jurnalistik.co.id – Pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, akan menggunakan konferensi partainya di Brighton pada Jumat untuk mendorong kebijakan “rem darurat” selama tiga tahun terkait kenaikan sewa rumah di sektor swasta. Ia menempatkan isu perumahan sebagai agenda keadilan antargenerasi.
Dalam pidatonya kepada aktivis partai pada Jumat sore, Polanski akan meminta pemerintah menghentikan kenaikan sewa swasta melewati ambang batas yang “paling rendah” di antara tiga acuan: indeks harga konsumen (CPI) sebagai ukuran inflasi, pertumbuhan upah, atau 2%. Usulan itu berlaku selama tiga tahun.
Menurut Partai Hijau, tekanan dari kubu mereka juga ikut memengaruhi Partai Buruh untuk mengubah arah politik pada sejumlah isu. Konferensi yang digelar di Brighton disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah partai tersebut, setelah keanggotaan Partai Hijau “tiga kali lipat” sejak Polanski terpilih sebagai pemimpin sekitar setahun lebih lalu.
Dalam ceramah tersebut, Polanski menyoroti bagaimana berbagai generasi dipaksa bertahan bersama orang tua karena harga sewa. Ia akan mengaitkannya dengan pengalaman kelompok usia yang berbeda, mulai dari mereka yang berangkat ke kampus di usia 19 tahun, pencari kerja usia 25 tahun, hingga pasangan yang kembali tinggal bersama orang tua pada usia 35 tahun.
Polanski juga menyampaikan kritik langsung terhadap mekanisme kenaikan sewa. Ia diharapkan mengatakan, “For too long, landlords have been able to hike prices way beyond wages, leaving renters forced to meet the cost to keep a roof over their heads, cutting back and back and back on everything else.”
Ia menilai perlambatan kenaikan sewa akan memberi “vital breathing space” bagi penyewa, sekaligus menyediakan waktu bagi pemerintah membentuk skema nasional “Fair Rents Guarantee” agar sewa tetap terjangkau untuk masa depan. Dengan kata lain, fokusnya bukan hanya menahan laju kenaikan, tetapi juga menyiapkan kepastian kebijakan jangka panjang.
Sebagai konteks, pemerintah sebelumnya telah memperkenalkan Renters’ Rights Act. Regulasi itu menetapkan bahwa tuan tanah hanya dapat menaikkan sewa setahun sekali, dengan acuan tarif pasar terbuka properti tersebut. Aturan ini juga membuat perjanjian sewa bersifat mengalir, bukan tetap untuk jangka waktu tertentu, serta mempersulit proses penggusuran penyewa.
Meski begitu, Polanski diperkirakan akan berpendapat kebijakan tersebut belum cukup untuk mengakhiri “fear and uncertainty” yang dialami jutaan penyewa rumah di Inggris. Data ONS mencatat rata-rata sewa bulanan sektor privat naik 3,5% menjadi £1.377 dalam 12 bulan hingga Januari 2026.
Pihak Institute for Fiscal Studies sebelumnya juga pernah memperingatkan bahwa kontrol sewa, yang sudah lama menjadi kampanye Partai Hijau, berpotensi menimbulkan “unintended consequences”. Salah satu risiko yang disebut adalah permintaan yang melampaui pasokan di pasar sewa.
Berita Terkait
Tekanan politik lintas isu dan jadwal Pemilu
Konferensi Partai Hijau digelar setelah partai memperoleh ratusan kursi dewan pada pemilihan lokal di Inggris awal tahun ini. Selain itu, partai juga mengantongi anggota parlemen kelima, Hannah Spencer, melalui pemilihan sela Makerfield.
Sementara itu, ada sinyal bahwa kenaikan dukungan Partai Hijau di jajak pendapat nasional mulai melambat dalam beberapa bulan terakhir. Partai juga menghadapi pertanyaan mengenai bagaimana merespons perubahan kepemimpinan Partai Buruh di bawah Andy Burnham.
Sejak Burnham menjadi perdana menteri, Partai Buruh dikatakan telah menggeser sikap pada sejumlah bidang. Rachel Millward, co-deputy leader Partai Hijau, dalam wawancara sebelum konferensi menyatakan Partai Buruh kini “rhetorically, on a much more similar ground” dibanding posisi Partai Hijau.
Millward menyebut beberapa contoh yang termasuk langkah Burnham menuju reformasi elektoral. Dalam isu ini, Partai Hijau sudah lama menuntut perubahan sistem pemilihan di Westminster, sekaligus membuka jalan bagi hubungan masa depan yang lebih dekat dengan Uni Eropa.
Partai Buruh juga mengumumkan sanksi terhadap pemukiman Israel di Tepi Barat yang dinilai melanggar hukum internasional, serta membuka kembali skema untuk relokasi pengungsi. Polanski mengklaim langkah-langkah tersebut merupakan hasil dari tekanan politik elektoral yang diterapkan Partai Hijau terhadap Partai Buruh.
Namun, agenda konferensi berpotensi menjadi tantangan bagi Polanski karena ia mencalonkan diri untuk Partai Hijau pada pemilihan sela Holborn and St Pancras pekan depan. Pemilihan sela tersebut dipicu oleh keputusan Sir Keir Starmer untuk meninggalkan parlemen.
Polanski mengatakan pekan lalu bahwa ia berencana kembali “straight back” ke kursi London Tengah tersebut setelah pidato pemimpin partai. Bahkan ia meminta aktivisnya meninggalkan konferensi selama akhir pekan agar bisa membantu kampanyenya.
Apabila menang, Partai Hijau akan memperoleh kursi pertamanya di ibu kota. Meski demikian, kemenangan itu juga membutuhkan kemampuan untuk menumbangkan mayoritas besar Partai Buruh dari pemilihan terakhir pada 2024.





