Olahraga

Julian Álvarez: Arsenal, Barcelona, atau bertahan di Atletico jelang batas 1 September

×

Julian Álvarez: Arsenal, Barcelona, atau bertahan di Atletico jelang batas 1 September

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Julian Alvarez transfer news: Arsenal, Barcelona or Atletico Madrid stay for striker?

jurnalistik.co.id – Jelang batas akhir transfer 1 September, teka-teki masa depan Julian Álvarez masih menjadi pusat perhatian di Spanyol dan Inggris. Penyerang asal Argentina itu berada di titik yang rapat: antara keinginan merapat ke Barcelona atau tetap bertahan bersama Atletico Madrid, sambil menunggu keputusan yang belum benar-benar jatuh ke satu arah.

Dalam beberapa pekan terakhir, konflik yang melibatkan Álvarez tampil semakin terbuka dan berujung pada situasi emosional saat Atletico menjalani laga kandang pada Minggu. Saat tim menjamu Villarreal dan bermain imbang 2-2, pemain tersebut mendapatkan respons kurang menyenangkan dari pendukungnya sendiri di Stadion Riyadh Air Metropolitano.

Peristiwa itu menjadi lanjutan dari rangkaian ketegangan yang sudah lama membayangi bursa musim panas. Di musim kompetisi yang sudah berjalan, Álvarez tercatat menjadi pemain pengganti pada pertandingan liga kedua Atletico musim ini, sebelum sorak serta ejekan berulang kembali mengiringi namanya ketika ia tampil dalam pertandingan tersebut.

Secara garis besar, benturan kepentingan yang terjadi bisa diringkas sebagai tarik-menarik mengenai klub tujuan. Álvarez dikatakan ingin bergabung dengan Barcelona, sementara Atletico menolak untuk mengizinkan rencana itu. Penolakan yang bersifat tegas tersebut kemudian memicu hubungan yang kian jauh dari kata harmonis, baik dari sisi fans maupun dinamika internal klub.

Presiden Atletico, Enrique Cerezo, sempat memberikan pernyataan pada pekan lalu. Ia mengatakan, “I don’t know if he will say sorry, but Julian is an excellent person and I am absolutely sure that he will win over the fans in two games.” Cerezo juga menegaskan bahwa rencana jual-beli tidak masuk dalam rencana klub: “I said he wouldn’t be sold, he’s our player and an important part of our team. We like that he’s with us and think he will have a magnificent season.”

Meski demikian, kenyataan di lapangan pada laga Minggu memperlihatkan bahwa ketidaknyamanan itu tidak mereda seketika. Suasana yang muncul—termasuk ejekan dari pendukung Atletico kepada pemainnya sendiri saat ia kembali tampil—menjadi bagian dari bab yang paling publik dalam saga transfer musim panas ini.

Di sisi lain, Arsenal tetap menjadi klub yang terus dipantau terkait kemungkinan bergerak cepat. BBC Sport dalam laporan musim panasnya menyebut bahwa Álvarez dipandang sebagai target impian bagi Gunners. Namun, ketertarikan itu tidak langsung diwujudkan sepanjang sebagian besar bursa, sebab Arsenal sejak awal menyadari harapan Álvarez berpusat pada Barcelona.

Manajer Mikel Arteta serta direktur olahraga Andrea Berta memahami bahwa peluang bergerak untuk mewujudkan transfer tidak mudah. Arsenal disebut mencoba memetakan skenario yang realistis, sembari tetap menunggu momen yang mungkin muncul apabila rencana Álvarez untuk Barcelona tidak berjalan.

Dalam proses itu, Arsenal juga mengarahkan energi pada opsi lain. Mereka tercatat mendatangkan Bruno Guimaraes dan Ezri Konsa, serta mencoba usaha untuk membawa Vinicius Jr ke London. Karena kontrak Vinicius diperpanjang untuk tetap bertahan di Spanyol, fokus kemudian mengarah lagi ke jalur transfer Álvarez.

Arteta dan stafnya disebut menilai bahwa jika Álvarez akhirnya memutuskan pindah ke Arsenal pada musim panas ini, kemungkinan besar keputusan tersebut terjadi karena tujuan utamanya—yakni Barcelona—tidak bisa tercapai. Arsenal menyiapkan gagasan bahwa pemain pada akhirnya akan sepenuhnya berinvestasi pada proyek klub, meskipun langkah itu awalnya bukan pilihan pertama.

Di tengah harapan itu, ada pula hambatan yang dikaitkan dengan rencana kepindahan ke Inggris. Álvarez dikabarkan telah mengetahui adanya aturan visa tertentu yang dapat menyulitkan keluarganya saat berkunjung ke Inggris. Sementara itu, perpindahan ke Catalonia disebut justru menjadi arah yang paling ia inginkan.

