Olahraga

Derek McInnes: Saya “Mortified” atas tersingkirnya Rangers dari Eropa, “full responsibility” atas kekalahan di Jablonec

×

Derek McInnes: Saya “Mortified” atas tersingkirnya Rangers dari Eropa, “full responsibility” atas kekalahan di Jablonec

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rangers: 'Mortified' Derek McInnes takes responsibility for European exit

jurnalistik.co.id – Derek McInnes mengaku “Mortified” dan menyatakan “full responsibility” atas tersingkirnya Rangers dari kompetisi Eropa musim ini. Ia menilai keluarnya tim dari Liga Konferensi Eropa itu terjadi dengan cara yang “embarrassing”, setelah Jablonec menyingkirkan mereka lewat adu penalti 4-3.

Rangers sebenarnya berangkat menuju leg kedua di Republik Ceko dengan modal unggul 1-0. Namun pada pertandingan yang berlangsung Kamis, mereka akhirnya gagal melaju setelah skor agregat harus ditentukan lewat penalti.

Meski unggul lebih dulu dalam adu penalti, rangkaian penendang menentukan nasib membuat harapan Rangers runtuh. Findlay Curtis dan James Penrice menjadi dua nama yang gagal mengeksekusi penalti terakhir, sehingga Rangers kehilangan kesempatan menyegel kemenangan.

Kegagalan itu membuat Rangers untuk pertama kalinya sejak kekalahan agregat 2-1 dari Progres Niederkorn pada babak kualifikasi pertama Liga Europa di 2017, tidak lagi membawa tim bertanding di Eropa setelah Agustus.

Tekanan meningkat setelah awal masa jabatan

McInnes mengakui hasil tersebut menambah beban di awal pemerintahannya. Dalam periode yang sama, Rangers juga pernah tersingkir dari Europa League melawan Jagiellonia Bialystok, serta merasakan hasil seri sekaligus kekalahan pada dua pertandingan pertama di Premiership.

“I’m embarrassed with the performance,” kata McInnes. Ia kemudian menekankan bahwa yang mampu menampilkan sikap terbaik bagi klub pada malam itu justru datang dari orang-orang di luar lapangan.

Menurut McInnes, “The only people who represented the club well tonight were my staff and the supporters who were outstanding, getting behind the team despite watching what we all watched.” Ia menambahkan bahwa ia tidak ingin mencari pembenaran atas hasil yang terjadi.

“I’m not going to make any excuses. Yes there’s been a big turnover of players, yes we looked inexperienced at times but the responsibility is mine to make sure we’re better than what we served up tonight.”

Ia juga menilai performa Rangers tidak memenuhi standar yang selama ini dianggap menjadi identitas tim. “We’re elite in everything we do in terms of preparation and the performance lacked in everything,” ujarnya.

Rangers dinilai kurang tajam dan kalah dalam duel

McInnes menyatakan timnya tidak tampil cukup baik dalam berbagai aspek permainan, termasuk duel-duel individu, penguasaan bola kedua, dan upaya memenangkan perebutan bola. Ia juga menyinggung bahwa Rangers tidak memberi momentum yang dibutuhkan agar permainan berjalan sesuai rencana.

“I can’t accept, and we shouldn’t accept, losing individual battles, duels, second balls, not winning enough tackles and just getting the momentum of the game going our way,” tambahnya. Ia berpendapat Rangers terlihat terlalu muda dan belum sepenuhnya beradaptasi di momen-momen penting.

McInnes kemudian menegaskan pendekatan tim untuk memperkuat skuad akan berlanjut, namun ia tetap menekankan kebutuhan perbaikan sebagai satu kesatuan. “I thought we looked young, inexperienced at times. We’re trying to make some signings to help with that side of it but we need to do so much more as a team.”

Ia menyimpulkan, “We got what we deserved.” Dalam sudut pandang itu, bahkan jika hasil penalti berpihak kepada Rangers, ia merasa kemenangan semacam itu tidak akan menutup kekurangan yang sudah terlihat sepanjang pertandingan.

“If we’d won on penalties we would have taken it, of course, but it would only have covered over the cracks.”

“I’m mortified with the performance. I know you can lose games of football but we should have enough in the building to take care of that tonight,” lanjut McInnes. Penilaian itu sekaligus menjadi ringkasan sikapnya terhadap malam yang ia anggap mengecewakan.

Statistik mendukung kekecewaan manajer

Dalam laporan pertandingan, Rangers tercatat hanya menguasai bola sedikit di atas 46% sepanjang 120 menit. Mereka juga hanya memiliki satu tembakan tepat sasaran selama waktu normal dan tambahan waktu di laga tersebut.

Rangers juga disebut menang dalam kurang dari 70% dari total 16 tekel yang dilakukan. Selain itu, tim melakukan 17 pelanggaran, angka yang oleh McInnes berkaitan dengan ketidakrapian dalam mengamankan ritme permainan.

Ia lalu menggambarkan keadaan tim sejak awal laga sebagai upaya mengejar rasa percaya diri. “We went into this game scrambling for some sort of confidence, some positivity,” katanya.

Bagi McInnes, meskipun Rangers sempat mencari landasan mental, pertandingan tetap menyingkap siapa yang layak melaju. “But I just thought the team that deserved to go through went through tonight and that’s hard for me to take.”

Momentum sempat ada, tetapi hasil kali ini dianggap kemunduran

Sebelum laga play-off melawan Jablonec, Rangers memperoleh hasil yang lebih baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka meraih kemenangan 5-1 atas St Mirren di League Cup dan mengalahkan Jablonec 1-0 di Ibrox.

Namun sebelum rangkaian itu, Rangers juga sempat mengalami hasil yang tidak konsisten setelah bermain imbang melawan Dundee United dan kemudian kalah di kandang dari Hibernian pada dua laga pembuka Premiership.

McInnes menyiratkan bahwa keluarnya tim dari Eropa melalui adu penalti malam itu bisa menjadi kemunduran. Ia menilai kegagalan tersebut memantulkan masalah yang belum terselesaikan, meski tim datang dengan modal kemenangan pada sebagian laga sebelumnya.

Dengan tersingkirnya Rangers dari kompetisi Eropa, perhatian kini diarahkan pada langkah perbaikan yang menurut McInnes harus dimulai dari cara tim tampil sebagai satu kesatuan. Ia menutup dengan menegaskan bahwa tanggung jawab atas kekalahan dan cara tim menjalani malam itu berada sepenuhnya di pihaknya.