jurnalistik.co.id – Manchester United harus menerima kekalahan mengejutkan 0-2 dari Hull City, meski tim promosi itu tampil dengan status pendatang baru di papan atas. Seusai pertandingan, pelatih Michael Carrick menegaskan bahwa hasil ini tidak akan mengubah arah pembenahan yang sedang ia bangun.
Menurut Carrick, kekecewaan memang ada karena mereka gagal meraih kemenangan. Namun, ia menempatkan laga tersebut sebagai satu episode yang harus “dihisap” bersama sebelum kembali tampil lebih kuat.
Reaksi para pengamat justru lebih tajam. Wayne Rooney menilai United tidak menampilkan ancaman yang cukup, menyebut: “They didn’t create much, which was the biggest worry.” Ia juga menggarisbawahi tantangan menghadapi tim promosi, terutama pada laga pembuka kompetisi away yang menuntut kesiapan penuh.
Alan Shearer turut menyoroti aspek kesiapan tim, dengan komentar yang menekankan soal kondisi fisik dan ritme pertandingan. Ia mengatakan: “I haven’t seen Manchester United in pre-season. I saw them in this game and they didn’t look fit, they didn’t look ready to play 90 minutes of intense, high pressure, high-energy football.”
Bagaimanapun, Carrick (dan rombongan di dalam klub) tidak menerima bahwa masalah utamanya semata soal kebugaran. Dalam pandangan yang menyertai evaluasi pertandingan, respons tim tetap harus dilihat dari cara permainan—terutama bagaimana United tampil saat menghadapi ritme tinggi dan tekanan intens.
Bruno Fernandes, yang bertindak sebagai kapten, mengaitkan masalah itu dengan pengulangan pola di laga tandang. Ia menyampaikan: “Same mistakes as we did last season in every away game. We give too much of the ball to them.” Fernandes menambahkan bahwa pada awal laga, situasi di lapangan tidak seimbang karena kiper lawan sempat memiliki terlalu banyak sentuhan bola.
“In the first 20 minutes the goalkeeper had more touches on the ball, too much time,” lanjut Fernandes. Ia kemudian menegaskan kebutuhan perubahan pendekatan: “We need to press a little bit more, be more aggressive, and set-plays – we need to work on it, to be more aggressive and try not to concede these types of goals.”
Sergej Jakirovic, pelatih Hull City, juga menyatakan bahwa ia telah mengidentifikasi area yang bisa diserang dalam persiapan menjelang laga. Fokusnya berada pada set-piece, yang menjadi bagian penting dari rencana Hull untuk mengganggu United sejak fase-fase awal.
Berita Terkait
Dalam pertandingan ini, United memang berusaha merespons, termasuk lewat perubahan susunan pemain. Marcus Rashford mendapat kesempatan masuk pada babak kedua, menjadi penampilan pertamanya untuk United sejak Desember 2024, namun upaya itu belum cukup untuk membalikkan keadaan.
Kekalahan ini juga menyinggung soal cara United bertahan ketika lawan menggunakan wing-backs. Dari evaluasi yang muncul, United dinilai kesulitan menjaga soliditas pertahanan saat menghadapi model permainan seperti yang ditunjukkan AC Milan dan berulang ketika Hull datang ke markas mereka dengan pola menyerang yang terarah.
Meski berada di bawah sorotan besar publik, Carrick menampilkan sikap yang cenderung tenang. Ia menegaskan cara pandangnya mengenai kekalahan dengan mengatakan: “It’s just one game, we’re disappointed we haven’t won,” lalu menambahkan: “It’s not more than that, it’s not less than that. We’ve got to soak it up and come back stronger.”
Carrick juga menjelaskan perbedaan antara ketenangan di depan media dan kondisi emosional di dalam tim. Ia menyatakan: “I’m talking to you quite calm,” namun menekankan bahwa itu tidak berarti semuanya baik-baik saja, karena “But I’m not exactly calm inside and enjoying the day, you know? It’s 100% not that, trust me, it’s not that.”
Ia melanjutkan dengan penjelasan yang menekankan bahwa rasa sakit tetap dirasakan, meski tidak ditunjukkan lewat keributan. “Inside we’re hurting but it doesn’t mean we all have to shout and scream and come out and create some chaos,” katanya, dan ia menegaskan, “The calmness doesn’t mean there’s no emotion in it, for sure.”
Dengan pertandingan berikutnya yang sudah menanti, United dijadwalkan menjamu Ipswich pada 30 Agustus di Old Trafford. Carrick menyebut pemikiran bahwa timnya memperoleh awal yang “favorable” sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, dengan kalimat: “ridiculous” untuk menganggap mereka mendapatkan keuntungan.
Ia menambahkan bahwa skenario awal musim yang buruk tidak bisa dijadikan pembenaran dengan pola tahun-tahun sebelumnya. Carrick merujuk pada kesepakatan transfer senilai ÂŁ70m untuk gelandang Brighton Carlos Baleba yang sudah terlebih dulu dijalankan, sehingga kegagalan di satu pertandingan tidak bisa langsung dibaca sebagai respons berlebihan yang sama seperti reaksi pada awal kampanye 2022.
“I know a lot goes on outside our football club,” ujar Carrick. “I understand and I understand the responsibility I’ve got. I get it. We’ve lost today and there’s questions to be asked. But it doesn’t mean everything’s wrong. It doesn’t make me do things differently.”












