momen untuk memperbarui ekspektasi penggemar.