Internasional

Pencari suaka yang ditampung di hotel turun separuh dalam setahun, menurut data

×

Pencari suaka yang ditampung di hotel turun separuh dalam setahun, menurut data

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Number of asylum seekers in hotels halves in a year, data shows

jurnalistik.co.id – Penggunaan hotel untuk menampung pencari suaka yang menunggu keputusan Home Office menurun tajam selama setahun terakhir, demikian rangkaian data yang dipublikasikan hari ini.

Pada Juni 2025, jumlah orang yang berada di kamar hotel untuk kebutuhan penanganan suaka tercatat lebih dari 32.000 orang. Namun pada Juni tahun ini, angkanya menyusut menjadi lebih dari 16.000 orang.

Data juga menunjukkan penurunan serangkaian indikator migrasi legal dan permohonan perlindungan dibanding periode setahun sebelumnya. Di antaranya, kedatangan migrasi legal, klaim suaka, hingga kedatangan menggunakan perahu kecil ke Inggris mengalami penurunan.

Hotel turun, klaim suaka ikut melandai

Home Office menyatakan bahwa angka-angka tersebut memperlihatkan kebijakan pengendalian migrasi mulai berdampak. Meski begitu, kementerian itu menegaskan masih ada pekerjaan lanjutan terutama terkait penyeberangan menggunakan perahu kecil.

Menurut data yang sama, penurunan yang serupa juga terlihat pada kedatangan anggota keluarga yang datang ke Inggris untuk bergabung dengan seseorang yang sudah berada secara legal di negara tersebut. Klaim suaka juga turun sebesar seperlima.

Dalam setahun hingga Juni, sekitar 38.000 kedatangan ilegal terdeteksi, dengan 33.000 di antaranya terjadi melalui perahu kecil melintasi laut dari Prancis. Lebih data terbaru menggambarkan tren kedatangan perahu kecil yang terus berada di bawah angka tahun lalu, dan sejalan dengan itu, permohonan suaka juga menurun.

Secara total, sekitar 86.000 orang mengajukan permohonan suaka, turun seperlima dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar setengah permohonan bantuan berasal dari orang yang telah berada di Inggris secara legal, bukan dari mereka yang tiba dengan perahu kecil.

Konteks kebijakan dan percepatan keputusan

Home Office menyebut kenaikan penggunaan hotel pada periode sebelumnya terjadi beriringan dengan meningkatnya kedatangan melintasi English Channel sejak 2019, serta melambatnya keputusan internal mengenai apakah para pemohon mempunyai dasar perlindungan yang kuat untuk tetap tinggal di Inggris atau justru harus diminta pergi.

Salah satu keputusan awal pemerintahan Starmer yang baru pada Juli 2024 adalah meminta pejabat bekerja lebih cepat dalam memutuskan perkara-perkara klaim tersebut. Kebijakan itu ditetapkan dengan target mengakhiri penggunaan hotel dalam waktu lima tahun.

Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood menyampaikan: “A little over two years into office and the asylum backlog is down, the number of asylum seekers in hotels is falling, illegal working arrests are at record levels, and deportations and returns are up markedly. “Small boats numbers are also now falling, but we are not complacent and there is more we must do.”

Tempat tinggal di luar hotel juga naik

Walau hotel menurun, jumlah orang yang tinggal di rumah-rumah yang dibayar Home Office justru meningkat dari 65.000 orang pada akhir 2024 menjadi 69.000 orang pada Juni tahun ini. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari kontrak jangka panjang satu dekade dengan penyedia swasta.

Data juga merinci jumlah pencari suaka yang menunggu putusan awal atas kasus mereka. Pada waktu yang sama, tercatat ada 40.000 orang yang menunggu keputusan awal—apakah mereka memiliki dasar perlindungan yang sah atau harus meninggalkan Inggris. Angka ini turun dari puncak 175.000 orang pada Juni 2023.

Selanjutnya, sekitar 40.000 orang yang dinilai tidak memiliki alasan untuk berada di Inggris (termasuk foreign offenders, pelanggar izin tinggal/visa overstayers, maupun pemohon suaka yang ditolak) dikeluarkan dari negara itu dalam setahun hingga Juni 2026. Angka itu naik 8% dibanding tahun sebelumnya.

Pejabat menyebut sekitar sepertiga dari mereka yang dikeluarkan merupakan pemohon suaka yang gagal. Jumlah tersebut disebut sebagai yang tertinggi selama 16 tahun serta dua kali lipat tingkat pengusiran yang terjadi pada 2021.

Perubahan visa kerja, pelajar asing, dan visa keluarga

Rangkaian statistik juga memuat data visa kerja. Dalam setahun hingga akhir Juni 2026, Home Office mencatat 235.000 visa kerja. Angka ini turun 18% dibanding tahun sebelumnya, dan 62% lebih rendah ketimbang puncaknya pada Desember 2023.

Penurunan tersebut dikaitkan dengan kebijakan pemerintah sebelumnya yang dipimpin Boris Johnson untuk melonggarkan sistem visa kerja. Namun, pada akhir masa pemerintahan Rishi Sunak, aturan kemudian dikencangkan. Secara khusus, jumlah pekerja yang dapat datang melalui specialist health and care worker visa turun 90%.

Untuk sektor pelajar, data menunjukkan 383.000 pelajar asing datang ke Inggris dalam setahun hingga Juni 2026. Angka itu turun 11% dibanding tahun sebelumnya, dan turun 41% dibanding puncak pada Juni 2023.

Sementara itu, setelah diterapkannya pembatasan cara para migran mengajukan permohonan agar anggota keluarga bisa bergabung, hanya 58.000 visa semacam itu yang diberikan dalam setahun hingga Juni 2026. Jumlah tersebut turun 19% dibanding 12 bulan sebelumnya.

Para statistikawan menyatakan bahwa penurunan itu “largely driven” oleh aturan baru yang membuat sangat sulit bagi keluarga pengungsi untuk bersatu kembali di Inggris. Kebijakan tersebut, yang menghadapi tantangan di High Court, tetap berlaku dengan keyakinan pemerintah bahwa langkah ini berdampak untuk mencegah kedatangan ilegal melalui English Channel.

Di sisi lain, para pengkritik menilai kebijakan tersebut menghalangi pengungsi yang memang memenuhi syarat untuk membangun kembali kehidupan mereka. Statistik imigrasi dipublikasikan setiap tiga bulan, dan angka-angka terkait mengacu pada periode 12 bulan.