jurnalistik.co.id – Wuling Motors merayakan sembilan tahun beroperasi di Indonesia dengan sejumlah capaian yang diklaim perusahaan, mulai dari produksi di dalam negeri hingga kontribusi ekspor.
Perayaan dilakukan di pabrik Wuling Cikarang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/7/2026). Dalam kesempatan itu, perusahaan menegaskan proses pertumbuhannya berjalan seiring dengan dukungan pelanggan di pasar domestik maupun luar negeri.
Wuling Motors, melalui PT SGMW Motor Indonesia, menyebut telah membukukan produksi 160.000 unit kendaraan dari fasilitas Wuling Cikarang. Angka tersebut menjadi salah satu landasan narasi perusahaan bahwa ekspansi manufaktur sudah berlangsung konsisten selama perjalanan sembilan tahun di Tanah Air.
“Setiap pencapaian yang kami raih merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh karyawan serta kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan, baik di Indonesia maupun di berbagai pasar global,” ujar Tang Wensheng di Cikarang, sebagaimana disampaikan pada hari perayaan.
Target produksi 200.000 unit
Sejak menghadirkan kendaraan pertamanya pada 2017, Wuling menyatakan terus memperluas investasi di Indonesia. Langkah yang disebut mencakup penguatan fasilitas manufaktur, peningkatan kandungan lokal, serta pengembangan jaringan penjualan dan layanan purna jual.
Memasuki tahun kesembilan, perusahaan mengklaim mampu menargetkan produksi hingga 200.000 unit kendaraan dari pabrik Cikarang. Klaim tersebut diarahkan untuk memenuhi permintaan pasar domestik sekaligus kebutuhan ekspor.
Selain volume produksi, Wuling juga menyebut telah dipercaya lebih dari 180.000 pelanggan di Indonesia. Perusahaan memposisikan basis pelanggan tersebut sebagai bagian dari ekosistem yang ikut menopang kelangsungan penjualan kendaraan di berbagai segmen.
Ekspor kumulatif 10.000 unit
Berita Terkait
Wuling tidak hanya menargetkan pasar di dalam negeri. Kendaraan rakitan Indonesia juga disebut telah diekspor ke berbagai negara, dengan volume kumulatif mencapai 10.000 unit.
Dalam konteks pengembangan produk dan distribusi, perusahaan juga menyinggung pengiriman unit kendaraan dari fasilitas pabriknya. Disebutkan bahwa 300 unit Air EV mulai diberangkatkan menuju Bali sebagai Official Car Partner KTT G20.
Pencapaian-pencapaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian pesan yang dibangun Wuling saat merayakan ulang tahun ke-9. Perusahaan memaknai keberhasilan sebagai hasil kerja kolektif yang melibatkan karyawan dan kepercayaan dari pengguna.
“Melalui semangat ‘Tumbuh Bersama Sebagai Keluarga’, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Wuling yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan kami di Indonesia,” kata Tang Wensheng.
Masuk 10 besar dan perakitan baterai lokal
Dalam narasi yang disampaikan pada acara yang sama, Wuling juga mengklaim berhasil menembus jajaran 10 besar merek kendaraan penumpang di Indonesia. Perusahaan menyatakan capaian itu menunjukkan penerimaan terhadap portofolio produk yang ditawarkan selama beberapa tahun terakhir.
Selain itu, Wuling menegaskan perannya sebagai produsen otomotif asal China pertama yang merakit baterai kendaraan listrik secara lokal. Klaim ini sekaligus menjadi penanda bahwa perusahaan memasukkan aspek komponen dan proses perakitan ke dalam strategi penguatan industri.
Portofolio kendaraan dan langkah ke depan
Untuk memperlihatkan cakupan produk, Wuling menyebut memiliki portofolio yang cukup lengkap di Indonesia. Deretan model yang disebut meliputi Air EV, BinguoEV, Cloud EV, Confero, Cortez, Alvez, Almaz, Darion, dan Eksion, termasuk varian untuk kebutuhan kendaraan niaga seperti Mitra EV, Formo, serta Formo Max.
Ke depan, Wuling menyatakan bakal terus menghadirkan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai angka capaian yang dipaparkan pada perayaan sembilan tahun ini, perusahaan ingin menegaskan posisinya sebagai pemain yang terus memperluas aktivitas manufaktur dan penjualan di pasar lokal.












