Olahraga

Zinedine Zidane Resmi Nahkodai Les Bleus, Gantikan Didier Deschamps

×

Zinedine Zidane Resmi Nahkodai Les Bleus, Gantikan Didier Deschamps

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Perancis, Gantikan Didier Deschamps

jurnalistik.co.id – Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih baru tim nasional Perancis setelah Didier Deschamps mengakhiri masa baktinya selama 14 tahun. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan penunjukan tersebut sebagai tongkat estafet berikutnya untuk Les Bleus.

Pengumuman FFF menempatkan Zidane, yang sebelumnya melatih Real Madrid, kembali dalam peran besar di sepak bola nasional. Usianya kini 54 tahun, dan ia akan mengambil alih kursi pelatih kepala tim nasional Perancis.

Deschamps meninggalkan jabatannya setelah Les Bleus tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026. Kekalahan Perancis dari Spanyol menjadi penanda berakhirnya periode kepelatihan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Selama menangani tim nasional Perancis, Deschamps membawa negaranya tampil di tiga final turnamen besar. Salah satu pencapaian yang menonjol adalah mengantarkan Perancis menjadi juara Piala Dunia 2018.

Sebelum pengumuman resmi, sejumlah kabar yang beredar juga menyinggung kemungkinan Zidane menangani kursi kepelatihan di level klub. Zidane disebut-sebut bisa menggantikan Christophe Galtier di PSG pada musim panas 2023, sementara Neymar dikabarkan bakal didepak dari skuad.

Dalam pemberitaan lain, Zidane juga dikatakan lebih memprioritaskan tawaran untuk melatih Juventus ketimbang proposal dari PSG. Namun, pada akhirnya, pengangkatan resmi datang dari FFF untuk mengisi posisi pelatih kepala tim nasional Perancis.

Kontrak Zidane dirancang untuk membawanya memimpin tim hingga kualifikasi Piala Dunia 2030. Bagi Zidane, jabatan ini menjadi kesempatan pertamanya melatih tim nasional setelah beberapa tahun tidak menangani klub.

Zidane terakhir bekerja di lingkungan klub setelah meninggalkan Real Madrid pada 2021. Kini, ia kembali mengambil tantangan yang berbeda dengan mengelola tim nasional yang dijadwalkan melangkah pada fase menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.

Usai pengumuman resmi, Zidane menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga menekankan arti besar tim nasional dalam pandangannya.

“Saya sering mengatakan ini: tidak ada yang lebih hebat dari tim nasional Perancis. Jadi, ini adalah suatu kegembiraan dan tentu saja sumber kebanggaan besar untuk menjadi manajer tim nasional Perancis ini,” katanya, dilansir dari BBC, Selasa (28/7/2026).

Zidane kemudian menyampaikan apresiasi kepada FFF dan kepada Didier Deschamps atas dedikasi selama lebih dari satu dekade. Ia menilai tanggung jawab yang akan diemban kali ini membutuhkan komitmen yang sama besarnya.

“Ini juga sebuah tanggung jawab. Saya ingin berterima kasih kepada presiden (Federasi Sepak Bola Perancis) Philippe Diallo, komite eksekutif, dan Federasi Sepak Bola Prancis atas kepercayaan mereka dan mengakui 14 tahun pengabdian dari Didier dan stafnya.”

Selain itu, Zidane juga mengucapkan terima kasih khusus kepada seluruh jajaran pelatih yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Ia menegaskan ambisi besar untuk tim nasional Perancis.

“Saya juga memiliki ucapan khusus hari ini untuk semua pelatih saya. Tak perlu dikatakan lagi, saya memiliki ambisi besar untuk tim nasional Perancis.”

Respon FFF dan Philippe Diallo

Pembaharuan kursi pelatih kepala tim nasional Perancis juga disambut oleh Presiden FFF, Philippe Diallo. Diallo menyebut penunjukan Zidane sebagai momen yang membawa kebanggaan besar bagi Federasi.

“Pengangkatan Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala tim nasional Perancis adalah sumber kebanggaan yang luar biasa bagi Federasi Sepak Bola Perancis,” ujar Diallo. Ia menilai Zidane memiliki kualitas sebagai pelatih setelah membuktikan kemampuannya di level klub.

Diallo juga menggambarkan kedatangan Zidane sebagai pertemuan antara sosok legenda dan tim yang memiliki dorongan ambisi tinggi. Menurutnya, kombinasi tersebut diharapkan mampu membawa tim melangkah dengan arah yang jelas.

“Ini menandai pertemuan antara seorang legenda dalam sejarah Les Bleus, yang telah menjadi salah satu pelatih paling berprestasi dan dihormati di generasinya, dan sebuah tim dengan potensi langka, yang didorong oleh ambisi tertinggi,” imbuhnya.

Dengan transisi dari Deschamps ke Zidane, Les Bleus kini memasuki babak baru pascakejadian di semifinal Piala Dunia 2026. Langkah berikutnya berada di tangan Zidane, dengan target perjalanan menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.