jurnalistik.co.id – Dewan Keamanan Nasional Filipina tengah menyelidiki informasi yang disampaikan selama sidang pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte. Fokus penyelidikan itu berkaitan dengan tuduhan adanya aliran dana lintas negara yang diduga terkait dengan perusahaan yang berhubungan dengan suaminya.
Penyelidikan tersebut muncul dalam proses hukum yang berjalan di parlemen, di mana Duterte menghadapi sejumlah dakwaan. Dalam keterangannya, penasihat Keamanan Nasional Filipina, Eduardo Oban, menyampaikan bahwa pihaknya menindaklanjuti materi yang disebut relevan dengan keamanan nasional.
Oban menjelaskan bahwa tuduhan yang tengah diuji berkisar pada klaim “sebuah perusahaan yang terkait erat dengan suaminya dan telah menerima pengiriman uang dalam jumlah besar dari entitas di China dan Hong Kong”. Menurutnya, bank menandai pengiriman uang itu sebagai transaksi yang mencurigakan sebelum akhirnya dilaporkan ke otoritas terkait.
“Tuduhan ini kami tanggapi dengan sangat serius,” kata Oban. Ia menambahkan bahwa informasi yang disajikan dalam persidangan akan segera ditinjau oleh dewan guna menilai potensi implikasinya terhadap keamanan nasional.
Dalam persidangan yang digelar pada Senin, seorang pejabat dari Dewan Anti-Pencucian Uang (AMLC) turut bersaksi mengenai detail aliran dana tersebut. Kesaksian itu menjadi bagian dari rangkaian bukti yang disodorkan penuntut untuk mendukung dakwaan dalam proses pemakzulan.
Pejabat AMLC menyebut bahwa sebuah perusahaan manufaktur makanan—yang mencantumkan nama suami Duterte sebagai pendiri—telah menerima pengiriman uang sebesar 319 juta peso. Jumlah tersebut setara dengan US$ 5,08 juta atau sekitar Rp 90,42 miliar, yang diterima dari entitas di China dan Hong Kong.
Jaksa penuntut kemudian menggunakan informasi mengenai arus dana tersebut sebagai elemen dalam pasal pemakzulan yang sedang diperiksa. Dalam konstruksi dakwaan, penuntut menilai bahwa Duterte mengumpulkan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan sumbernya.
Selain menyoroti aliran dana lintas negara, penuntut juga berupaya mengkaji laporan harta kekayaan, kewajiban, serta kekayaan bersih Duterte beserta suaminya. Upaya itu dimaksudkan untuk memeriksa apakah aset yang dideklarasikan sesuai dengan pendapatan serta transaksi keuangan aktual yang mereka lakukan.
Berita Terkait
Jaksa menegaskan bahwa karakter pengiriman uang lintas negara tersebut masih belum jelas hingga saat ini. Karena itu, pemeriksaan diarahkan untuk menelusuri konsistensi antara deklarasi resmi dan jejak transaksi yang terjadi, termasuk transaksi yang dinilai mencurigakan oleh perbankan.
Dua lapis fokus pun berjalan dalam proses sidang. Di satu sisi, otoritas terkait menelaah informasi yang telah masuk melalui mekanisme pelaporan transaksi mencurigakan. Di sisi lain, penuntut membangun argumentasi apakah pola penerimaan dana itu berhubungan dengan dugaan sumber kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Terkait kesaksian AMLC tersebut, Duterte memilih tidak memberikan komentar langsung. Saat dimintai keterangan, ia menyatakan, “saya akan membiarkan pengacara saya menanggapi tuduhan tersebut”.
Meski isu yang berhubungan dengan harta kekayaan mencurigakan menjadi bagian penting dari proses persidangan, Duterte juga menghadapi rentetan tuduhan lainnya. Dakwaan yang disebutkan meliputi tuduhan penyalahgunaan dana publik serta ancaman terhadap nyawa Presiden Ferdinand Marcos Jr., ibu negara, dan mantan ketua DPR.
Dari informasi yang terungkap dalam proses hukum, Duterte telah berulang kali membantah tuduhan tersebut. Namun, pemeriksaan dan langkah-langkah hukum tetap berlanjut di lingkungan parlemen, seiring perjalanan perkara yang belum selesai.
Dalam konteks hubungan diplomatik, Kedutaan Besar China di Manila dilaporkan belum segera menanggapi permintaan komentar terkait aliran dana yang diduga menjadi bagian dari pusaran tuduhan. Ketiadaan tanggapan itu membuat rincian terkait sumber dan alur dana masih berada dalam ruang verifikasi pengadilan.
Penyelidikan di tingkat Dewan Keamanan Nasional menambah lapisan perhatian terhadap aspek keamanan nasional dari proses pemakzulan. Dengan tinjauan yang disebut akan segera dilakukan, hasil penelaahan itu diharapkan memberi gambaran lebih utuh mengenai implikasi materi yang telah dipaparkan dalam persidangan.
Sementara itu, bagi Duterte, sidang tetap menjadi arena penting untuk menghadapi tuduhan yang disusun penuntut berdasarkan kesaksian dan dokumen yang dikemukakan. Dengan penekanan pada konsistensi deklarasi aset dan transaksi lintas negara, proses ini berpotensi terus berkembang seiring penelusuran lebih dalam terhadap rincian keuangan yang dipersoalkan.












