Politik & Parlemen

Surya Paloh Mengenang Rachmat Gobel: Pengusaha, Mantan Mendag, dan Sosok yang Mudah Bergaul

×

Surya Paloh Mengenang Rachmat Gobel: Pengusaha, Mantan Mendag, dan Sosok yang Mudah Bergaul

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Surya Paloh Kenang Rachmat Gobel sebagai Sosok Pekerja Keras dan Mudah Bergaul

jurnalistik.co.id – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengenang Rachmat Gobel sebagai sosok yang dikenal sebagai pekerja keras, sekaligus mudah bergaul semasa hidupnya.

Surya menyampaikan hal itu saat ditemui di kediaman Rachmat Gobel, Tebet, Jakarta, pada Jumat (10/7/2026). Ia menuturkan Gobel juga merupakan kader Partai Nasdem yang sempat menjalankan sejumlah peran penting di parlemen.

Surya menggarisbawahi rekam jejak Gobel di lingkungan Nasdem dan pemerintahan. Ia mengatakan, “Selama berada di Partai Nasdem, beliau telah mendapatkan kesempatan kepercayaan menjadi wakil ketua dewan perwakilan rakyat kita, sekaligus juga pernah menjabat Menteri Perdagangan di Republik ini. Ya dia pekerja keras, dia mudah bergaul dan saya merasa kehilangan seorang adik,” kata Surya.

Dalam kesempatan itu, Surya turut menekankan bahwa kedekatan personal dan cara Gobel bergaul menjadi bagian dari ingatannya. Menurutnya, sosok tersebut meninggalkan kesan yang kuat sebagai figur yang aktif dan membangun relasi.

Di luar kiprah politiknya, Surya Paloh juga menilai Rachmat Gobel memiliki kontribusi dalam menjaga hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Ia menyebut, latar belakang pendidikan Gobel di Jepang kerap membuka ruang bagi komunikasi lintas pihak.

Kontribusi untuk hubungan RI–Jepang

Surya menjelaskan bahwa Gobel memperoleh mandat khusus untuk menjaga hubungan dan komunikasi di antara kedua negara. Pernyataan itu ia kaitkan dengan jaringan dan akses yang terbangun melalui pengalaman pendidikan di Jepang.

“Karena latar belakang pendidikannya lama di Jepang. Jadi banyak para sahabat tokoh-tokoh senior pemerintahan, wirausaha di Jepang yang terjaga sedemikian rupa baik untuk mendapatkan informasi seobjektif mungkin tentang perkembangan dan kemajuan yang ada di negeri kita ini,” tutur Surya. Ia memandang informasi yang didapat secara langsung tersebut membantu memetakan kemajuan dan perkembangan yang relevan bagi Indonesia.

Surya juga menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Rachmat Gobel. Ia menggambarkan kepulangan Gobel sebagai peristiwa yang dirasakan begitu mendadak bagi keluarga, partai, dan para sahabat.

“Ya, hari ini kita, baik saya, saya pribadi, keluarga, dan keluarga besar Nasdem dan para sahabat almarhum Bung Rachmat Gobel amat sangat merasa berduka cita ya, karena kepulangan beliau yang begitu mendadak,” ucap Surya. Pernyataan itu mempertegas bahwa kehilangan yang dirasakan tidak hanya bersifat kelembagaan, tetapi juga personal.

Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.20 WIB. Jenazah direncanakan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, sementara saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan.

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962. Ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus politikus, dan selama periode DPR 2024-2029 menjabat sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Nasdem di Komisi VI DPR serta anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Retno Damayanti, dua anak yakni Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, beserta cucu-cucu dan keluarga besarnya. Bagi Surya Paloh, jejak kerja Gobel dan cara bergaulnya menjadi bagian penting dari memori yang ditinggalkan, sekaligus pengingat atas kontribusi yang pernah ia berikan dalam ruang-ruang politik maupun hubungan internasional.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Gobel di Tebet, Surya menuturkan bahwa ingatan tentang almarhum tidak terlepas dari cara Gobel membangun kedekatan. Menurutnya, relasi yang ia jalin semasa hidup turut meninggalkan kesan kuat bagi lingkungan sekitarnya.

Surya juga menyinggung rangkaian proses duka yang menyertai kepulangan Rachmat Gobel. Ia menyampaikan bahwa jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan, sebelum kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Di bagian lain, Surya mengaitkan penugasan Gobel dalam menjaga komunikasi kedua negara dengan pengalaman pendidikannya di Jepang. Ia menilai jaringan yang terbangun dari lingkungan tersebut memberi akses pada informasi yang dinilai seobjektif mungkin mengenai perkembangan dan kemajuan yang relevan bagi Indonesia.