jurnalistik.co.id – Balapan Moto3 Jerman 2026 di SACHESNRING berjalan dengan dinamika yang cepat, terutama di bagian tengah lomba ketika beberapa insiden mengubah ritme persaingan.
Kontestan asal Indonesia, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia, akhirnya menyudahi balapan pada posisi ke-8. Meski memulai dari urutan ke-13, ia mampu menjaga laju dan memulihkan posisinya hingga akhir.
Sejak awal, Brian Uriarte tampil dominan setelah start dari posisi terdepan, langsung memimpin balapan dan memberi jarak kepada rombongan di belakang. Momentum itu membuat Uriarte memegang kendali lomba dari waktu ke waktu.
Veda memulai dengan cukup meyakinkan untuk ukuran start di barisan tengah. Posisinya sempat turun, tetapi ia kemudian bergerak naik dan pada fase awal balapan berhasil melewati Casey O’Gorman hingga kembali berada di posisi ke-13.
Memasuki lap ketiga, lomba sempat diwarnai insiden yang melibatkan empat pebalap. Beberapa pebalap meluncur ke gravel dan ada yang terjatuh, tetapi insiden tersebut tidak mengganggu Veda secara langsung sehingga ia tetap melanjutkan balapan tanpa kehilangan momentum besar.
Di lap keempat, Veda berada di urutan ke-14. Pada lap keenam, ia berangsur membaik ke posisi ke-13, dengan pendekatan yang terlihat lebih terukur dibanding seri-seri sebelumnya, saat ia menunggu celah untuk menekan lawan.
Pada akhir lap ketujuh, Veda mulai melancarkan serangan. Ia kemudian naik ke posisi ke-11, hanya selangkah dari ambang 10 besar, sebelum memasuki fase yang lebih intens.
Lap kedelapan menjadi babak penting karena terjadi kecelakaan yang tergolong cukup parah, melibatkan dua pebalap, salah satunya Adrián Cruces. Bendera kuning dikibarkan, dan dalam kondisi tersebut posisi Veda ikut terdongkrak menjadi urutan ke-9.
Berita Terkait
Tekanan juga datang dari persaingan di barisan depan. Uriarte masih memimpin dan ditempel ketat Máximo Quiles dari CFMOTO Aspar Team dengan jarak sekitar 0,5 detik, sementara Veda terus mencari waktu untuk menambah kecepatan pada bagian tengah lintasan.
Pada lap kesebelas, Veda yang terus menekan akhirnya menembus lebih jauh. Ia berhasil berada di posisi ke-7 setelah menyalip Adrián Fernández dari Leopard Racing.
Namun, perubahan tidak berjalan mulus. Pada lap berikutnya, posisi Veda merosot ke urutan ke-9, sebelum akhirnya terjadi momen yang menguntungkan ketika ada pebalap di depan keluar jalur. Dari situ, Veda naik ke posisi ke-8.
Seiring jalannya balapan, Veda tetap berada dalam kelompok terdekat. Setengah balapan berlalu ketika ia masih menempel di posisi ke-8 pada lap ke-14.
Pada lap ke-15, terjadi pergantian di pucuk lomba. Quiles mampu menikung Uriarte dan mengambil alih posisi pertama, tetapi keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena pada lap ke-16 Uriarte kembali mengambil alih pimpinan lomba.
Menjelang penutup balapan, Veda menghadapi perubahan posisi yang mengikuti dinamika persaingan. Dalam sisa lima lap, ia turun ke posisi ke-9; pada sisa empat lap kembali melorot ke urutan ke-10; dan pada sisa tiga lap ia sempat berada di posisi ke-12.
Meski sempat tertahan di belakang, Veda mampu mengakhiri balapan dengan lompatan ke depan. Ia akhirnya finis pada urutan ke-8, menutup lomba dengan hasil yang sekaligus mengoreksi startnya dari posisi ke-13.
Secara keseluruhan, Uriarte keluar sebagai juara di Moto3 Jerman 2026, sementara Quiles dari CFMOTO Aspar Team menjadi pesaing terdekat. Veda Ega Pratama—pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta—menegaskan kemampuannya untuk konsisten bergerak naik dari pertengahan lomba hingga melewati garis finis di delapan besar.












