Olahraga

John Herdman Susun Rotasi Pemain Timnas Indonesia untuk ASEAN Championship 2026

×

John Herdman Susun Rotasi Pemain Timnas Indonesia untuk ASEAN Championship 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rencana Rotasi John Herdman untuk Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026

jurnalistik.co.id – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memaparkan pertimbangan di balik keputusan merotasi beberapa pemain ketika menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A ASEAN Championship 2026 yang juga dikenal sebagai Piala AFF 2026.

Pertandingan Indonesia vs Kamboja digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Senin (27/7/2026) malam WIB, dan berakhir dengan kemenangan 5-1 untuk skuad Garuda. Meski Indonesia sudah unggul 3-0 pada babak pertama, Herdman tetap mengatur perubahan komposisi begitu babak kedua mulai.

Pada awal babak kedua, Herdman melakukan penggantian untuk Marc Klok dan Ivar Jenner. Keduanya ditarik, lalu posisi digantikan oleh Kadek Agung serta Egy Maulana Vikri.

Rotasi berikutnya kembali terjadi pada menit ke-58. Beckham Putra dan Mitchell Baker keluar lapangan untuk memberi kesempatan kepada Saddil Ramdani serta Jens Raven.

Perubahan susunan pemain masih berlanjut di menit ke-70. Kali ini, Brian Fatari dimasukkan untuk menggantikan Shayne Pattynama.

Herdman menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut bukan keputusan dadakan menjelang pertandingan, melainkan telah dipersiapkan sejak awal turnamen. Menurutnya, pendekatan rotasi sangat berkaitan dengan kondisi para pemain yang pada periode ini masih berada dalam fase pramusim.

“Saya mulai dari soal rotasi pemain,” ujar John Herdman. Ia menegaskan, karena turnamen berjalan, kesiapan fisik para pemain belum sepenuhnya memungkinkan untuk bermain penuh secara beruntun dalam durasi panjang seperti 90 menit.

Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar pemain belum menjalani menit bermain penuh selama 90 menit dalam waktu yang lama, sehingga pelatih perlu menyiasati agar beban pertandingan bisa dikelola.

Fokus menjaga kebugaran dan menekan risiko cedera

Herdman memaparkan bahwa tim pelatih berupaya memerhatikan kondisi masing-masing pemain selama kompetisi berlangsung. Ia menyebut ada pemain yang baru pulih dari cedera, sementara pemain lainnya belum mendapatkan banyak kesempatan bermain karena belum memiliki klub.

Dalam konteks tersebut, menurut Herdman, memainkan sejumlah pemain sampai 90 menit juga menjadi pekerjaan tersendiri yang menuntut perhatian ekstra. Ia memandang mendorong pemain seperti Rizky Ridho, Donny Tri Pamungkas, Sandy Walsh, hingga Thom Haye untuk tampil penuh pada malam itu merupakan usaha yang luar biasa.

Di sisi lain, pemain lain tetap dirotasi secara terencana agar menit bermain mereka bertambah dan kebutuhan kebugaran tetap terjaga. Herdman menekankan bahwa rotasi dilakukan sebagai bagian dari manajemen tim, bukan sekadar mengganti pemain karena alasan sesaat.

Dengan kemenangan 5-1 itu, Herdman menunjukkan strategi yang menggabungkan hasil pertandingan dengan perencanaan jangka pendek untuk menjaga ritme para pemain. Rotasi yang ia lakukan di babak kedua menjadi cerminan dari rencananya sejak awal turnamen, sekaligus upaya menyeimbangkan performa dan kondisi fisik skuad.

Menurut Herdman, pergantian yang dilakukan selama laga juga dimaksudkan agar staf pelatih bisa terus memantau respons pemain terhadap intensitas pertandingan. Dengan cara itu, evaluasi kondisi dapat dilakukan secara bertahap, sekaligus memastikan strategi permainan tetap berjalan tanpa memaksa pemain pada batas maksimum.

Ia menilai periode yang dialami skuat pada fase pramusim membuat pembagian menit menjadi bagian penting dari persiapan turnamen. Sebab, kemampuan untuk menjaga daya tahan hingga durasi penuh 90 menit tidak selalu langsung sama untuk setiap pemain, sehingga pelatih perlu mengatur ritme dan waktu tampil.

Herdman juga menyoroti variasi kebutuhan di dalam skuad. Ada pemain yang baru pulih dari cedera dan memerlukan kontrol beban, sementara pemain lain belum mendapat akumulasi menit bermain yang lama karena belum memiliki klub. Di tengah kebutuhan tersebut, rotasi yang terjadi dari babak kedua hingga pergantian berikutnya pada menit-menit kunci menjadi langkah untuk menjaga kebugaran serta menekan risiko cedera.