Internasional

Inggris Sedang Berdiskusi untuk Bergabung dengan Bank Pertahanan Global yang Dipimpin Kanada

×

Inggris Sedang Berdiskusi untuk Bergabung dengan Bank Pertahanan Global yang Dipimpin Kanada

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UK in talks about joining global defence bank led by Canada

jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris sedang membahas kemungkinan bergabung dengan bank investasi pertahanan global yang dipimpin Kanada, untuk mendukung kebutuhan pendanaan pertahanan. Langkah ini muncul di tengah agenda pembahasan anggaran dan review belanja pertahanan yang lebih luas.

Kanselir John Healey kini mempertimbangkan pengajuan keanggotaan di Defence, Security and Resilience Bank (DSRB). Rencana tersebut datang setelah pendahulunya, Rachel Reeves, menolak gagasan serupa.

DSRB diposisikan sebagai instrumen pembiayaan yang memungkinkan pemerintah memperoleh pinjaman dengan biaya lebih murah. Para pendukung skema ini menilai DSRB dapat membantu memperbesar kemampuan belanja militer melalui akses pendanaan yang lebih efisien.

Pihak Treasury menegaskan bahwa belum ada keputusan yang diambil terkait rencana keanggotaan Inggris. Seorang juru bicara pemerintah juga menyatakan pemerintah akan bekerja bersama mitra internasional untuk memperluas kapasitas industri pertahanan.

Juru bicara pemerintah mengatakan Inggris “fully committed to working alongside our international partners to scale defence industrial capacity.” Pernyataan itu menempatkan kerja sama lintasnegara sebagai fondasi pembahasan.

Keterlibatan pejabat pemerintah juga tampak dalam agenda pertemuan tokoh-tokoh pemerintahan dan keamanan. Perdana Menteri Andy Burnham semula dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Inggris pada Rabu, namun rencana tersebut dibatalkan karena kematian ayahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte turut melakukan perjalanan ke Inggris untuk pertemuan pertamanya dengan perdana menteri. Dalam kunjungannya, ia dijadwalkan menyampaikan pidato di Oxfordshire.

Dalam pidatonya, Rutte diperkirakan akan menekankan bahwa Inggris “serious about security” dan memuji upaya negara tersebut dalam mendukung Ukraina. Rutte juga dijadwalkan menyampaikan bahwa NATO “will not be intimidated by Russia’s campaign of hostile actions.”

Masih dalam kerangka pidato itu, Rutte diproyeksikan mengulang argumen bahwa “Russia wants to stop us helping Ukraine – but their actions will only lead us to do more for Ukraine.” Pernyataan ini ditempatkan sebagai respons terhadap ketegangan keamanan yang sedang berlangsung di kawasan Eropa.

Serangkaian insiden di wilayah perbatasan timur NATO menjadi latar konteks percakapan keamanan. Dalam kabar terbaru, pasukan NATO menembak jatuh sebuah drone di atas Lithuania.

Peristiwa itu dibaca sebagai bagian dari situasi waspada di “eastern flank” aliansi, di mana ketegangan tetap tinggi akibat invasi penuh Rusia ke Ukraina. Selain itu, pada hari Selasa, Denmark juga menuduh sebuah kapal perang Rusia menembakkan dua suar darurat ke salah satu helikopternya.

Helikopter Denmark tersebut saat itu sedang melacak kapal yang dimaksud di Laut Baltik. Tuduhan itu memperpanjang gambaran bahwa operasi dan pengintaian di kawasan laut Eropa juga berada dalam perhatian keamanan yang ketat.

Mengapa DSRB menjadi perhatian? Bank multilateral ini dirancang untuk menyediakan pinjaman yang lebih murah guna mendanai proyek-proyek pertahanan. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah bisa menata ulang skema pembiayaan belanja dengan fokus pada efisiensi biaya.

DSRB juga disebut didukung oleh sejumlah negara, yaitu Albania, Bulgaria, Belgium, Greece, Latvia, Luxembourg, Romania, Turkey dan Ukraine. Dukungan multilateral dari berbagai negara menjadi salah satu alasan pembahasan keanggotaan menjadi semakin serius.

Untuk Inggris dan negara-negara G7 lainnya, keanggotaan disebut disertai kebutuhan investasi di muka. Biaya awal tersebut diperkirakan sekitar £870 juta, dengan sebaran selama tiga tahun.

Besar biaya dan jadwal investasi awal dipandang relevan dengan tantangan fiskal yang sedang dihadapi Inggris. Menurut laporan, pembiayaan komitmen pertahanan Inggris yang terus bertambah menjadi salah satu masalah terbesar Healey saat menyiapkan Budget pada Oktober.

Selain budget bulanan tahunan, Inggris juga sedang menyiapkan spending review tahun depan. Proses tersebut biasanya memandu arah prioritas belanja, termasuk alokasi untuk sektor keamanan.

Saat ini, pemerintah belum mengikat diri untuk menaikkan belanja pertahanan hingga 3% dari pendapatan nasional pada 2030. Pemerintah hanya mengulang target jangka panjang sebesar 3,5% yang ditetapkan untuk tahun 2035.

Dalam lintasan politiknya, Healey sebelumnya dikenal memiliki dorongan internal agar Inggris bergabung dengan DSRB. Ketika menjabat sebagai menteri pertahanan, ia disebut secara privat mendorong keikutsertaan tersebut sebagai cara menggalang dana.

Langkah dorongan itu kemudian berujung pada perubahan posisi di dalam pemerintahan ketika Healey mengundurkan diri pada bulan Juni. Ia saat itu menuduh Treasury tidak bersedia menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk mempertahankan negara.

Dalam surat pengunduran dirinya, Healey menyebut adanya “credible ways” untuk membiayai tambahan belanja pertahanan. Ia menyebut salah satu cara adalah “working multinationally,” yang mengarah pada pendekatan pembiayaan lintasnegara.

Dalam perkembangan selanjutnya, juru bicara pemerintah kembali menekankan kerja sama internasional dalam kapasitas industri pertahanan. Juru bicara itu juga menyatakan pemerintah bekerja dekat dengan sekutu Kanada untuk memastikan mekanisme terkait saling melengkapi.

Juru bicara pemerintah mengatakan: “We are working closely with our Canadian allies on ensuring the Multilateral Defence Mechanism and Defence Security Resilience Bank are complementary.” Pernyataan itu menegaskan bahwa pembahasan tidak berdiri sendiri, melainkan dihubungkan dengan inisiatif lain.

Dengan demikian, diskusi keanggotaan Inggris di DSRB menjadi bagian dari pertemuan kebijakan pertahanan yang saling terkait antara pendanaan, kemampuan industri, serta strategi kerja sama internasional. Rencana tersebut juga berjalan dalam suasana keamanan Eropa yang masih dinamis, menyusul rangkaian insiden dan ketegangan di wilayah timur NATO.

Walaupun pembahasan terus berlangsung, pemerintah tetap menegaskan bahwa belum ada keputusan yang diputuskan. Ke depan, semua pilihan kemungkinan akan kembali diuji melalui proses anggaran dan review belanja yang sedang dipersiapkan.