jurnalistik.co.id – Situasi Harvey Elliott bersama Liverpool kembali menjadi sorotan setelah ia tidak masuk skuad pada pekan perdana Premier League saat timnya menghadapi Newcastle.
Pada awal musim, gelandang berusia 23 tahun itu bahkan ditinggalkan sepenuhnya untuk perjalanan Liverpool ke Newcastle.
Keputusan tersebut membuat masa depannya di Anfield terlihat makin tidak pasti menjelang penutupan jendela transfer.
Tak masuk skuad, bukan karena cedera
Menurut laporan tersebut, Liverpool tidak menerima penawaran apa pun untuk Elliott.
Absennya Elliott dari skuad pada laga Minggu juga disebut bukan karena alasan transfer, dan ia tidak sedang membawa cedera.
Kontrak Elliott akan berakhir pada musim panas tahun depan, sehingga peluangnya untuk mendapatkan waktu bermain secara reguler menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Jika ia tidak menemukan kesempatan tampil di tim utama Liverpool, ia dinilai perlu mencari tempat lain yang bisa memberinya menit bermain agar tidak menjalani musim yang hilang lagi.
Pesan Elliott jelang awal musim
Beberapa waktu sebelumnya, Elliott berbicara dengan nada yang cukup terbuka saat berada di Amerika, di lingkungan Yankee Stadium di New York.
Ia menyinggung emosi setelah menjalani masa pinjaman yang “tough” di Aston Villa, sekaligus menggambarkan bahwa musim panas ini terasa seperti “second chance” untuk Liverpool.
Saat berbicara tentang klub yang ia dukung sejak kecil, Elliott menunjukkan antusiasme untuk bisa kembali merasa bebas menikmati sepak bola dan menikmati waktunya di lapangan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pandangannya soal langkah yang akan diambil berikutnya.
“Ultimately, I’m still wanting to be selfish, doing what’s right for me,” kata Elliott. “Whether that’s staying here and fighting for my place or potentially going elsewhere, I’m still unsure at the moment until I get some more intel.”
Ia menekankan bahwa ia ingin bertindak demi kepentingannya sendiri, sambil tetap mencari kepastian setelah mendapatkan informasi yang lebih jelas.
Perjalanan di pramusim dan posisi di skuad
Sebelum bergulirnya kompetisi, Elliott sempat menjadi bagian dari rencana tim dalam rangkaian laga uji coba.
Dengan beberapa pemain tim inti absen, ia memulai laga pertama Liverpool di era Andoni Iraola saat menghadapi Monaco di Nashville, lalu kembali bermain saat Liverpool menantang Wrexham di New York empat hari berselang.
Namun setelah kontingen Piala Dunia kembali, Elliott tidak lagi menjadi pilihan utama dan posisinya di dalam skuat mulai terlihat lebih jelas sebagai pemain yang menunggu kesempatan.
Di momen paling awal Premier League, ia justru tidak mendapat tempat sama sekali untuk menghadapi Newcastle.
Berita Terkait
Catatan di Aston Villa dan “strange situation”
Situasi Elliott di Villa musim lalu juga turut membentuk gambaran tentang posisinya saat ini.
Ia hanya bermain sembilan kali dan mengumpulkan total 277 menit setelah Villa memutuskan sejak awal musim untuk tidak memicu kewajiban menebusnya dari Liverpool senilai £35m bila ia mencapai 10 penampilan.
Pihak Aston Villa menyoroti profesionalisme Elliott dan sikap positifnya sepanjang masa tersebut, sementara Elliott disebut kembali lebih cepat ke Liverpool untuk memulai pramusim setelah tahun yang dinilai personalnya menantang.
Andoni Iraola menyatakan ia terkesan dengan sikap Elliott dan menilai pemain itu perlu diberi kesempatan di masa pramusim.
“I’ve seen him with this eagerness to show himself. He will have a chance during the pre-season. He came one week earlier and I hope we can see him in a good place,” kata Iraola.
Iraola juga menambahkan bahwa musim lalu harus sangat sulit bagi Elliott karena situasi yang “strange” membuat Villa tidak bisa memberinya peluang untuk bermain.
“Last season had to have been very difficult for him as it was a strange situation that meant they [ Aston Villa ] couldn’t let him play.”
Elliott sendiri menyampaikan perasaan soal kondisi tersebut dengan nada yang tegas.
“I don’t wish it upon any other player, because it’s not nice at all,” ujar Elliott.
Butuh waktu bermain, status karier dan statistik
Ketika Elliott meninggalkan Liverpool pada musim panas sebelumnya, faktor utama yang disebut menjadi dorongan adalah kebutuhan akan lebih banyak menit pertandingan setelah ia hanya membuat satu start Premier League dalam kampanye Liverpool yang menjuarai pada periode 2024-25 di bawah Arne Slot.
Di sisi lain, Elliott juga pernah meraih pengakuan ketika membawa Timnas Inggris U-21 menjadi juara Piala Kejuaraan Eropa 2025 dan ia dinobatkan sebagai player of the tournament.
Di Liverpool, ia telah mencatat 149 penampilan, namun hanya 71 di antaranya sebagai starter.
Secara kontribusi di seluruh kompetisi, catatan 15 gol dan 21 assist turut menjadi indikator kemampuan Elliott saat diberi peran menyerang dan ruang untuk mengambil risiko.
Musim tertentu juga mencatat momen penting, termasuk ketika ia mencetak gol penentu kemenangan Liverpool atas PSG pada tahun ketika klub Ligue 1 tersebut menjadi juara Liga Champions.
Opsi pindah hingga bursa ditutup
Saat jendela transfer tinggal menyisakan waktu dan terdapat ekspektasi adanya tambahan pemain menyerang di Anfield, peluang Elliott untuk tetap bertahan di skuat utama disebut makin terbuka untuk dipertanyakan.
Laporan itu menyebut bahwa langkah pindah ke klub yang berada di papan yang lebih bawah di Premier League atau berpindah ke kompetisi Eropa bisa menjadi opsi, mengingat kebutuhan agar ia bisa bermain secara rutin musim ini.
Dengan kontrak yang berakhir pada musim panas berikutnya, Elliott tidak terlalu punya ruang untuk kehilangan tahun berikutnya—terutama pada usia 23 tahun.












