Internasional

Ubur-ubur Memicu Penghentian Parsial PLTN Gravelines di Prancis Utara, Tahun Kedua Berturut-turut

×

Ubur-ubur Memicu Penghentian Parsial PLTN Gravelines di Prancis Utara, Tahun Kedua Berturut-turut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jellyfish force partial shutdown of France's Gravelines nuclear plant

jurnalistik.co.id – Ubur-ubur dalam jumlah besar dilaporkan memaksa penghentian parsial salah satu fasilitas nuklir di Prancis utara, tepat ketika masalah serupa sempat terjadi pada tahun sebelumnya. Dampaknya muncul melalui sistem penyaringan air laut yang dipakai untuk mendinginkan pembangkit listrik.

PT listrik Prancis, Électricité de France (EDF), menyebut dua dari enam unit di PLTN Gravelines dihentikan pada Rabu dan Kamis. Penutupan itu dilakukan sebagai respons atas keberadaan ubur-ubur di sistem filtrasi air laut, yang menjadi bagian dari proses pendinginan.

Selain dua unit tersebut, sebuah unit lain telah dihentikan sejak 10 Agustus karena masalah yang sama. Dalam pembaruan berikutnya, EDF juga menyatakan unit keempat sedang nonaktif untuk menjalani pemeriksaan.

Dengan demikian, pada periode ini unit-unit yang berhenti meliputi unit tiga, unit empat, dan unit enam. Sementara itu, unit-unit lainnya tetap beroperasi dengan pengaturan yang disesuaikan untuk mengurangi risiko terkait infiltrasi ubur-ubur ke sistem pendingin.

Gravelines sendiri merupakan salah satu PLTN terbesar di negara itu, berlokasi di antara Dunkirk dan Calais, wilayah Hauts-de-France. Fasilitas ini mendinginkan reaktor menggunakan kanal yang terhubung ke Laut Utara.

EDF menjelaskan bahwa unit tiga baru saja tersambung kembali ke jaringan listrik pada 18 Agustus, setelah gelombang ubur-ubur pertama yang muncul di awal bulan. Pada saat yang sama, unit satu dan dua juga dijalankan pada daya yang diturunkan sebagai tindakan pencegahan.

Setiap dari enam unit di Gravelines memiliki kapasitas produksi sebesar 900 megawatt. Artinya, ketika beberapa unit harus dihentikan, kontribusi energi dari pembangkit turut berkurang, setidaknya sampai operasional kembali stabil sesuai prosedur keselamatan.

Masalah ubur-ubur bukan sesuatu yang benar-benar asing di wilayah pesisir Eropa. Sejumlah spesies ubur-ubur memang asli dan bisa ditemukan di sekitar pantai ketika kondisi perairan mendukung. Ubur-ubur diketahui paling aktif pada bulan-bulan yang lebih hangat.

Pemanasan di musim panas juga berkaitan dengan peningkatan aktivitas biologis di permukaan air. Para ahli yang dikutip menyebut bahwa cuaca panas dapat mendorong kenaikan plankton di permukaan, sehingga ubur-ubur tertarik untuk mendekat dan lebih mudah terseret ke area yang dilalui sistem penyaringan.

Untuk menekan masuknya ubur-ubur ke fasilitas, EDF menyatakan langkah pencegahan telah dilakukan. Salah satu upaya yang disebut adalah kemitraan dengan para nelayan untuk menangkap dan kemudian melepas ubur-ubur tersebut lebih jauh ke lepas pantai, sebagaimana dilaporkan oleh media Prancis Ici.

Dampak berulang dan kasus serupa

EDF juga mengaitkan kejadian ini dengan pola yang sama pada tahun lalu, ketika Gravelines sempat ditutup karena ubur-ubur di sistem penyaringnya. Kali ini, gangguan operasional disebut berlangsung sebagai tahun kedua berturut-turut, dengan penyesuaian pada unit-unit yang terdampak sesuai kondisi di lapangan.

Di luar Prancis, gangguan serupa pernah dilaporkan di lokasi lain, meski disebut jarang terjadi. Contoh yang disebut meliputi PLTN Torness di Skotlandia pada 2011 serta fasilitas Oskarshamn di Swedia pada 2013.

Dalam peristiwa yang sedang dibahas, EDF menyebut bahwa keberadaan ubur-ubur menjadi pemicu penghentian parsial melalui mekanisme filtrasi untuk pendinginan. Dengan adanya unit yang dihentikan total, pemeriksaan yang berjalan, serta dua unit lain yang dioperasikan pada daya lebih rendah, perusahaan berupaya menjaga operasi tetap berada dalam batas aman sampai gangguan mereda.

Dalam rangka menahan dampak ubur-ubur terhadap proses pendinginan, EDF juga mengatur status operasional unit-unit yang terdampak secara bertahap. Setelah gelombang ubur-ubur awal bulan itu, unit tiga baru tersambung kembali ke jaringan pada 18 Agustus, sementara unit lain dijalankan dengan pengaturan daya yang lebih rendah sebagai langkah pencegahan.

Langkah penyesuaian ini sejalan dengan upaya menjaga sistem filtrasi agar tetap bekerja pada batas aman. Ketika beberapa unit harus dihentikan, kontribusi produksi total ikut turun, tetapi perusahaan menekankan bahwa pemeriksaan dan pengoperasian yang disesuaikan dilakukan sampai kondisi perairan mereda dan prosedur keselamatan terpenuhi.

Secara biologis, aktivitas ubur-ubur cenderung meningkat saat perairan lebih hangat. Cuaca panas dapat mengangkat plankton di permukaan sehingga hewan tersebut lebih mudah mendekat dan terseret ke area yang dilalui proses penyaringan. Karena itu, kerja sama dengan nelayan disebut menjadi salah satu cara untuk membantu menangani ubur-ubur sebelum masuk lebih jauh ke jalur sistem pendingin, dengan pelepasan dilakukan ke area lepas pantai.