jurnalistik.co.id – Zack Polanski memanfaatkan konferensi musim gugur Partai Hijau untuk mendorong pemilih agar memberi tekanan yang lebih besar pada pemerintahan saat ini, dengan harapan perubahan dapat mengarah pada agenda iklim dan kebijakan sosial yang lebih tegas.
Dalam pidatonya di konferensi tahunan partainya, pemimpin Partai Hijau itu menyatakan bahwa pilihan untuk mendukung Partai Hijau dapat “memaksa” Partai Buruh bergerak ke arah yang benar, dengan keyakinan bahwa Partainya memiliki kemampuan untuk mengubah posisi Labour.
Polanski menegaskan bahwa “sustained pressure” dari Partai Hijau telah membuat Labour mengambil langkah perubahan pada sejumlah isu. Ia menyebut, tekanan yang berlangsung mendorong perubahan sikap terkait kebijakan iklim serta sikap Labour terhadap Israel.
Di hadapan aktivis yang berkumpul di Brighton, Polanski juga menyoroti kegagalan Labour dalam urusan perumahan. Ia menyerukan adanya pembatasan tiga tahun untuk menahan kenaikan sewa di sektor rumah sewa swasta, sebagai respons langsung atas kekhawatiran biaya hidup yang membebani masyarakat.
Menurutnya, dukungan untuk Partai Hijau bukan sekadar simbol politik, melainkan mekanisme untuk mengubah arah kebijakan pemerintah. Ia berkata kepada anggota, “Vote Green, and watch Labour move”.
Namun, pidato itu juga disampaikan ketika Polanski menghadapi pertanyaan tentang strategi Partai Hijau menghadapi dinamika kepemimpinan Labour di bawah Andy Burnham. Ia berbicara di tengah tanda-tanda bahwa kenaikan dukungan nasional terhadap Partai Hijau yang sempat terlihat pada tahun lalu mulai mereda.
Polanski memulai sambutannya dengan merayakan lonjakan keanggotaan partainya sejak terpilih sebagai pemimpin satu tahun sebelumnya. Ia menyebut keberhasilan elektoral yang diraih, termasuk ratusan kursi dewan yang diperoleh Partai Hijau pada pemilihan lokal bulan Mei di Inggris.
Dalam pidato setengah jamnya, Polanski tidak menyinggung Konservatif maupun Reform UK. Fokusnya justru berulang kali diarahkan kepada catatan pemerintahan Labour.
Berita Terkait
Ia mengkritik Labour karena membuat “slogans without action” terkait biaya hidup. Polanski kemudian menegaskan bahwa Partainya akan menjadi pihak yang mengakhiri “Rip Off Britain”.
Bagian yang paling tajam, menurut pidato tersebut, adalah kritiknya terhadap rekam jejak Labour di isu perumahan. Ia menuduh Labour gagal menghadapi “powerful vested interests of developers and big landlords”.
Sebagai gantinya, Polanski mendorong pemerintah untuk menerapkan langkah “emergency brake” pada sewa sektor swasta. Ia menjelaskan skema itu akan mencegah kenaikan sewa melewati angka terendah di antara tiga patokan: ukuran inflasi berdasarkan consumer price index, pertumbuhan upah, atau batas 2%, dan kebijakan tersebut berlaku selama tiga tahun.
Polanski kemudian memperluas argumennya pada hubungan sebab-akibat antara tekanan politik dan respons darurat pemerintah. Ia menyatakan, tekanan Partai Hijau ketika menghadapi “inaction” dari pemerintah telah berujung pada keputusan Andy Burnham untuk memanggil rapat darurat COBR pada musim panas ini, di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang tercatat memecahkan rekor.
Selain isu sewa dan respons darurat, Partai Hijau juga mengangkat arah kebijakan fiskal. Polanski menyatakan bahwa Partainya tidak akan “hesitate” untuk memungut pajak terhadap “extreme wealth”. Ia kembali mengulang gagasan pajak atas keuntungan tak terduga atau windfall tax pada keuntungan masa lalu, yang menurutnya juga mendapat dorongan tekanan dari serikat pekerja.
Menjelang akhir pidato, Polanski menanggapi pertanyaan yang, menurutnya, terus muncul di tengah kampanye politik. Ia mempertanyakan, “Now I get asked – isn’t your job done? Isn’t the government doing everything you wanted?”
Ia lalu menjawab dengan menekankan bahwa melalui “sustained pressure” serta “historic wins”, Partai Hijau telah menahan kecenderungan terburuk dari pemerintahan Labour. Ia menegaskan bahwa Partai Hijau “telah mulai” menggerakkan Labour menuju arah yang diinginkan, tetapi ia menolak gagasan bahwa proses bisa berhenti sampai di situ.
Polanski menekankan bahwa perubahan tidak dapat menunggu secara pasif sampai Labour “sampai di sana dengan sendirinya”. Baginya, dorongan politik yang konsisten harus terus dibangun agar keputusan kebijakan yang lebih konkret benar-benar terlaksana—mulai dari perlindungan terhadap biaya perumahan hingga langkah serius terhadap isu iklim.












