jurnalistik.co.id – US Open 2026 di Flushing Meadows tahun ini menghadirkan pasangan yang menarik perhatian: Serena Williams akan berpasangan dengan Carlos Alcaraz pada cabang mixed doubles setelah keduanya memperoleh wildcard untuk undian utama.
Williams, petenis putri dengan 23 gelar Grand Slam tunggal, kembali ke lapangan pada Juni lalu setelah sempat “evolving away” dari dunia tenis selama empat tahun. Sejak comeback, ia tercatat sudah menjalani tiga pertandingan ganda, serta melakukan debut tunggalnya lagi di Wimbledon dan harus mengakui keunggulan Maya Joint dalam tiga set.
Adapun di Cincinnati Open, Williams bermain ganda bersama kakaknya, Venus, namun mereka kalah pada pertandingan yang berlangsung pada Senin. Itu menjadi laga pertamanya setelah sebelumnya mengalami cedera lutut ketika Wimbledon, dan hasil tersebut sekaligus menutup rangkaian awal persiapannya menuju US Open.
Sementara itu, Alcaraz dijadwalkan tampil untuk pertama kalinya lebih dari empat bulan setelah cedera pergelangan tangan. Dengan menghadapi mixed doubles, keduanya membawa kombinasi total 44 gelar Grand Slam dari cabang tunggal dan ganda ke kompetisi yang tengah jadi sorotan tahun ini.
Undian utama mixed doubles US Open 2026 kembali memberi ruang besar bagi pemain bintang dari nomor tunggal. Format tersebut juga merupakan hasil pembaruan kontroversial yang dilakukan tahun lalu, ketika penyelenggara memasukkan bintang-bintang tunggal agar perhatian pada nomor ganda campuran makin meningkat.
Dalam aturan yang berlaku, enam pasangan teratas dengan peringkat gabungan terbaik dari nomor tunggal langsung masuk ke undian utama. Di luar itu, delapan pasangan lain menerima wildcard, sementara pasangan spesialis ganda mendapatkan slot terbatas; Sara Errani dan Andrea Vavassori tercatat sebagai satu-satunya pasangan spesialis ganda yang memperoleh wildcard masuk undian utama.
Bagi pasangan lain—termasuk Henry Patten yang berpasangan dengan Katerina Siniakova—mereka harus melalui babak kualifikasi. Babak tersebut diikuti delapan tim, sehingga persaingan untuk merebut tiket ke undian utama mixed doubles berlangsung ketat.
Tournament mixed doubles akan digelar pada 24–26 Agustus, dan jadwalnya berakhir empat hari sebelum undian tunggal dimulai. Sejumlah pasangan berprofil tinggi juga telah dipastikan bersaing, mulai dari Aryna Sabalenka yang berpasangan dengan Novak Djokovic, lalu Jessica Pegula bersama Taylor Fritz, serta Iga Swiatek dan Casper Ruud.
Di sisi lain, Elina Svitolina berpasangan dengan suaminya, Gael Monfils, dalam ajang Grand Slam terakhir Monfils sebelum pensiun. Kehadiran pasangan-pasangan dengan nama besar ini semakin menegaskan bahwa mixed doubles sedang didorong sebagai tontonan utama di tengah rangkaian US Open.
Berita Terkait
Perombakan format tahun lalu juga mencakup sistem pertandingan yang lebih singkat. Hanya empat game yang dibutuhkan untuk memenangkan satu set, tidak ada skema “advantage”, dan tie-break pertandingan 10 poin digunakan sebagai pengganti set ketiga di seluruh rangkaian. Selain itu, turnamen juga diatur agar berlangsung selama dua hari pada pekan sebelum undian utama dimulai.
Pembaruan tersebut sempat menuai kritik dari beberapa spesialis ganda. Errani dan Vavassori, yang menjadi satu-satunya pasangan spesialis ganda yang diundang untuk bersaing tahun lalu, menerbitkan pernyataan bersama yang menyebut langkah tersebut “profoundly wrong”. Meski sempat bersitegang dengan penilaiannya, keduanya pada akhirnya tetap keluar sebagai juara dan meraih hadiah sebesar $1m (£740,000), serta menyatakan mereka telah “completed their mission”.
Kenapa Williams dan Alcaraz dipertemukan
Kisah comeback Williams yang akhirnya benar-benar terjadi membuat banyak orang bertanya-tanya apa motif yang ada di balik kepulangannya. Dalam penjelasannya, ia menyebut tampil di hadapan kedua putrinya sebagai motivasi utama, sementara kemenangan pertandingan ia anggap “not important”, dengan penekanan pada “having fun”.
Di sudut pandang itu, berpasangan dengan Alcaraz terasa seperti kombinasi yang melampaui sekadar latihan; mixed doubles menjadi ajang yang “blurs the lines” antara pameran dan kompetisi serius. Alcaraz dikenal dengan gaya pukulan yang agresif dan kemampuan mengeluarkan senyum yang menular bahkan ketika pertandingan sedang menegangkan.
Jika di nomor tunggal Williams cenderung terlihat lebih serius, format seperti ini sering kali memunculkan sisi yang lebih santai. Salah satu momen paling berkesan datang pada Wimbledon 2019 ketika ia bermain bersama Andy Murray dalam sebuah kerja sama yang juga menyedot perhatian besar.
Namun, tidak sedikit pula kalangan yang berpendapat pasangan ini hanya dimanfaatkan untuk publikasi. Mereka menilai keterlibatan Williams dan Alcaraz tidak terlepas dari minat terhadap US Open serta merek olahraga global yang sama-sama mereka dukung.
Bagi sisi yang lebih sportif, ada alasan yang tetap masuk akal. Untuk keduanya, mixed doubles dapat menjadi pengantar yang lebih lembut setelah cedera, sekaligus sarana kembali menyesuaikan diri dengan ritme pertandingan. Lingkungan yang lebih kompetitif membantu mereka membaca kondisi kebugaran, mempertajam kerja kaki, dan mencari kembali alur permainan saat berada di lapangan pertandingan.
Meski ada banyak cara orang memandang keputusan untuk berpasangan, pada level juara, keinginan untuk menang tetap menjadi karakter yang tak hilang. Gelar-gelar Grand Slam mencerminkan bahwa Williams dan Alcaraz datang ke turnamen ini bukan sekadar untuk mengisi jadwal, melainkan membawa dorongan untuk meraih hasil terbaik sejak langkah pertama mereka di undian utama.












