jurnalistik.co.id – Aston Villa sedang mengupayakan perekrutan bek tengah Joel Ordonez dari Club Brugge setelah upaya mereka sebelumnya menemui jalan buntu.
Langkah ini muncul setelah Villa gagal mencapai kesepakatan dengan Southampton terkait Taylor Harwood-Bellis. Kini, pembicaraan diarahkan ke Ordonez, seiring Villa terus mempercepat rencana penguatan pertahanan.
Sepekan terakhir, klub Liga Premier itu juga melakukan perubahan di skuat karena menjual bek Inggris Ezri Konsa ke Arsenal. Di tengah kondisi tersebut, Aston Villa memperluas fokus pada opsi pertahanan lain agar target sebelum tenggat transfer tetap terjaga.
Dalam prosesnya, diskusi dengan Club Brugge masih berlangsung. Klub Belgia tersebut diketahui meminta biaya minimal £40m untuk pemain internasional Ekuador, yang posisinya dimainkan sebagai bek tengah.
Joel Ordonez berusia 22 tahun dan tampil bersama Ekuador pada Piala Dunia musim panas ini. Sejak bergabung dengan Club Brugge pada 2022 dari Independiente del Valle, ia telah mencatat 124 penampilan untuk tim tersebut.
Aston Villa sempat menaruh perhatian pada Harwood-Bellis. Namun, kabarnya terdapat perbedaan penilaian yang cukup signifikan antara kedua klub setelah tawaran Villa senilai £18m ditolak oleh Southampton.
Dengan situasi seperti itu, belum dapat dipastikan apakah kemungkinan transfer untuk Harwood-Bellis masih bisa dihidupkan kembali. Meski demikian, pada tahap ini Villa disebut telah mengalihkan perhatian ke target lain.
Di sisi performa tim, Villa memulai musim dengan hasil kurang ideal. Mereka kalah 4-0 saat melakoni laga pembuka melawan Brighton pada hari Minggu, sehingga kebutuhan untuk menambah kekuatan skuat menjadi semakin mendesak.
Berita Terkait
Menjelang batas akhir bursa transfer pada 1 September, Aston Villa tengah berupaya merapikan komposisi tim. Sejumlah pemain kunci telah meninggalkan klub pada musim ini, termasuk Morgan Rogers, Youri Tielemans, Lucas Digne, dan Ezri Konsa.
Selain perubahan personel tersebut, ada pula pertanyaan mengenai masa depan Ollie Watkins. Sang striker disebut menjadi target Al-Hilal di Arab Saudi, sehingga keberlanjutan perannya di Villa masih menjadi perhatian.
Jika Watkins benar-benar pergi, dampaknya akan terasa paling dalam. Villa juga disebut tidak mengantisipasi skenario tersebut sebelumnya, membuat klub harus lebih cepat menyusun langkah penggantian dan penyesuaian strategi.
Dalam konteks itulah, pembicaraan untuk Ordonez menjadi salah satu upaya konkret untuk menutup kebutuhan tim sebelum tenggat transfer. Dengan permintaan minimal £40m dari Club Brugge, sisa proses akan sangat bergantung pada apakah Villa bisa menyepakati angka yang diminta serta kesediaan kedua pihak untuk mempercepat negosiasi.
Rangkaian perubahan skuat itu membuat Aston Villa harus bergerak dalam waktu yang relatif singkat. Setelah awal musim tidak berjalan sesuai harapan, kepergian beberapa nama penting menambah tekanan agar komposisi lini belakang segera mendapat penyesuaian, bukan sekadar menunggu hasil negosiasi yang tidak pasti.
Di bursa transfer, pola yang terlihat adalah pergeseran prioritas dari satu opsi ke opsi lain. Ketika pendekatan terhadap Harwood-Bellis tidak menghasilkan titik temu, Villa kemudian menata ulang fokus untuk mencari alternatif yang bisa memberi jawaban lebih cepat, meski hingga kini belum ada kepastian apakah jalur Harwood-Bellis dapat dibuka kembali.
Untuk Ordonez, minat Villa juga didukung profil pemain yang sudah terbentuk di level tertinggi. Pemain berusia 22 tahun tersebut pernah tampil bersama Ekuador pada Piala Dunia musim panas ini, dan sejak bergabung dengan Club Brugge pada 2022 dari Independiente del Valle, ia mengumpulkan 124 penampilan, dengan posisinya dimainkan sebagai bek tengah.
Namun, rencana tersebut tetap terikat pada dinamika angka yang diminta. Club Brugge diketahui menargetkan biaya minimal £40m, sementara sisa ruang negosiasi akan sangat menentukan apakah transfer bisa dipercepat. Sementara itu, tenggat hingga 1 September serta kemungkinan perubahan lain di skuad—termasuk perhatian pada masa depan Ollie Watkins—membuat langkah penguatan menjadi bagian dari perencanaan yang lebih luas dan harus selesai tepat waktu.












