Hukum & Kriminal

Diduga Emosi Meluap, Sopir Angkot Rusak Mobil Pengendara di Bekasi Selatan saat Macet

×

Diduga Emosi Meluap, Sopir Angkot Rusak Mobil Pengendara di Bekasi Selatan saat Macet

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Diduga Emosi Gagal Salip Antrean, Sopir Angkot Rusak Mobil Pengendara di Bekasi

jurnalistik.co.id – Seorang pengendara mobil di Bekasi Selatan diduga menjadi korban perusakan saat antrean kendaraan macet. Insiden tersebut terjadi ketika mobilnya sedang membawa istri dan anak.

Peristiwa ini bermula di sekitar Jembatan Kemang Pratama, tepatnya ketika arus lalu lintas tersendat akibat pekerjaan jalan. Dalam situasi yang padat, terjadi perselisihan antara korban dan sopir angkutan kota (angkot).

Kepala Seksi Humas Polsek Bekasi Selatan Aiptu Parlin menjelaskan korban berinisial N (34) yang mengemudikan Suzuki XL7 berwarna merah oranye bersama keluarga. Parlin menyampaikan, “Pada saat korban bersama keluarga sedang mengemudikan mobil Suzuki XL7 warna merah oranye dalam situasi macet karena ada pekerjaan jalan di sekitar Jembatan Kemang Pratama,” kata Parlin saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/7/2026).

Menurut Parlin, angkot trayek K-02 dengan nomor polisi B-1761-VY kemudian berupaya memotong antrean dari sisi kiri jalan guna mendahului mobil korban. Upaya tersebut memicu ketegangan di tengah kondisi jalan yang sedang tersendat.

Setelah angkot berhenti, sopir diduga turun dari kendaraannya dan terlibat cekcok dengan korban. Parlin menyebut pelaku kemudian mengambil sebuah pot bunga, lalu meletakkannya di depan mobil korban sehingga kendaraan tidak bisa melaju. Pada saat yang sama, angkot disebut dapat lebih dulu melintas.

Setelah kejadian pertama, sopir angkot diduga kembali menghentikan kendaraannya di depan Perumahan Delta Pekayon. Pelaku kemudian menghadang mobil korban sambil memprovokasi angkot lain yang melintas.

Dalam uraian polisi, tindakan itu berlangsung ketika pelaku diduga berada dalam keadaan emosi. Parlin mengatakan, “Pelaku berhenti lalu turun menghalangi mobil korban sambil memprovokasi angkot yang lain. Dalam keadaan emosi, pelaku memukul ke arah korban, mengenai talang pintu mobil hingga pecah, lalu mendorong pintu korban hingga penyok,” ujar Parlin.

Dari kejadian tersebut, mobil korban mengalami kerusakan pada talang pintu sebelah kanan sisi pengemudi yang pecah serta pintu kanan yang penyok. Selain kerugian materi, korban melaporkan bahwa istri dan anaknya mengalami trauma psikologis sebagai dampak dari insiden tersebut.

Insiden ini juga sempat menjadi perhatian setelah video yang diunggah di Instagram @reset.feeds memperlihatkan cekcok antara pengemudi dan sopir angkot di kawasan Bekasi. Dalam narasi video tersebut, perselisihan disebut berawal dari dugaan sopir angkot gagal menyerobot antrean kendaraan, lalu keduanya sempat terlibat adu fisik sebelum akhirnya dilerai warga.

Di dalam tayangan itu, kondisi mobil korban turut terlihat mengalami baret dan penyok. Polisi menyebut hingga berita ini ditayangkan, kasus masih diselidiki dan pihak kepolisian memburu sopir angkot yang diduga melakukan perusakan terhadap mobil korban.

Petugas juga mengaitkan peristiwa ini dengan faktor kemacetan di area proyek jalan yang membuat kendaraan sulit bergerak. Ketika ketegangan meningkat, tindakan di lokasi justru berujung pada kerusakan kendaraan dan gangguan psikologis bagi anggota keluarga korban.

Uraian tersebut menegaskan bahwa ketegangan tidak berhenti pada satu momen. Setelah peristiwa awal yang membuat kendaraan korban tidak bisa melaju, sopir angkot kembali menghentikan kendaraan di sekitar Perumahan Delta Pekayon. Di lokasi berikutnya, korban diduga kembali menghadapi upaya menghadang sekaligus provokasi agar angkot lain ikut terlibat dalam situasi keributan di jalan.

Polisi juga mencatat dampak perusakan dari kejadian itu secara lebih spesifik pada bagian mobil. Kerusakan yang dilaporkan mencakup talang pintu di sisi kanan pengemudi yang pecah serta pintu kanan yang mengalami penyok. Selain kerugian materi, korban menyampaikan bahwa istri dan anak ikut mengalami dampak psikologis setelah insiden yang terjadi ketika mobil sedang membawa keluarga di tengah antrean.

Pada sisi lain, perhatian publik sempat meningkat setelah video yang diunggah akun Instagram @reset.feeds menampilkan perselisihan pengemudi dan sopir angkot di kawasan Bekasi. Dalam tayangan tersebut, konflik digambarkan berawal dari dugaan perselisihan terkait antrean, kemudian berujung adu fisik sebelum dilerai warga. Hingga saat ini, pihak kepolisian menyatakan kasus masih diselidiki serta memburu pihak yang diduga melakukan perusakan terhadap mobil korban.