jurnalistik.co.id – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan keyakinannya bahwa sejumlah pemain berpeluang mendapat perhatian klub-klub Spanyol. Ia menilai pemusatan latihan di Negeri Matador itu dapat menjadi jembatan agar para pemain bisa dilihat langsung oleh pihak-pihak di liga setempat.
Rencana tersebut digelar menjelang rangkaian persiapan Timnas Futsal Indonesia menuju Piala Dunia Futsal 2028. Sesuai rencana, pemusatan latihan dilaksanakan di Spanyol pada 11 hingga 23 Agustus 2026.
Dalam agenda itu, Timnas tidak hanya berlatih bersama. Mereka juga dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan klub-klub futsal Spanyol, sehingga proses pembinaan dapat diuji dengan pertandingan nyata.
Hector Souto menjelaskan bahwa program tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemain untuk membuka peluang lebih luas. Menurut dia, sorotan dari klub asal Spanyol dapat muncul jika pemain tampil dan memberi impresi selama pemusatan latihan berlangsung.
“Saya pikir itu bisa menjadi pengalaman yang bagus untuk mereka jika mereka memiliki kesempatan (direkrut tim Spanyol),” kata Hector Souto dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (28/7/2026), seperti dikutip dari Antara. Ia menegaskan bahwa peluang yang terbuka di Spanyol menjadi daya dorong penting bagi skuad yang ia tangani.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyebut bahwa banyak pemainnya, termasuk yang sudah berlevel senior, menunjukkan antusiasme terhadap kemungkinan berkarier di kompetisi Spanyol. Souto menilai motivasi itu dapat berpengaruh pada kesiapan mereka selama masa pemusatan latihan.
“Saya pikir banyak dari pemain kami, bahkan level senior, banyak dari mereka sangat antusias dengan kemungkinan pergi ke Spanyol,” ungkap Hector Souto. Ia berharap suasana latihan dan pertandingan uji coba dapat membantu pemain meningkatkan performa sekaligus memberi peluang untuk terpantau.
Berita Terkait
Dari sisi lawan uji coba, Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi tiga klub kasta tertinggi futsal Spanyol. Tiga tim yang dijadwalkan menjadi lawan adalah Palma Futsal, Noia Portus Apostoli, dan O Parrulo Ferrol FS.
Di antara ketiganya, Palma disebut sebagai tim yang paling populer. Palma juga memiliki pengalaman menjuarai Liga Champions Futsal Eropa sebanyak tiga kali, sehingga kualitas lawan yang dihadapi Timnas diharapkan bisa menjadi ukuran yang tepat selama pemusatan latihan.
Hector Souto turut mengulas alasan mengapa jalur bermain di luar negeri belum terasa mudah bagi pemain-pemain Indonesia. Ia menilai saat ini masih ada kesulitan untuk mendapatkan tawaran dari klub-klub luar negeri.
Menurut Souto, kendala utama yang dihadapi berkaitan dengan kurangnya exposure. Ia mengaitkan hal tersebut dengan kondisi bahwa bakat pemain belum terpantau oleh klub-klub asing, sehingga peluang untuk dilirik secara kompetitif menjadi tidak secepat yang diharapkan.
Menjelang pemusatan latihan berikutnya, ia menilai langkah ke Spanyol dapat memperbaiki situasi tersebut. Dengan tampil di lingkungan kompetitif dan berhadapan dengan tim-tim dari liga setempat, pemain diharapkan memiliki kesempatan untuk meningkatkan eksposur mereka.
Selain itu, ia juga menyoroti adanya kesenjangan eksposur antara pemain dari Asia dengan pemain Eropa maupun Amerika Selatan. Bagi Hector Souto, perbedaan perhatian dan penelusuran bakat inilah yang membuat jalur masuk ke kompetisi luar negeri terasa lebih menantang.
Karena itu, pemusatan latihan di Spanyol ia posisikan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada latihan semata, melainkan menghasilkan peningkatan kemampuan dan membuka kesempatan agar pencari bakat bisa lebih mudah menilai potensi pemain Timnas Futsal Indonesia.
Dengan jadwal yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 serta rangkaian laga uji coba melawan klub-klub top Spanyol, Hector Souto ingin proses ini menjadi momentum penting. Ia berharap para pemain mampu memanfaatkan kesempatan yang ada, sekaligus memberi sinyal bahwa Timnas Futsal Indonesia layak mendapatkan perhatian klub-klub di Eropa.






