jurnalistik.co.id – Oura Health Oy bersiap membuka peluang pendanaan baru lewat penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat, dengan target nilai hingga US$3 miliar atau sekitar Rp53,16 triliun. Rencana ini berfokus pada perangkat cincin pintar yang dipakai untuk memantau kesehatan dan kebugaran.
Menurut sumber yang memahami persoalan tersebut, proses penawaran Oura bisa berlangsung paling cepat pada bulan September. Perusahaan juga diperkirakan akan memperoleh valuasi lebih dari US$16 miliar dalam pencatatan tersebut.
Dalam struktur penawarannya, investor yang sudah memiliki saham (existing investors) diperkirakan akan melepas porsi kepemilikan dalam jumlah besar. Langkah itu menjadi bagian dari strategi perusahaan menjadikan IPO sebagai pintu penguatan dana.
Oura sebelumnya menyatakan pada bulan Mei bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan IPO secara senyap. Dengan pengajuan tersebut, persiapan pencatatan telah berjalan sebelum rencana tersebut bergulir ke tahap berikutnya.
Untuk proses pencatatan saham, Oura bekerja sama dengan sejumlah bank investasi. Pihak yang disebut meliputi Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, JPMorgan Chase & Co., Allen & Co., serta Jefferies Financial Group Inc.
Di pasar perangkat kesehatan yang dapat dikenakan, cincin pintar Oura menempati segmen yang relatif spesifik. Perangkat ini ditujukan bagi konsumen yang ingin mengukur indikator kesehatan dengan format yang tidak sekompleks jam tangan konvensional.
Kebutuhan tersebut datang seiring meningkatnya minat terhadap perangkat wearable. Perusahaan-perusahaan teknologi juga tengah mengeksplorasi perangkat yang dapat dikenakan, termasuk yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sebagai bagian dari pengembangan produk mereka.
Samsung diketahui telah memperkenalkan sebuah cincin pintar dua tahun lalu. Sementara itu, Apple sedang mengembangkan serangkaian perangkat wearable yang didukung teknologi AI.
Rencana IPO dan perkiraan valuasi Rencana IPO Oura disebut dapat terlaksana paling cepat pada bulan September. Dalam skenario tersebut, valuasi perusahaan diproyeksikan melampaui US$16 miliar.
Berita Terkait
Penilaian valuasi tersebut menjadi sorotan karena menggambarkan besarnya ekspektasi pasar terhadap bisnis perangkat cincin pintar. Nilai tersebut juga sekaligus memberi gambaran mengenai posisi Oura di industri wearable yang terus bergerak.
Pada sisi penawaran saham, keberadaan aksi jual dari pemegang saham lama diperkirakan berperan dalam dinamika IPO. Sumber menyebut investor existing akan menjual sejumlah besar saham dalam penawaran tersebut.
Persiapan dan peran bank penjamin Oura melaporkan pada Mei bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan IPO secara senyap. Pengajuan tersebut menunjukkan tahapan yang relatif matang sebelum perusahaan membuka rencana lebih luas.
Pelibatan beberapa penjamin emisi menjadi bagian dari pengaturan proses pencatatan. Oura disebut menggandeng Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, JPMorgan Chase & Co., Allen & Co., dan Jefferies Financial Group Inc. untuk penawaran sahamnya.
Keterlibatan lebih dari satu pihak penjamin biasanya diperlukan untuk memastikan dukungan dari sisi penempatan saham, pelaksanaan penawaran, hingga pengelolaan aspek pasar. Dengan demikian, rencana IPO Oura diposisikan sebagai langkah korporasi yang terstruktur.
Kompetisi wearable dan dorongan minat konsumen Perusahaan menargetkan daya tarik dari kalangan konsumen yang ingin memantau kesehatan tanpa harus menggunakan perangkat yang terlalu rumit. Cincin pintar Oura hadir sebagai alternatif bagi pengguna yang mencari cara pengukuran kesehatan yang lebih sederhana.
Di tengah kompetisi, Apple dan Samsung disebut menjadi dua kekuatan yang ikut membentuk arah industri wearable. Samsung lewat produk cincin pintar yang diluncurkan dua tahun lalu, sementara Apple mengembangkan lini perangkat wearable berbasis AI.
Dengan lanskap tersebut, Oura dipahami menapaki momentum yang sama—yakni ketika pengguna mulai mencari perangkat yang dapat dipakai sehari-hari untuk memantau kesehatan. Persaingan yang semakin ketat juga membuat rencana pendanaan seperti IPO menjadi penting untuk mendukung langkah perusahaan berikutnya.
Hingga saat ini, target penggalangan dana yang disebut adalah hingga US$3 miliar atau sekitar Rp53,16 triliun. Jika jadwal berjalan sesuai skenario tercepat, IPO dapat digelar pada bulan September, sementara valuasi perusahaan diperkirakan lebih dari US$16 miliar.












