Internasional

Burnham Dijadwalkan ke AS September untuk Melobi Trump Soal Kebutuhan Pertahanan Ukraina

×

Burnham Dijadwalkan ke AS September untuk Melobi Trump Soal Kebutuhan Pertahanan Ukraina

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Burnham to visit US in September to lobby Trump on Ukraine

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan akan berkunjung ke Amerika Serikat pada September. Ia berencana melakukan lobi kepada Presiden AS Donald Trump terkait kebutuhan pertahanan Ukraina.

Rencana tersebut disampaikan Burnham dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. Ia mengatakan, “Saya menantikan untuk pergi ke New York pada September,” saat Sidang Majelis Umum PBB berlangsung.

Menurut Burnham, detail perjalanan itu belum sepenuhnya dikonfirmasi. Meski begitu, ia menilai kunjungan tersebut “kemungkinan” akan terjadi.

Kunjungan ke AS itu juga menjadi perjalanan pertamanya sejak ia resmi menjabat perdana menteri pada Juli. Burnham menyebut bahwa ia sudah memahami apa yang perlu dilakukan dalam beberapa minggu ke depan setelah rangkaian kunjungan resminya.

Seusai kunjungannya ke Ukraina pada Senin, Burnham mengatakan ia berangkat dengan kejelasan mengenai langkah berikutnya. Dalam kunjungan tersebut, ia berjanji untuk terus menekan Rusia.

Pemerintah Inggris, kata Burnham, telah menyetujui penyerahan cetak biru untuk komponen buatan Inggris yang akan dipakai pada rudal Scalp. Scalp merupakan versi Prancis dari rudal jelajah Storm Shadow yang dimiliki Inggris.

Cetak biru itu, menurut informasi yang disampaikan, akan memungkinkan Ukraina memproduksi senjata jarak jauh tersebut di dalam negeri. Dengan demikian, Ukraina tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan luar untuk kebutuhan persenjataan tertentu.

Kunjungan Burnham ke Ukraina menjadi kunjungan internasional pertamanya sebagai perdana menteri. Ia bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv dan memimpin pertemuan pertamanya dari “koalisi negara yang bersedia,” yang dibentuk oleh Inggris dan Prancis pada masa kepemimpinan pendahulunya, Sir Keir Starmer.

Burnham juga menegaskan kembali dukungan Inggris bagi Ukraina ketika serangan Rusia meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Ia mengaitkannya, termasuk, dengan serangan pekan lalu terhadap pusat perbelanjaan yang menewaskan sedikitnya 16 orang.

Dalam konteks kebutuhan pertahanan udara, Ukraina bergantung pada pasokan rudal pencegat Patriot dari Amerika Serikat. Namun, cadangannya disebut menipis, dan Zelensky telah menyampaikan harapannya agar dapat mengamankan 300 rudal Patriot sebelum musim dingin.

Zelensky menilai musim dingin adalah periode ketika Rusia kemungkinan akan meningkatkan serangan, khususnya terhadap infrastruktur energi. Ia merujuk pada pola serangan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam wawancara yang sama, Burnham mengatakan ia merasa “sangat yakin” persoalan tersebut “bisa diperbaiki.” Ia juga menekankan bahwa dukungan Patriot untuk Ukraina tidak hanya bergantung pada AS.

Burnham menyatakan ada pihak lain yang bisa membantu dalam upaya tersebut, termasuk aktor-aktor yang memiliki pengaruh melalui jalur diplomasi. Ia menggambarkan solusi yang akan melibatkan “banyak lapisan” dan proses negosiasi yang panjang.

Ia juga mengingatkan bahwa pada Juli, tiga minggu setelah ia menawarkan kemungkinan Ukraina memproduksi Patriot sendiri, Trump kemudian menarik kembali pernyataan itu. Trump mengatakan, “Kami belum menyetujui itu. Kami sedang membicarakannya, tetapi ini hal yang sulit untuk memberikan teknologi seperti itu,” dalam pernyataan yang muncul setelah penawaran tersebut.

Menurut kutipan terkait rapat kabinet, Trump menilai senjata semacam itu “luar biasa” sehingga harus ada kehati-hatian sebelum mengizinkan pihak lain membangunnya. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari latar bagaimana pertanyaan alih kemampuan produksi senjata strategis diperlakukan.

Sementara itu, setelah pertemuan di Ukraina, Burnham bersama para ko-chair—Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz—menyampaikan pernyataan bersama. Mereka menyatakan upaya kelompok ini menargetkan penguatan pertahanan udara Kyiv sebagai prioritas yang mendesak.

Pernyataan itu juga mengecam serangan Moskow yang disebut “sistematis dan meningkat” terhadap kota-kota Ukraina, infrastruktur penting, serta warga sipil. Mereka berjanji untuk “membatasi persenjataan” Rusia melalui sanksi dan tindakan terhadap “shadow fleet.”

Menjelang kunjungan, Burnham menulis sikapnya secara langsung. Ia menyebut pada peringatan 35 tahun kemerdekaan Ukraina, rakyat Ukraina seharusnya tidak ragu bahwa Inggris ada bersama mereka hari ini dan “selama diperlukan.”

Burnham menyatakan ia bangga atas kontribusi Inggris bagi Ukraina dan ingin dukungan itu terdengar langsung dari dirinya. Ia menekankan bahwa dukungan tidak akan goyah, dengan alasan bahwa keamanan Ukraina juga merupakan keamanan Inggris.

Ia menambahkan bahwa persahabatan antara Inggris dan Ukraina, menurutnya, akan bertahan lebih lama daripada “perang ilegal” Rusia. Dalam penutup pernyataannya, Burnham mengatakan Rusia tidak boleh meragukan tekad pihaknya dan bahwa Inggris tidak akan mundur sampai tercapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.