Teknologi

FBI Ungkap Peran Korea Utara di Balik Pencurian Rp114 Triliun dari Binance, Aset Dicuci Lewat Ethereum

×

FBI Ungkap Peran Korea Utara di Balik Pencurian Rp114 Triliun dari Binance, Aset Dicuci Lewat Ethereum

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: FBI Beberkan Cara Hacker Korut Bobol Aset Rp114 T di Binance

jurnalistik.co.id – FBI menyebut Korea Utara berperan dalam pencurian aset kripto bernilai sekitar US$6,3 miliar atau setara Rp114 triliun dari Binance. Dalam keterangannya, otoritas Amerika Serikat itu menyatakan aset hasil kejahatan siber kemudian dicuci dengan cara mengonversinya, terutama ke jaringan kripto Ethereum.

Penyelidikan FBI, menurut pemberitaan yang memuat pernyataan tersebut, secara spesifik mengaitkan skema ini dengan kelompok yang disebut TraderTraitor. FBI juga menilai operasi pencucian dilakukan secara bertahap agar jejak transaksi sulit diikuti.

Menurut FBI, aset yang dicuri diperkirakan akan kembali beredar setelah melalui proses pencucian uang. Untuk menekan dampak operasinya, FBI meminta penyedia layanan aset virtual memblokir transaksi yang dianggap terkait dengan pencucian uang versi terbaru itu.

FBI juga membagikan alamat digital yang diduga berhubungan dengan aktivitas tersebut untuk menjadi bahan kewaspadaan. Langkah ini dimaksudkan agar pihak penyedia tidak ikut memfasilitasi perpindahan aset yang berasal dari tindak kejahatan.

TraderTraitor sebelumnya dikaitkan dengan kasus serupa

Dalam keterangan itu, TraderTraitor disebut telah muncul dalam dugaan kasus lain sebelum peristiwa di Binance. Kelompok yang sama sebelumnya dituduh terlibat pencurian senilai US$1,5 miliar dari platform Bybit pada Februari tahun lalu.

Dari sudut pandang investigasi, pola pengaitan tersebut membuat otoritas AS menilai ada konsistensi pada modus operasional dan target yang dibidik. Meski begitu, rincian teknis yang menyangkut cara kerja intrusi tidak dijabarkan dalam paragraf ini, karena yang ditekankan adalah alur atribusi dan proses pencucian aset.

Binance mengaku mengganti sebagian besar dana yang dicuri

Di sisi lain, Binance menanggapi dengan menyatakan telah mengganti 90% dari total aset yang dicuri menggunakan dana perusahaan. Perusahaan menjelaskan bahwa 10% sisanya terdiri dari token dengan likuiditas lebih rendah sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk dibeli.

Binance menegaskan komitmennya akan terus melakukan pembelian untuk menyelesaikan penggantian hingga mencapai angka pertanggungan penuh. Perusahaan menyampaikan, “Kami akan terus membeli sisa aset token terkait hingga jumlah yang ditanggung mencapai 100% untuk seluruh token. Binance akan menanggung dampak keuangan dari dana yang dicuri ini, bukan pengguna kami,” melalui platform X.

Selain menjelaskan mekanisme penggantian, Binance juga menyebut sumber dana yang digunakan. Dana untuk membeli kembali token terkait berasal dari Secure Asset Fund for Users (SAFU) senilai US$1 miliar, yaitu dana cadangan Bitcoin yang dimiliki Binance untuk melindungi nasabah ketika terjadi pelanggaran keamanan.

Binance menambahkan bahwa pendanaan itu juga bersumber dari sebagian Futures Insurance Fund serta kas perusahaan. Dengan komposisi tersebut, perusahaan menempatkan beban keuangan akibat pencurian pada cadangan dan dana internal, bukan pada pengguna.

Perkembangan kasus ini turut berdampak pada kondisi pasar. Harga mata uang kripto disebut turun pada Jumat ketika Binance berupaya meyakinkan nasabah bahwa dana mereka tetap aman.

Co-CEO Binance Richard Teng pada Jumat sebelumnya menyebut pembobolan sebagai “serangan kompleks” yang melibatkan laptop yang telah disusupi dan perangkat lunak berbahaya. Ia menjelaskan perangkat lunak tersebut dirancang untuk menghapus bukti aktivitas, sehingga penelusuran dan proses penyelidikan menjadi lebih sulit.

Setelah peretasan terjadi, Binance menghentikan sementara layanan penarikan dana oleh nasabah. Pada Sabtu, perusahaan menyatakan pembukaan kembali penarikan dana berjalan sesuai jadwal dan menargetkan layanan tersebut kembali tersedia pada Minggu.

Binance juga mengumumkan penerbitan laporan terbaru terkait proof of reserves, atau bukti cadangan aset. Melalui laporan tersebut, pengguna dapat memverifikasi secara mandiri bahwa aset mereka didukung oleh cadangan dengan rasio minimal 1:1.

Dengan adanya pernyataan FBI, perhatian beralih pada dugaan keterkaitan Korea Utara dengan operasi pencurian dan pencucian aset, termasuk penggunaan Ethereum sebagai bagian dari proses pengonversian. Sementara itu, Binance menempatkan respon utamanya pada penggantian dana, penjelasan sumber pendanaan, serta upaya pemulihan layanan penarikan dan verifikasi cadangan melalui laporan.