Internasional

Serangan besar Rusia menghantam Kyiv, menewaskan sedikitnya delapan orang

×

Serangan besar Rusia menghantam Kyiv, menewaskan sedikitnya delapan orang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Russia unleashes 'massive attack' on Kyiv, killing at least eight

jurnalistik.co.id – Serangan rudal Rusia menghantam Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Kamis dini hari, dan sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas, menurut otoritas Ukraina.

Negara Layanan Darurat Ukraina (DSNS) menyebut apartemen dan gudang menjadi sasaran dalam serangan “massive attack” tersebut.

Dalam serangan yang terjadi semalaman, setidaknya 33 orang juga mengalami luka-luka, sementara petugas masih melakukan pencarian dan pertolongan di lokasi terdampak.

Upaya evakuasi difokuskan pada kemungkinan korban yang tertimpa reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan.

Petugas melaporkan sudah menarik dua orang yang selamat dari tumpukan puing.

Pada saat yang sama, otoritas terkait melaporkan gangguan infrastruktur akibat dampak serangan.

Rusia juga dilaporkan memicu pemadaman listrik di ribuan properti selama malam, sehingga sebagian wilayah Kyiv mengalami gelap, sementara teknisi bergegas memperbaiki jaringan energi yang rusak.

Di luar Ukraina, Kementerian Pertahanan Rumania menyampaikan bahwa sebuah drone memasuki wilayah udaranya di perbatasan utara dengan Ukraina.

Rumania menyebut drone itu masuk ke “ruang udara nasional Rumania”, sekitar 13 kilometer di sebelah timur kota Galați.

Dalam pernyataan kementerian, drone tersebut kemudian jatuh di “wilayah tak berpenghuni”, memicu kebakaran kecil yang berhasil dipadamkan.

Rumania menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material yang dilaporkan, dan peringatan awal telah dicabut.

Pihak militer Polandia juga menyatakan telah memulai “operasi udara defensif” untuk melindungi ruang udaranya, mengingat negara itu berbagi sebagian perbatasan di bagian tenggara dengan Ukraina.

Sementara itu, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebut sebuah rumah sakit anak mengalami kerusakan selama serangan dini hari.

Klitschko mengatakan jendela-jendela di lokasi terdampak pecah, dan kendaraan di sekitar area itu turut terbakar.

Wali kota juga menyebut serangan menghantam pusat industri di distrik Solomyanskyi, yang berada di barat daya Kyiv.

Di wilayah Kyiv yang lebih luas, Gubernur Tymur Tkachenko melaporkan serangan di distrik Brovary menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya.

Pemerintah daerah sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada warga agar berlindung, seraya menyebut operasi pertahanan udara mungkin terjadi di area tersebut.

Kewaspadaan berlanjut sepanjang malam, seiring otoritas regional mengeluarkan peringatan tambahan.

Perluasan peringatan ini merujuk pada kabar dari Angkatan Udara Ukraina bahwa rudal bergerak menuju ibu kota.

Klitschko dan pihak berwenang menggambarkan Kyiv berada dalam kondisi siaga tinggi, mengingat serangan-serangan sebelumnya yang terjadi nyaris setiap malam dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa serangan di periode itu disebut berujung pada puluhan kematian serta cedera serius.

Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan lebih dari selusin wilayah telah menjadi sasaran dalam sepekan terakhir.

Ia menyebut Rusia meluncurkan lebih dari 1.550 drone serang, 1.560 bom pemandu udara, serta 62 rudal ke Ukraina.

Zelensky juga mengatakan Ukraina meningkatkan serangan ke wilayah Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu rangkaian yang disebutnya adalah pengiriman 600 drone yang menargetkan Moskow.

Di minggu yang sama, Zelensky menyebut dua serangan terpisah di Rusia telah menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk seorang anak.

Menurut laporan kementerian pertahanan Ukraina, sejak Juli pihaknya berulang kali menargetkan gudang milik Wildberries.

Pihak pertahanan menyebut serangan terbaru membuat tujuh dari 10 pusat logistik terbesar Wildberries “dinonaktifkan”.

Di tengah eskalasi kekerasan, upaya diplomasi untuk mencapai gencatan senjata dinilai bergerak lambat.

Meskipun serangan dari kedua pihak sebagian dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan agar Moskow atau Kyiv bersedia melibatkan diri dalam pembicaraan perdamaian, belum terlihat perubahan berarti dalam proses negosiasi.

Baik Rusia maupun Ukraina saling menuduh menargetkan warga sipil.

Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Hingga saat ini, Rusia dikatakan menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, terutama terkonsentrasi di wilayah perbatasan timur.