jurnalistik.co.id – Undian fase grup Piala Dunia Kriket Putra ICC 2027 mempertemukan Inggris dengan sejumlah lawan yang membuat peta persaingan makin menarik, sekaligus memberi Inggris satu kabar baik: mereka menghindari Australia dan India pada tahap grup.
Dalam pengundian yang menentukan komposisi kelompok, Inggris—yang menjadi juara pada edisi 2019—tidak masuk satu grup dengan juara bertahan Australia maupun tim peringkat satu dunia, India. Langkah ini membuat rombongan Harry Brook memulai kampanye mereka dengan skenario lawan yang berbeda dari dua nama besar tersebut.
Di kelompok yang berisi India, Australia juga berada di sana. Selain keduanya, grup itu kembali dihuni Pakistan, Afghanistan, Zimbabwe, serta satu tim dari babak kualifikasi. Pola yang serupa dengan pertemuan sebelumnya membuat persaingan di grup tersebut diprediksi tetap ketat, terutama karena India dan Pakistan menempati ruang yang sama sejak awal.
Sementara itu, grup Inggris diisi oleh tuan rumah bersama Afrika Selatan, Bangladesh, Sri Lanka, Selandia Baru, dan satu tim kualifikasi. Konstruksi kelompok ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Inggris harus menyusun strategi dari awal, karena seluruh pertandingan grup akan menjadi penentu langkah menuju fase berikutnya.
Inggris yang belakangan mengalami kebangkitan pada format 50-over akan menjalani pembuka turnamen melawan Bangladesh pada 8 Oktober. Setelah itu, mereka bertemu Sri Lanka pada 13 Oktober di Windhoek, Namibia.
Tiga hari kemudian, Inggris beralih ke laga berikutnya saat menghadapi Afrika Selatan di Gqeberha pada 16 Oktober. Setelah rangkaian tersebut, Inggris dijadwalkan terbang menuju Harare untuk melawan tim kualifikasi pada 20 Oktober.
Rangkaian fase grup kemudian ditutup dengan pertandingan kontra Selandia Baru, kembali di Gqeberha, pada 23 Oktober. Dengan jadwal itu, Inggris akan merangkum perjalanan grup melalui tiga venue berbeda—Windhoek, Gqeberha, hingga Harare—sebelum menunggu hasil klasemen untuk melangkah lebih jauh.
Kunjungan Inggris ke Zimbabwe juga memiliki bobot tersendiri. Terakhir kali tim Inggris bermain di negara itu tercatat pada 2004, sebelum kemudian muncul berbagai kendala yang berimbas pada perjalanan tim sepanjang dekade 2000-an.
Berita Terkait
Dalam periode tersebut, situasi politik di Zimbabwe pada masa rezim mantan presiden Robert Mugabe disebut menimbulkan persoalan bagi tim kriket putra Inggris. Bahkan pada Piala Dunia 2003, Inggris mengambil keputusan untuk memboikot pertandingan di Harare melawan Zimbabwe, langkah yang pada akhirnya mengganggu jalannya kampanye mereka di turnamen itu.
Meski begitu, hubungan kedua papan kriket disebut membaik dalam beberapa tahun terakhir. BBC Sport melaporkan pada 2025 bahwa kedua lembaga sedang mendiskusikan kemungkinan tur Inggris ke negara tersebut pada siklus internasional berikutnya, yakni rentang 2027 hingga 2031.
Di sisi lain, fase grup turnamen juga dibuka dengan laga yang mengulang memori final 2023. Pada 7 Oktober, India dan Australia akan saling berhadapan di Cape Town, sesuai rencana pembukaan kompetisi.
Selanjutnya, rivalitas klasik India dan Pakistan—yang tidak saling bermain di luar turnamen—akan kembali diuji pada 10 Oktober di Johannesburg. Pertemuan yang dijadwalkan di kota tersebut menjadi sorotan karena mempertemukan dua tim yang selalu menyajikan tensi tinggi ketika berada dalam satu panggung kompetisi besar.
Sistem perjalanan turnamen setelah fase grup juga telah ditetapkan. Dari dua grup yang telah ditentukan, tiga tim teratas dari masing-masing grup—ditambah satu tim peringkat keempat terbaik—akan maju ke fase Super 7.
Setelah tahap Super 7 selesai, empat tim teratas akan mengamankan tiket menuju semifinal. Semifinal dijadwalkan berlangsung pada 17 dan 18 November, sebelum laga puncak digelar pada 21 November di Johannesburg.
Dengan Inggris yang tidak menghadapi Australia dan India sejak fase grup, fokus mereka kini terarah pada konsistensi pertandingan sepanjang rentang 8 hingga 23 Oktober. Dari Bangladesh, Sri Lanka, Afrika Selatan, hingga laga-laga di Harare dan Gqeberha, tiap pertemuan berpotensi menentukan apakah Inggris bisa memaksimalkan peluang menuju Super 7.
Di saat yang sama, komposisi grup lainnya tetap menghadirkan persaingan berlapis—terutama karena satu kelompok memuat India, Australia, dan Pakistan sekaligus. Kombinasi itu berarti bahwa selain hasil Inggris, dinamika di grup lain juga akan menentukan peta siapa saja yang akhirnya menembus babak lanjutan.
