jurnalistik.co.id – Delapan pria didakwa terkait penyelidikan eksploitasi seksual anak secara historis yang ditangani Gwent Police, dalam rangkaian perkara yang disebut Operation Oak.
Gwent Police menyebut operasi ini merupakan penyelidikan yang rumit dan telah berlangsung lama terkait eksploitasi seksual berbasis kelompok di wilayah Wales bagian selatan. “Operation Oak involved a “complex and long-running investigation into group-based child sexual exploitation in south Wales”, said Det Ch Supt Andrew Tuck from Gwent Police.”
Dalam perkara tersebut, total delapan terdakwa didakwa atas 34 pelanggaran. Penangkapan terhadap para pria dilakukan di beberapa lokasi berbeda di Inggris dan Skotlandia, yakni Newport, Swansea, London, Birmingham, Lancashire, Edinburgh, serta area Argyll and Bute di Skotlandia.
Pihak Crown Prosecution Service (CPS) menyatakan telah memberi otorisasi atas dakwaan, termasuk 17 dakwaan pemerkosaan. Berdasarkan keterangan CPS, proses penuntutan berfokus pada tuduhan pelecehan seksual yang disampaikan oleh beberapa perempuan, di mana perbuatan itu dilakukan saat para korban masih anak-anak pada periode 1985 hingga 1996.
Jenny Hopkins, chief crown prosecutor untuk Wales, menjelaskan bahwa jaksa telah bekerja untuk memastikan bukti yang cukup agar perkara dapat diajukan ke pengadilan serta menilai bahwa penuntutan pidana berada dalam kepentingan publik. “Jenny Hopkins, chief crown prosecutor for Wales, said prosecutors had “worked to establish that there is sufficient evidence to bring the case to court and that it is in the public interest to pursue criminal proceedings”. ”
Hopkins juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat bahwa proses peradilan atas para terdakwa masih berjalan dan mereka berhak atas persidangan yang adil. “We remind all concerned that criminal proceedings against these defendants are active and that they have the right to a fair trial.”
Para terdakwa berusia 54 hingga 73 tahun dan semuanya berkewarganegaraan Britania. Seluruhnya dijadwalkan hadir di Newport Magistrates’ Court pada 24 Juli.
Berikut identitas dan rincian dakwaan masing-masing terdakwa sebagaimana disebut dalam keterangan perkara. Shafaq Mohammed, 58, yang berdomisili di Birmingham, didakwa atas total 11 pelanggaran.
Berita Terkait
Untuk Mohammed, dakwaan meliputi empat hitung pemerkosaan terhadap seorang perempuan di bawah usia 16 tahun. Selain itu, ia juga didakwa atas tiga hitung pemerkosaan terhadap perempuan berusia 16 tahun atau lebih, serta dua hitung membantu dan mendukung pemerkosaan terhadap perempuan di bawah 16 tahun, termasuk dakwaan “causing the prostitution of a girl under 16” dan “causing the prostitution of a woman”.
Syed Mohammad Ashan Taqvi, 65, dari Newport, didakwa dengan tiga hitung pemerkosaan terhadap perempuan di bawah usia 16 tahun. Sementara itu, Mohammed Sheikh Abdul Hannan, 54, yang berasal dari Edinburgh, menghadapi total delapan pelanggaran.
Hannan didakwa atas dua hitung pemerkosaan terhadap perempuan berusia 16 tahun atau lebih, satu hitung indecent assault terhadap perempuan yang berusia di atas 16 tahun, serta tiga hitung “aiding and abetting the rape of a female under 16 years of age or over”. Ia juga didakwa atas dua hitung “conspiring to rape a woman aged 16 years or over”.
Kevin Lawrence, 54, dari Dunoon, didakwa atas tiga pelanggaran. Dakwaan tersebut terdiri dari dua hitung “conspiring to rape a woman aged 16 years or over” dan satu hitung “causing the prostitution of a woman”.
Sheikh Mohammed Tahir Ullah, 73, yang juga berdomisili di Newport, didakwa dengan dua hitung pemerkosaan. Rincian dakwaannya mencakup satu hitung pemerkosaan terhadap perempuan berusia 16 tahun atau lebih, dan satu hitung pemerkosaan terhadap perempuan di bawah usia 16 tahun.
Aminur Rahman Chowdhury, 58, dari Tottenham, didakwa dengan satu hitung pemerkosaan terhadap perempuan berusia 16 tahun atau lebih. Selanjutnya, Shakeel Babur, 58, dari Lancashire, menghadapi empat hitung indecent assault terhadap seorang gadis di bawah usia 16 tahun.
Murad Ali, 57, dari Swansea, didakwa atas dua hitung pemerkosaan terhadap perempuan di bawah usia 16 tahun. Adapun keseluruhan dakwaan dalam perkara ini ditautkan pada investigasi historis yang menelusuri pola kekerasan seksual berbasis kelompok, sebagaimana dijelaskan oleh Gwent Police melalui Operation Oak.
Dengan adanya dakwaan formal dan penjadwalan pemeriksaan di Newport Magistrates’ Court pada 24 Juli, proses hukum berikutnya akan memasuki tahap pengadilan. Dalam konteks tersebut, CPS menekankan bahwa otorisasi dakwaan telah diberikan, termasuk dakwaan pemerkosaan, sejalan dengan kesimpulan jaksa bahwa bukti yang ada memenuhi syarat untuk persidangan dan tindakan penuntutan dinilai penting bagi kepentingan publik.












