jurnalistik.co.id – Senat Filipina memutuskan memangkas sebagian besar dakwaan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte. Dengan langkah itu, proses persidangan kini menyisakan satu tuduhan, yakni kepemilikan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya.
Keputusan tersebut menandai perubahan signifikan dalam tahapan sidang pemakzulan yang tengah dihadapi Duterte. Fokus pengadilan pemakzulan kemudian diarahkan hanya pada satu dakwaan agar pembahasan perkara lebih sempit.
Dalam persidangan, jaksa penuntut utama Gerville Luistro menyampaikan permintaan agar tiga dari total empat dakwaan terhadap Duterte dihentikan. Setelah pemangkasan dilakukan, senator yang bertindak sebagai hakim pemakzulan tinggal memutus satu tuduhan yang masih dipertahankan.
Langkah ini juga menjadi perhatian politik karena Sara Duterte tengah menyiapkan arah langkahnya menuju pemilihan presiden Filipina pada 2028. Proses hukum tetap berjalan, tetapi ruang perkara yang harus dijawab di meja sidang kini lebih terbatas.
Pemusatan perkara ke satu tuduhan
Sejak Juli, tim penuntut telah menyampaikan rangkaian bukti terkait dugaan pelanggaran yang dituduhkan kepada Duterte. Tuduhan itu mencakup berbagai aspek, mulai dari pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, kepemilikan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, hingga dugaan pelanggaran konstitusi, korupsi, penyuapan, dan kategori pelanggaran berat lainnya.
Di antara dakwaan yang kemudian ditarik, terdapat dugaan penyalahgunaan dana rahasia, dugaan penyuapan, serta ancaman yang disebut diarahkan kepada Presiden Ferdinand Marcos Jr., ibu negara, dan mantan ketua DPR Filipina. Penarikan tiga dakwaan itu membuat keseluruhan persidangan kehilangan beberapa rumpun isu yang sebelumnya menjadi bagian dari klaim penuntut.
Luistro menilai pemusatan perkara pada satu dakwaan akan mempersempit persoalan yang harus dibahas pengadilan. Menurutnya, pendekatan tersebut memberi manfaat praktis bagi Senat sebagai penyelenggara sidang, pihak yang diadili, serta masyarakat yang mengikuti perkembangan proses tersebut.
Berita Terkait
Dari pihak Sara Duterte, keputusan pemangkasan dakwaan dinilai tidak adil. Pengacara Duterte berargumen bahwa pencabutan sejumlah dakwaan membuat pihaknya kehilangan kesempatan untuk menyampaikan pembelaan terhadap tuduhan-tuduhan yang tidak lagi diproses di persidangan.
Sidang pemakzulan tetap lanjut, menunggu putusan atas satu tuduhan
Meskipun sebagian dakwaan dihentikan, proses pemakzulan tidak berhenti dan tetap berjalan. Pengadilan pemakzulan akan melanjutkan agenda sidang dengan satu fokus tuduhan, yaitu kepemilikan kekayaan yang asal-usulnya dinilai tidak dapat dijelaskan.
Pada tahap sebelumnya, pengadilan pemakzulan juga menetapkan aturan mengenai siapa yang ikut diperhitungkan dalam pemungutan suara. Ketentuan tersebut menyatakan bahwa hanya senator yang mengikuti persidangan yang akan diperhitungkan dalam penilaian bersalah atau tidak bersalah atas Duterte.
Penerapan aturan kehadiran tersebut dianggap mempermudah pencapaian dukungan dua pertiga suara yang dibutuhkan agar putusan bersalah dapat dijatuhkan. Dengan demikian, komposisi senator yang mengikuti jalannya sidang menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.
Apabila pada akhirnya Duterte dinyatakan bersalah, konsekuensinya dapat sangat luas. Ia berpotensi kehilangan hak untuk mencalonkan diri dalam jabatan publik, termasuk dalam pemilihan presiden Filipina pada 2028 yang menjadi agenda politiknya.
Dengan pemangkasan tiga dakwaan, persidangan pemakzulan kini memasuki fase yang lebih sempit tetapi tetap menentukan. Semua pihak akan menunggu bagaimana pembuktian dan argumentasi terkait tuduhan kepemilikan kekayaan yang tak dapat dijelaskan asal-usulnya akan berujung pada putusan Senat.
Dengan satu dakwaan yang dipertahankan, proses persidangan berikutnya cenderung berputar pada penilaian rinci mengenai asal-usul kekayaan yang dipersoalkan. Perubahan ini membuat seluruh argumen, baik dari penuntut maupun pihak yang diadili, perlu disusun lebih terarah agar menjawab inti tuduhan yang tersisa.
Di sisi lain, perhatian publik tetap melekat karena putusan yang dihasilkan Senat tidak hanya menyangkut status hukum Duterte, tetapi juga implikasinya terhadap ruang langkah politik ke depan. Sejumlah pihak akan menunggu perkembangan persidangan, terutama bagaimana pembuktian atas tuduhan kepemilikan kekayaan yang dinilai tidak jelas asal-usulnya dapat membentuk kesimpulan akhir.












