jurnalistik.co.id – Australia meraih kemenangan dramatis 42-38 atas Afrika Selatan di Perth meski harus bertahan dengan 11 pemain pada fase akhir pertandingan.
Laga itu menghadirkan dinamika yang tidak biasa: tuan rumah sempat tertinggal jauh, lalu terpancing sejumlah kartu kuning yang membuka ruang bagi Springbok untuk mengejar, sebelum waktu benar-benar habis.
Australia, yang mencatatkan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri, tampil tajam dengan rugby menyerang yang membuat mereka mengoleksi lima percobaan, sekaligus membangun keunggulan besar.
Secara keseluruhan, Australia mencetak 42 poin dengan rincian: percobaan Ikitau 2, Donaldson, Wilson, dan Jorgensen. Lonergan menyumbang 4 kali konversi dan 3 tendangan penalti.
Di pihak Afrika Selatan, skor akhir 38 poin diraih lewat percobaan Johan Grobbelaar, Edwill van der Merwe, penalty try, Morne van den Berg, dan Ox Nche. Pollard mengonversi 2 kali, sedangkan Mngomezulu menambah 2 konversi.
Di awal laga, kedua tim saling bertukar penalti terlebih dahulu. Setelah itu, Springbok mulai menemukan ritme lewat permainan rapi di zona maul, dan Grobbelaar menjadi pencetak percobaan pertama setelah mendorong pertahanan Australia.
Australia lalu merespons dengan tempo tinggi. Len Ikitau mencetak percobaan dari jarak satu meter untuk membawa tim tuan rumah menambah poin, sebelum ia melengkapi kontribusinya lewat gol kedua beberapa menit setelahnya.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Afrika Selatan cepat memainkan bola lagi dan melepaskan serangan ke sisi lebar, dengan Edwill van der Merwe menuntaskan peluang di sudut setelah menerima umpan hasil break yang rapi.
Menjelang jeda, ritme pertandingan tetap berlangsung intens. Australia kembali mampu memegang kendali dan menambah keunggulan sebelum turun minum, setelah fase-fase pendek yang disusun secara sabar.
Di babak pertama, Australia menjalankan strategi perpindahan permainan dari kanan ke kiri hingga akhirnya menemukan Ben Donaldson yang bebas untuk mencetak percobaan di sudut lapangan.
Memasuki paruh kedua, Afrika Selatan menunjukkan kedalaman skuad. Rassie Erasmus melakukan seluruh delapan pergantian pemain lebih awal, menyusul posisi mereka yang tertinggal 10 poin.
Berita Terkait
Meski begitu, Australia tetap mendominasi. Harry Wilson sempat gagal mencetak gol karena kakinya dinilai masih menyentuh garis, tetapi beberapa detik kemudian ia berhasil menerobos dan membumikan bola dekat tiang untuk menambah keunggulan.
Kemenangan Australia terasa makin solid saat Max Jorgensen melesat sendirian menempuh seluruh panjang lapangan untuk mencetak percobaan solo yang membuat skor melebar menjadi 42-17.
Setelah itu, kartu disiplin mulai menjadi penentu suasana pertandingan. Wilson dijatuhi hukuman sin-bin, lalu Afrika Selatan akhirnya memulai kebangkitan mereka di awal paruh kedua dengan penalty try, yang turut disertai kartu kuning untuk Ryan Lonergan.
Australia kemudian berada pada situasi yang makin berat. Wilson dan Lonergan tidak lagi utuh di lapangan, dan ketika tim turun menjadi 13 pemain, sebuah crossfield kick menemukan van der Merwe di sudut—namun ia menjatuhkan bola sebelum sempat mengesahkan percobaan.
Joseph-Aukuso Sua’ali’i selanjutnya menerima kartu kuning, membuat Australia kehilangan satu pemain lagi hingga tersisa tiga orang lebih sedikit. Pada kondisi itu, Morne van den Berg masuk dan berupaya memperpendek jarak dengan menciptakan gol untuk memangkas keunggulan menjadi 11 poin.
Di saat permainan masih berada di ujung ketegangan, Australia sempat terlihat mencetak tambahan poin lagi. Tom Wright mengintersep bola dan berlari untuk mencoba menyelesaikan serangan, tetapi percobaan tersebut dianulir setelah dinyatakan tidak sah, sementara Hunter Paisami mendapat kartu kuning keempat untuk pelanggaran berbahaya dalam fase pembangun.
Afrika Selatan kemudian kembali mendapat ruang. Ox Nche mencetak poin untuk mengurangi ketertinggalan menjadi 4 poin, namun upaya terakhir mereka tidak cukup untuk mengubah hasil akhir karena waktu pertandingan habis.
Statistik kartu kuning memperlihatkan fase akhir yang kacau namun dramatis: Wilson pada menit 68, Lonergan pada 71, Sua’ali’i pada 73, dan Paisami pada 77.
Susunan pemain Australia: Wright, Jorgensen, Ikitau, Paisami, Sua’ali’i, Donaldson, Lonergan; Bell, Paenga-Amosa, Alaalatoa, Salakaia-Loto, Williams, Valetini, McReight, Wilson. Pemain pengganti: Pollard, Ross, Tupou, Shaw, Hooper, Tizzano, McDermott, Potter.
Susunan pemain Afrika Selatan: Fassi, Van der Merwe, Moodie, Esterhuizen, Hooker, Pollard, Jantjies; Wessels, Grobbelaar, Porthen, Etzebeth, Mostert, De Villiers, Louw, Van Staden. Pemain pengganti: Marx, Nche, Louw, De Jager, Wiese, Van den Berg, Feinberg-Mngomezulu, Horn.
Pertandingan dipimpin wasit Andrea Piardi (Italia). Sebelumnya, Afrika Selatan melakukan 13 perubahan setelah kemenangan mereka atas Selandia Baru di Baltimore, tetapi tetap menghadirkan skuad yang kuat sejak awal.
Dengan hasil ini, Australia menunjukkan kemampuan bertahan yang tidak mudah dipatahkan, sekaligus memastikan kemenangan 42-38 di Perth meski harus melewati momen-momen paling berbahaya pada fase akhir.












