jurnalistik.co.id – Mulai sekarang, pembayaran tunai di Inggris berpeluang menghadirkan kejutan kecil di kembalian: sebuah koin 10p dengan desain terbaru. Koin baru itu memperlihatkan potret Raja Charles serta capercaillie, ayam hutan terbesar di dunia.
Permintaan yang cukup tinggi membuat Royal Mint kembali melemparkan koin 10p yang baru dicetak ke peredaran. Ini menjadi rilis pertama untuk pecahan 10p dalam sekitar empat tahun terakhir, kali ini dengan tampilan yang berbeda dibanding seri sebelumnya.
Royal Mint menyatakan koin-koin yang dicetak dan diberi tanggal 2023 serta 2026 akan ditemukan oleh pengunjung toko maupun kolektor di seluruh negeri. Artinya, peluang “bertemu” dengan koin edisi baru tidak hanya berada di etalase koleksi, tetapi juga bisa muncul dalam transaksi harian.
Pada bagian depan, koin 10p menampilkan potret King Charles III. Sementara itu, sisi sebaliknya (reverse) memuat gambar capercaillie yang dikenal hanya berada di wilayah kecil Skotlandia, dan kini terancam punah.
Desain koin tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembaruan mata uang untuk merayakan kecintaan Raja Charles pada dunia alam. Royal Mint mengumumkan rangkaian ini pada Oktober 2023, bersamaan dengan peluncuran tema fauna dan flora di beberapa pecahan.
Menurut penjelasan Royal Mint, sisi ekor dari setiap koin baru mulai dari 1p hingga £2 memperlihatkan elemen flora dan fauna. Varian gambarnya mencakup serangga hingga daun pohon ek, sehingga setiap pecahan menyampaikan pilihan motif alam yang berbeda.
Di sisi lain, keberadaan potret King Charles pada koin-koin yang beredar selama ini tidak sebanyak yang kita bayangkan. Hingga saat ini, gambar Raja Charles pada koin umumnya terbatas pada pecahan 5p, 50p, dan £1. Perubahan terbaru pada koin 10p hadir ketika Royal Mint merespons kebutuhan yang muncul dari pasar.
Hal itu juga menjelaskan mengapa koin dengan wajah Elizabeth II dari versi lama masih bisa digunakan. Royal Mint tidak serta-merta mencetak ulang setiap pecahan hanya karena ada figur baru, melainkan menyesuaikan dengan permintaan yang ada.
Sejumlah angka menunjukkan besarnya skala peredaran. Di Inggris, tercatat ada 1,4 miliar koin 10p yang sudah beredar. Dengan jumlah sebesar itu, Royal Mint menilai tidak perlu merilis koin 10p baru hingga periode ini, ketika permintaan kembali mendorong pencetakan.
Untuk rilis kali ini, Royal Mint telah mengeluarkan koin baru ke jaringan perbankan dan kantor pos. Sebanyak 600.000 koin bertanggal 2023 dan 6,5 juta koin bertanggal 2026 dilepas agar dapat ditemukan masyarakat saat melakukan transaksi tunai.
Namun, meski jumlah yang masuk peredaran terlihat besar, proporsinya tetap relatif kecil dibanding seluruh koin di Inggris. Koin King Charles pada pecahan 10p masih menjadi sekitar 1% dari total 24,1 miliar koin yang beredar di seluruh negeri. Kondisi ini membuat koin baru berpotensi lebih dicari, baik oleh numismatist berpengalaman maupun pemburu koin edisi baru.
Berita Terkait
Capercaillie jadi sorotan di desain 10p
Motif capercaillie pada sisi ekor dirancang berdasarkan ilustrasi seniman Mike Langman. Sebelum bekerja untuk Royal Mint, Mike Langman pernah berkarya untuk Royal Society for the Protection of Birds (RSPB), dan ilustrasinya dapat ditemukan pada berbagai cagar alam yang dikelola organisasi tersebut.
RSPB menyoroti bahwa populasi capercaillie di Inggris mengalami penurunan sangat cepat. Menurut organisasi itu, spesies ini berisiko mengalami kepunahan untuk kedua kalinya, dan tercatat masuk dalam daftar merah konservasi di Inggris.
Dalam konteks tersebut, Royal Mint menilai kehadiran capercaillie di koin dapat menjadi cara yang lebih luas untuk mengingatkan masyarakat. Rebecca Morgan, direktur Royal Mint yang berbasis di Llantrisant, South Wales, mengatakan koin-koin seperti ini akan masuk lebih banyak ke kantong dan dompet dibanding jumlah capercaillie yang tersisa di alam liar.
Rebecca Morgan juga berharap gambar luar biasa itu dapat memicu percakapan nasional mengenai spesies yang benar-benar menghadapi risiko menghilang dari Inggris selamanya. Pesan yang ingin diangkat bukan sekadar estetika pada mata uang, melainkan dorongan agar perhatian publik tidak berhenti di satu momen.
Gagasan yang sama juga terlihat pada rencana banknotes. Bank of England disebut akan segera menyusul dengan penggunaan gambar satwa liar pada uang kertas, sehingga pesan konservasi hadir dalam bentuk yang lebih luas.
Rencana tersebut menyasar seri berikutnya untuk pecahan £5, £10, £20, dan £50. Nantinya, karakter bersejarah seperti Sir Winston Churchill akan digantikan oleh motif satwa liar, sebagai penanda tema yang lebih modern dalam desain mata uang.
Proses pemilihan motif melibatkan partisipasi publik. Disebutkan bahwa ratusan ribu suara telah terkumpul dari sebuah pemungutan suara terbuka, dengan daftar pendek berisi 18 hewan, burung, dan serangga.
Selain mempertimbangkan hasil pilihan publik, Bank of England juga menilai faktor keamanan. Gubernur bank, Andrew Bailey, diperkirakan akan mengambil keputusan akhir pada musim gugur, setelah menimbang masukan sekaligus isu pengamanan.
Di tengah perubahan desain tersebut, koin 10p edisi baru menjadi contoh bagaimana barang yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat membawa pesan yang lebih besar. Bagi banyak orang, memegang koin baru mungkin hanya terasa seperti urusan transaksi. Tetapi bagi sebagian lainnya, setiap pecahan yang memuat capercaillie bisa menjadi pengingat nyata tentang kondisi satwa yang terancam.
Dengan rilis 600.000 koin bertanggal 2023 dan 6,5 juta koin bertanggal 2026, peluang menemukannya cukup terbuka—meski tetap berpeluang menjadi barang incaran. Saat pembayaran tunai berikutnya terjadi, kembalian mungkin saja membawa salah satu simbol konservasi yang sedang diuji relevansinya di kantong masyarakat.









