Olahraga

Ortola Juara Moto2 Jerman 2026, Mario Aji Gagal Finis dan Peringkat 27

×

Ortola Juara Moto2 Jerman 2026, Mario Aji Gagal Finis dan Peringkat 27

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hasil Klasemen Moto2 2026, Mario Aji Tertahan di Posisi 27

jurnalistik.co.id – Sachsenring, Jerman, menjadi tempat penentuan hasil Moto2 pekan ini pada Minggu (12/7/2026). Dari balapan tersebut, Ivan Ortola keluar sebagai pemenang, sementara persaingan di papan atas klasemen makin jelas terlihat.

Pada saat balapan berlangsung, Mario Aji harus menghadapi momen sulit. Pebalap Indonesia itu terjatuh saat lomba baru memasuki lap kesepuluh, tepatnya di tikungan ketiga Sachsenring.

Akibat insiden itu, Aji gagal menyelesaikan balapan. Dalam klasemen sementara Moto2 2026, ia tetap tercatat mengoleksi 3 poin dan bertahan di posisi 27.

Kegagalan finis tersebut membuat langkah Aji tidak berkembang pada rangkaian balapan kali ini. Namun, perolehan 3 poin yang masih tersisa tetap menjadi penanda bahwa kiprahnya di musim berjalan belum benar-benar hilang dari perhitungan klasemen.

Manuel Gonzalez masih kokoh di puncak

Di bagian teratas klasemen sementara, Manuel Gonzalez menempati peringkat pertama dengan 195.5 poin. Posisi ini menunjukkan bahwa konsistensi pebalap asal Spanyol tersebut masih menjadi acuan utama dalam perebutan gelar.

Di bawah Gonzalez, Izan Guevara mengamankan posisi kedua dengan 144 poin. Jarak poin keduanya menggambarkan bahwa persaingan di papan atas belum terlalu rapat, meski masih ada ruang bagi perubahan pada putaran-putaran berikutnya.

Senna Agius berada di peringkat ketiga dengan 136 poin. Sementara itu, David Alonso menempel di urutan keempat dengan torehan 116 poin, menyusul setelah balapan Moto2 Jerman yang juga memberi dampak pada susunan klasemen.

Rangkaian peringkat selanjutnya memperlihatkan bahwa beberapa nama tetap bertahan di kelompok atas. Daniel Holgado berada di posisi kelima dengan 115 poin, Ivan Ortola di peringkat keenam dengan 113.5 poin, lalu Celestino Vietti menempati urutan ketujuh dengan 109 poin.

Setelah itu, F. Salac mengisi posisi kedelapan dengan 83 poin. Alonso Lopez berada di urutan kesembilan dengan 57 poin, sedangkan C. Viejer menutup daftar sepuluh besar dengan 55.5 poin.

Bagi Mario Aji, posisi 27 menjadi hasil yang harus segera dievaluasi menjelang balapan berikutnya. Dengan kecelakaan yang terjadi di lap kesepuluh pada tikungan ketiga, momen itu menjadi penentu yang membuat peluang tambahan poin tidak sempat terwujud.

Di sisi lain, hasil balapan di Sachsenring turut menegaskan dominasi pebalap-pebalap utama di klasemen Moto2 2026. Persaingan di bagian atas masih dipimpin Gonzalez, sementara perubahan di barisan tengah dan bawah klasemen akan terus dipengaruhi oleh hasil tiap akhir pekan.

Dengan Ivan Ortola sebagai pemenang balapan, perhatian kini beralih pada bagaimana para kandidat di papan atas mempertahankan atau memperbaiki posisi mereka. Sementara itu, Mario Aji perlu memastikan perbaikan strategi dan kontrol balapan agar insiden seperti yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) tidak terulang di seri berikutnya.

Hasil di Sachsenring juga memberi gambaran bagaimana momentum bisa berubah cepat selama akhir pekan. Ketika balapan baru memasuki lap kesepuluh, momen yang berawal dari insiden kecil dapat langsung menentukan apakah seorang pebalap mampu mengunci finis atau tidak. Untuk Mario Aji, pelajaran itu menjadi bagian penting dari evaluasi setelah ia tetap berakhir dengan tambahan 3 poin.

Di sisi klasemen, akhir pekan Moto2 Jerman memperjelas pola persaingan di papan atas. Manuel Gonzalez masih menjaga posisi pertama dengan 195.5 poin, sementara para pesaing terdekat seperti Izan Guevara dan Senna Agius berada pada jarak yang cukup jelas. Kondisi ini membuat perubahan terbesar kemungkinan tidak datang dari satu hasil saja, melainkan dari rangkaian akhir pekan yang konsisten.

Kemenangan Ivan Ortola memang mengangkat sorotan, namun daftar peringkat tetap menunjukkan bahwa perebutan gelar masih ditopang konsistensi. Dengan Ortola tercatat di posisi keenam pada 113.5 poin, perhatian kemudian beralih pada apakah para kandidat mampu memanfaatkan putaran berikutnya untuk memperkecil jarak atau setidaknya mempertahankan posisi. Bagi Aji, fokusnya adalah memastikan kontrol balapan lebih stabil agar peluang poin tidak kembali tertahan.