Namun, keinginan tersebut tetap berbenturan dengan posisi Atletico. Klub raksasa ibu kota Spanyol itu diberitakan bersikukuh bahwa Álvarez tidak akan dijual ke Barcelona. Bahkan pada bulan Mei, Atletico sempat melakukan serangkaian unggahan di media sosial yang dianggap mengejek upaya Barcelona mendekati pemain tersebut.

Dalam unggahan yang disorot, Atletico menulis: “Don’t believe everything you see, especially if it’s related to Barca,” dan menambahkan, “In recent months, we’ve been suffering a smear campaign against one of our players.” Dengan nada yang sama, Atletico memandang masalah ini sebagai sesuatu yang sudah selesai di internal mereka—sehingga harapan Álvarez untuk pindah ke Barcelona berada di area yang semakin terancam.

Menurut laporan, di beberapa hari terakhir ada indikasi pelunakan sikap Álvarez, meski belum cukup untuk membuat Arsenal serta-merta yakin. Jika dalam hari-hari tersisa menjelang penutupan bursa Álvarez mengubah keputusan, Arsenal disebut siap mengambil langkah dengan cepat.

Kecepatan itu terlihat dari jejak upaya negosiasi yang disebut dilakukan oleh pihak Atletico. Direktur Atletico, Mateu Alemany, dilaporkan berada di London pada pekan lalu, dengan pertemuan yang dipahami melibatkan pihak-pihak Arsenal. Dalam pertemuan tersebut, Atletico disebut menyampaikan bahwa mereka menginginkan nilai transfer 150 juta euro (setara dengan £128 juta).

Arsenal dikabarkan memiliki keyakinan bahwa mereka mampu membiayai kesepakatan tersebut serta menyelesaikan proses transfer dengan cepat, apabila Álvarez menyatakan “ya”. Artinya, hambatan utama bukan semata kemampuan klub, melainkan keputusan personal pemain dan kondisi yang masih menggantung hingga detik-detik terakhir bursa.

Bagi Atletico, bola berada di sisi Álvarez yang harus memilih. Untuk keluar dari klub, laporan menyebut bahwa opsi yang paling mungkin saat ini tampak mengerucut pada Arsenal. Dengan kata lain, langkah ke Liga Inggris menjadi alternatif jika jalur menuju Barcelona menutup rapat.

Di sisi kariernya, Álvarez membawa rekam jejak yang jelas. Ia bergabung dengan Atletico dari Manchester City pada Agustus 2024 dengan nilai £81 juta. Sebelumnya, ia dibeli dari River Plate dengan angka £14,1 juta. Di Manchester City, ia membantu meraih enam trofi besar, termasuk Treble pada 2023—Premier League, Piala FA, dan Liga Champions—dengan kontribusi 36 gol dari 106 penampilan.

Setelah pindah ke Atletico, ia tercatat mencetak 49 gol dalam 107 penampilan, tetapi belum merasakan gelar trofi bersama klub barunya. Fakta tersebut menambah bobot pertanyaan apakah saga musim panas ini dapat berujung pada penyelesaian karier yang lebih memuaskan, atau justru berakhir pada kegagalan rencana yang ia dorong sejak awal bursa.

Saat ditanya kemungkinan terjadinya jalan mundur, ada perdebatan apakah Álvarez bisa menerima kekalahan dari upayanya tahun ini. Laporan menyebut, orang-orang dekat pemain menegaskan bahwa ia memang ingin pergi dari Atletico, dan agen Julian Álvarez, Fernando Hidalgo, dikabarkan menunjukkan ketidaksukaan terhadap cara kliennya diperlakukan selama musim panas ini.

Meski demikian, Álvarez digambarkan sebagai pribadi yang privat, sehingga ia disebut tidak nyaman dengan sifat konflik yang berlangsung secara terbuka. Kendati begitu, ia sendiri sempat menegaskan keinginannya untuk hengkang secara publik selama Piala Dunia.

Dalam pernyataan yang tercatat, Álvarez mengatakan, “A transfer is the best option.” Ia juga menjadi pusat sorotan ketika Real Madrid merilis pernyataan pada 9 Juni bahwa mereka telah membuat tawaran 150 juta euro (£128 juta) yang ditolak oleh rival sekotanya. Dari kubu Álvarez, muncul kesan bahwa Atletico telah mundur dari kesepakatan untuk melepas striker tersebut bila tawaran dengan nilai itu terpenuhi.

Konstelasi seperti ini membuat waktu semakin menentukan. Untuk sementara, Atletico menutup pintu menuju Barcelona, Arsenal menunggu peluang dengan rencana yang sudah siap, sementara Álvarez berada di posisi yang harus memutuskan apakah ia akan mengunci langkah baru atau tetap bertahan dalam situasi yang terus mengundang ketegangan.

Dengan sisa waktu menjelang deadline 1 September, jawaban utama hanya tinggal menunggu satu keputusan: apakah Álvarez akan mengikuti jalur yang dianggap paling realistis menuju Stadion Emirates, atau memilih tetap berada di Atletico sambil berupaya meredam hubungan yang tampak retak di musim panas yang sama.