jurnalistik.co.id – Qarrar Firhand tengah mematangkan persiapan menjelang debut resminya di British Formula 4 Championship. Kejuaraan tersebut akan berlangsung pada akhir Juli 2026, setelah ia menutup karier karting dengan raihan gelar juara WSK Euro Series 2026.
Di ajang karting, Qarrar tercatat menjadi pebalap Indonesia pertama yang menjuarai WSK Euro Series 2026 kategori OK. Prestasi itu diraihnya setelah pada putaran final di Cremona Circuit, Italia, ia finis di posisi kedua, sebelum akhirnya keluar sebagai juara.
Bersama tim Ward Racing, Qarrar kini berfokus pada transisi dari gokart ke mobil formula yang memiliki karakter sangat berbeda. Baginya, proses adaptasi tidak bisa instan, karena setiap sesi tes menjadi ruang belajar yang menentukan.
Adaptasi mobil Formula 4
Qarrar menilai perbedaan paling terasa datang dari bobot dan cara mobil merespons tiap lintasan. Ia menekankan bahwa pembelajaran dilakukan terus-menerus, track demi track, melalui pengujian di setiap kesempatan.
“Pertama dari F4, mobilnya sama gokart kan beda banget. Ini pasti belajarnya setiap track pasti more testing lebih bagus, lebih bagus. Tapi ya mobilnya kan jauh lebih berat daripada gokart. Gokart kan maksimal itu 70, 90 kilo, kalau F4 bisa 600 kiloan, jadinya beda banget. Ya pasti dari semua track yang aku belajar, pasti setiap testing, setiap tes, setiap pasti belajar selalu dikit-dikit,” kata Qarrar, Minggu (12/7/2026).
Meski masih menjalani musim perdananya, target Qarrar sudah jelas. Ia ingin berkompetisi maksimal dengan tetap membuka peluang untuk meraih podium, bahkan jika situasinya memungkinkan, ia berharap bisa berpeluang menang.
Berita Terkait
“Udah pasti mau coba podium atau kalau bisa menang. Tapi setiap balapan, setiap testing aku kalau bisa learning. Itu selalu improve sama improve,” katanya.
Pola pikir tersebut tercermin dalam cara ia memandang balapan dan sesi uji coba sebagai proses berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan performa tidak hanya bergantung pada satu momen, melainkan akumulasi dari evaluasi yang dilakukan setelah setiap putaran.
Latihan fisik untuk tuntutan Formula 4
Selain menyesuaikan gaya mengemudi, Qarrar juga meningkatkan porsi latihan fisik. Ia menyoroti bahwa balap Formula 4 berdurasi lebih panjang dan melibatkan tekanan gravitasi yang lebih besar dibandingkan karting.
Ia menyebut balapan Formula 4 berlangsung 30 menit lebih, sehingga kebutuhan kebugaran dan daya tahan menjadi prioritas. Karena itu, program latihannya dirancang untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil selama balapan sekaligus mendukung proses latihan intensif.
“Buat physically sekarang aku lagi banyakin kardio, karena Formula 4 itu kardionya lebih kepakai, kan balapannya itu 30 menit lebih. Ya pasti kardio sekarang jadi main priority. Tapi aku kardio seminggu bisa 4 kali, 5 kali lari, lari, sepeda. Kalau juga aku juga gym biasa seminggu 6 kali, 5 kali. Aku jadinya juga buat lehernya, G-forces-nya, sama tangan semuanya jadinya pasti itu coba,” kata Qarrar.
Dari penjelasan tersebut, tampak bahwa ia tidak hanya menyiapkan daya tahan, tetapi juga memperhatikan bagian tubuh yang terpapar gaya saat mobil melaju di kecepatan tinggi. Latihan untuk leher, termasuk respons terhadap G-forces, menjadi bagian penting untuk menghadapi karakter balap yang menuntut konsentrasi dan kontrol lebih lama.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Qarrar berharap bisa beradaptasi secepat mungkin terhadap mobil Formula 4. Ia juga menargetkan penampilan yang kompetitif pada musim debutnya di British Formula 4 Championship, dengan tetap menjadikan tiap sesi sebagai bahan perbaikan yang nyata.









