Internasional

Perang dagang AS-Kanada memanas, Trump ancam naikkan tarif mobil; Mark Carney sebut ingin “destroy”

×

Perang dagang AS-Kanada memanas, Trump ancam naikkan tarif mobil; Mark Carney sebut ingin “destroy”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US-Canada trade war heats up as Trump threatens to hike auto tariffs

jurnalistik.co.id – Perang dagang AS–Kanada kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam kenaikan tarif untuk kendaraan dan komponen otomotif asal Kanada. Ancaman itu muncul di tengah kebuntuan pembicaraan perdagangan yang, menurut kedua pihak, dipenuhi tuntutan terakhir yang dinilai tidak dapat diterima.

Trump mengatakan pada Senin bahwa ia akan menaikkan tarif untuk mobil dan truk Kanada, termasuk suku cadang otomotif, dari 25% menjadi 50% mulai 1 Januari. Langkah ini merupakan eskalasi terbaru setelah perundingan perdagangan kedua negara disebut runtuh di akhir pekan lalu.

Peristiwa tersebut diwarnai saling tuduh terkait tuntutan menit-menit terakhir. Pihak AS menyebut Kanada meminta lebih banyak, sedangkan Kanada menilai perubahan yang diajukan AS pada tahap akhir tidak masuk akal.

Perdana Menteri Mark Carney menilai ancaman tarif terbaru Trump bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ia juga menuduh Trump berkeinginan “destroy” industri otomotif Kanada, sekaligus menyatakan Kanada siap melanjutkan pembicaraan bila pihak AS menunjukkan “right attitude”.

Menurut keterangan sejumlah pejabat, komunikasi dan perundingan dinyatakan sempat ditangguhkan tanpa tanggal pemulihan yang pasti. Di situasi seperti ini, perang kata-kata berkembang seiring makin tajamnya sikap dari kedua pemerintahan.

Ancaman tarif Trump datang setelah Kanada mundur dari perundingan pada Jumat malam, beberapa saat sebelum tenggat waktu AS yang memicu penambahan bea masuk 50% terhadap impor Kanada senilai hampir $20 miliar (C$28 miliar; £14 miliar). Keruntuhan perundingan tersebut mengubah nada diplomasi yang sebelumnya terlihat lebih optimistis di awal pekan.

Kanada mengatakan AS memperkenalkan persyaratan yang dianggap “unacceptable”, termasuk klausul yang membatasi negara mana saja yang boleh diajak Kanada menandatangani kesepakatan dagang. Di sisi lain, pejabat AS menilai justru Kanada yang melakukan penyesuaian mendadak di akhir proses.

Wakil Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan dalam wawancara dengan CNBC bahwa “They wanted more”. Pernyataan itu menggambarkan mengapa tensi meningkat ketika kedua pihak sama-sama memilih untuk tidak mengalah dalam ruang perundingan.

Di Senin, eskalasi tarif untuk industri otomotif Kanada juga mengikuti pernyataan Carney bahwa Kanada akan membalas dengan tarif timbal balik “dollar for dollar” terhadap barang-barang dari AS. Carney menegaskan fokus kebijakan saat ini diarahkan untuk mendukung pelaku usaha Kanada yang terdampak tarif baru 50% setelah tenggat Jumat berakhir.

Selain respons terhadap dampak langsung, Carney juga menyebut kebutuhan membangun infrastruktur untuk mendiversifikasi perdagangan Kanada yang selama ini sangat bergantung pada AS. Pemerintah Kanada mengumumkan pendanaan C$11 miliar ($7,95 miliar; £5,83 miliar) untuk membangun enam pemecah es di galangan kapal Quebec guna kebutuhan Coast Guard Kanada.

Carney menjelaskan keenam pemecah es itu akan menggantikan armada yang menua, termasuk armada medium dan heavy, agar pelayaran musim dingin dapat dibuka di rute pengiriman melalui perairan utara dan Atlantik Kanada. Penggunaan kapal tersebut ditujukan untuk mempertahankan jalur distribusi ketika kondisi cuaca membatasi mobilitas logistik.

Respon politik juga datang dari Doug Ford, perdana menteri Ontario yang merupakan salah satu wilayah dengan basis industri manufaktur otomotif Kanada. Ia menanggapi ancaman tarif Trump dengan menyuruh presiden AS untuk “kiss my ass”, sekaligus menyiratkan Kanada perlu mengenakan biaya tambahan kepada AS untuk minyak dan gas, listrik, serta mineral kritis.

Ford menambahkan bahwa ia akan berbicara dengan Carney mengenai cara “fight back”. Komentar tersebut, menurut laporan, kemudian menarik perhatian Trump yang melalui unggahan di Truth Social menuduh Ford melakukan “bluster” dan menulis: “Someone should get these clowns to ‘fall in line’ or, the consequences for Canada will be far WORSE!”

Data pemerintah Kanada menunjukkan keterkaitan ekonomi yang besar antara kedua negara dalam sektor energi: Kanada memasok 60% dari total impor minyak mentah AS dan hampir 100% ekspor gas alam AS. Karena itu, pelaku usaha di kedua sisi memperingatkan potensi dampak dari gelombang tarif baru AS terhadap Kanada dan skema pembalasan tarif “dollar-for-dollar” yang dijadwalkan diterapkan pada 8 September.

Tarif dan masa depan USMCA

Perang dagang ini juga mengaburkan masa depan pakta perdagangan Amerika Utara yang disebut USMCA. Perjanjian tersebut ditandatangani Trump pada masa jabatan pertamanya bersama Kanada dan Meksiko, dan selama peninjauan wajib pada musim panas ini, Kanada serta Meksiko menyatakan ingin USMCA diperpanjang selama 16 tahun lagi.

Namun, pihak AS menyampaikan bahwa mereka tidak akan memperbarui USMCA dalam bentuk yang berlaku saat ini. Pakta tersebut menjadi fondasi bagi perdagangan senilai $1,6 triliun di kawasan Amerika Utara, sehingga perubahan skenario berpotensi mengguncang perencanaan bisnis lintas negara.

Pakar ekonomi dari Oxford Economics memperingatkan bahwa pembongkaran atau pembatalan USMCA dapat berdampak serius bagi ekonomi Kanada. Mereka menilai: “While unlikely, escalating trade tensions means the risk of the USMCA unravelling has increased, which would plunge Canada into recession and leave it on a permanently lower growth path,” dan peringatan itu disampaikan oleh Tony Stillo selaku Head of Canada Economic serta Michael Davenport sebagai Senior Economist.

Dengan tarif otomotif yang diproyeksikan meningkat dari 25% ke 50%, serta respons timbal balik yang dipersiapkan “dollar for dollar”, hubungan dagang kedua negara kini bergerak ke fase yang lebih sulit diprediksi. Tantangan utamanya terletak pada apakah ruang perundingan masih terbuka, atau justru akan makin mengunci konflik kebijakan pada awal tahun mendatang.