Hukum & Kriminal

Kapten Flydubai diserang copilot dengan kapak, jaksa UEA angkat bicara

×

Kapten Flydubai diserang copilot dengan kapak, jaksa UEA angkat bicara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Flydubai co-pilot attacked captain with axe, UAE official says

jurnalistik.co.id – Jaksa Agung Uni Emirat Arab menyampaikan bahwa kopilot pesawat Flydubai dalam penerbangan menuju Israel menyerang pilot menggunakan kapak yang digunakan untuk situasi darurat. Aksi itu disebut dilakukan dalam upaya mengambil alih kendali pesawat.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan, pesawat terbang dari Dubai ke Tel Aviv dengan membawa lebih dari 170 penumpang. Dalam waktu sekitar dua setengah jam perjalanan, pesawat turun lebih dari 17.000 kaki.

Kepala pilot Smit Machchhar mengatakan ia terluka dan berada di lantai kokpit saat menyadari pesawat sedang berada dalam kondisi berbahaya. Ia kemudian mengambil langkah untuk bertindak sesuai situasi yang ia lihat saat itu.

Machchhar menjelaskan bahwa ia memberi dorongan terakhir untuk membuka pintu dari bagian dalam kokpit. Uraiannya menyebut momen itu muncul ketika ia menyadari pesawat sedang terjun dan ia harus segera mengambil alih kendali situasi.

Sejumlah penumpang kemudian berhasil masuk ke kokpit dan menundukkan penyerang. Sementara itu, kru yang bertugas selama penerbangan serta anggota kru yang sedang dalam perjalanan menuju penerbangan tersebut, pada akhirnya membantu memastikan pesawat mendarat dengan aman.

Kapak darurat yang digunakan dalam insiden tersebut pada umumnya memang disimpan di kokpit untuk keperluan darurat. Pernyataan ini menjadi bagian dari penjelasan mengenai bagaimana alat itu dapat dijangkau pada saat kejadian.

Jaksa Agung UEA menyatakan investigasi masih berlangsung untuk menelusuri seluruh keadaan dan motif insiden tersebut. Pemeriksaan juga diarahkan untuk memahami rangkaian peristiwa sejak serangan terjadi hingga pesawat kembali dalam kendali kru.

Pihak berwenang Israel menyebut kopilot yang melancarkan serangan berasal dari Oman. PM Benjamin Netanyahu menyampaikan informasi itu dalam keterangannya kepada Fox News.

Netanyahu juga mengutip bahwa setelah penyerang berhasil ditundukkan, ia melontarkan seruan kepada kru: “Kill me, kill me!”. Netanyahu menilai dari ucapan tersebut bahwa penyerang tampak berniat mengakhiri hidupnya, dan sangat mungkin berencana menurunkan pesawat.

Dalam penuturannya, Netanyahu menambahkan bahwa penyerang “mengalami indoktrinasi radikal Islam”. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan informasi terkait motif dan latar yang sedang diselidiki.

Di sisi lain, UEA dilaporkan mulai memeriksa apakah insiden ini berkaitan dengan aktivitas atau tujuan terorisme. Keterangan tersebut merujuk pada laporan dari kantor berita negara setempat.

Perawatan dan kondisi pilot

Machchhar mengalami serangan dan dilaporkan juga mengalami tusukan selama kejadian berlangsung. Ia dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum kemudian diterbangkan ke Abu Dhabi.

Pihak kedutaan India di UEA menyebut Machchhar berada dalam kondisi stabil. Kedutaan juga menyatakan ia dalam “kesehatan yang baik” dan sedang pulih dengan baik.

Pilot yang terluka menyampaikan bahwa ia yakin pemulihannya akan berjalan sesuai harapan. Ia menyatakan percaya akan kembali bugar dan sehat seperti semula setelah masa pemulihan.

Sementara investigasi berjalan, otoritas terkait masih berupaya merangkai motif, penilaian risiko, serta detail situasional yang menyebabkan serangan terjadi di dalam kokpit. Laporan terbaru menekankan bahwa penelusuran menyeluruh dibutuhkan untuk memahami seluruh konteks insiden tersebut.

Sejumlah pihak juga menyoroti bahwa respons cepat dari orang-orang di dalam kokpit menjadi penentu setelah serangan terjadi. Setelah penyerang dilumpuhkan, proses penanganan di kokpit lalu berlanjut dengan keterlibatan kru untuk menjaga prosedur keselamatan hingga pesawat dapat kembali dalam kendali.

Dalam perkembangan penyelidikan, otoritas UEA menekankan perlunya memetakan rangkaian peristiwa secara utuh, mulai dari saat serangan terjadi hingga penerbangan kembali dapat dipastikan berjalan aman. Penyelidikan itu diarahkan untuk memahami bagaimana serangan berlangsung, bagaimana kejadian beralih menjadi situasi kritis, serta bagian mana dari prosedur darurat yang relevan.

Sementara itu, terkait kondisi pilot, keterangan yang beredar menyebut ia sempat mengalami luka akibat serangan dan kemudian memperoleh penanganan medis. Pernyataan kedutaan India di UEA juga menegaskan bahwa pemulihannya berlangsung stabil, serta ia dilaporkan masih dalam proses pemulihan yang berjalan baik sebelum diterbangkan ke Abu Dhabi.