Otomotif

Pedro Acosta Masih Penasaran Juara setelah 13 Kali Podium di MotoGP

0
×

Pedro Acosta Masih Penasaran Juara setelah 13 Kali Podium di MotoGP

Sebarkan artikel ini
13 Kali Podium di MotoGP, Pedro Acosta Masih Penasaran Juara Otomotif 8 Juni 2026
Ilustrasi: 13 Kali Podium di MotoGP, Pedro Acosta Masih Penasaran Juara

jurnalistik.co.id – Pedro Acosta kembali harus mengubur target meraih kemenangan perdana di kelas utama MotoGP. Di MotoGP Hongaria 2026, pebalap Red Bull KTM Factory Racing itu finis di posisi kedua, tepat di belakang Marc Marquez.

Hasil ini menegaskan konsistensi Acosta sejak debutnya di musim 2024 bersama KTM (Tech3). Dengan torehan tersebut, ia sudah mengoleksi 13 kali podium di kelas para raja.

Meskipun catatan podium terus bertambah, podium tertinggi yang berarti juara seri masih terasa seperti teka-teki yang belum terjawab hingga musim ketiganya ini. Acosta, yang kini membela tim pabrikan KTM, tetap mengincar kemenangan yang belum juga datang.

Menanggapi balapan di Hongaria, Acosta menyampaikan rasa puas atas peningkatan performa motornya, KTM RC16. Ia juga menilai jalannya balapan utama jauh lebih kompetitif dibandingkan Sprint Race sehari sebelumnya.

“Cukup senang dengan hasilnya (finis podium dua Race MotoGP Hongaria), hari ini lebih kompetitif dibandingkan saat Sprint,” ujar Acosta dikutip dari laman resmi MotoGP, Minggu (7/6/2026).

Acosta mengaku sempat memimpin di awal balapan. Namun, ia juga menegaskan ada kesalahan dalam penentuan strategi ban, terutama saat berusaha mempertahankan ritme menghadapi Marquez.

“Senang dengan performanya, kita sedikit miss untuk maintain the pace dengan Marc. Tapi memang benar, strategi dengan ban agak kurang tepat,” kata dia.

Dalam penjelasannya, pemilihan ban belakang tipe soft pada balapan utama disebut Acosta didasarkan pada data sesi latihan hari Jumat. Setelah merasa kurang cocok dengan kompon medium, ia memilih mengambil risiko dengan menggunakan ban yang menurutnya memberikan rasa berkendara terbaik pada fase awal balapan.

“Saya senang dengan pilihan ban saya ( soft ). Saat awal saya bisa buat gap yang bagus dengan Marc. Tapi akhirnya mulai hilang kestabilan, tapi ya tetap senang,” ucap Acosta.

Ketika balapan berjalan, momen krusial datang di pertengahan lomba. Acosta menjelaskan bahwa performa ban belakangnya mulai menurun, lalu Marquez memanfaatkan situasi untuk merebut posisi terdepan.

Begitu Marquez berhasil menyalip dan memimpin, Acosta mengakui ia kesulitan untuk kembali menempel. Bagi pebalap berjuluk Hiu dari Mazarron itu, adu kecepatan tersebut menjadi pelajaran berharga dalam upayanya bersaing dengan pebalap pabrikan Ducati.

“Saat dia menyalip saya, dia langsung kabur. Memang banyak salip-menyalip yang bagus, pengalaman yang sangat berharga untuk saya ( fight dengan Marc),” tuturnya.

Meski kemenangan perdana yang diidam-idamkan sejak tahun pertamanya belum juga datang, juara dunia Moto2 2023 ini memilih tidak larut dalam kekecewaan. Ia menyatakan akan terus berjuang dan segera mengalihkan fokus pada seri balapan berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Acosta juga menekankan pentingnya hiburan yang tersaji bagi para penggemar. Ia menyebut banyak aksi salip-menyalip yang terjadi selama balapan, sekaligus menegaskan tekadnya untuk tidak menyerah.

“Tapi kami senang bisa menunjukkan tontonan yang luar biasa untuk fans. Banyak aksi salip-menyalip yang seru, semua bisa lihat kalau saya tidak akan menyerah. Kita akan coba lagi di Brno,” kata Acosta.

Bagi Acosta, tantangan sekarang adalah mengubah rangkaian podium menjadi kemenangan yang benar-benar mengunci gelar juara seri. Dengan dasar data yang sudah ia gunakan untuk menentukan strategi ban, ia tampaknya tinggal menyempurnakan keputusan taktis agar ritme saat menekan Marc Marquez dapat bertahan sepanjang balapan.

Keputusan strategi ban, kesiapan menjaga kestabilan ban belakang, dan kemampuan merespons ketika lawan sudah menambah kecepatan menjadi titik yang disorot dari balapan ini. Meski berada di posisi kedua, perjalanan Acosta tetap menunjukkan daya saing yang konsisten.

Kini, ia membawa hasil di MotoGP Hongaria 2026 sebagai modal untuk melangkah ke seri berikutnya. Acosta menegaskan, fokus langsung diarahkan ke balapan selanjutnya di Brno, dengan target yang sama: meraih kemenangan perdana yang hingga saat ini masih belum tercapai.