Olahraga

Aston Villa Resmi Rekrut Leon Goretzka dari Bayern Munich dengan Status Bebas Transfer

×

Aston Villa Resmi Rekrut Leon Goretzka dari Bayern Munich dengan Status Bebas Transfer

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Leon Goretzka: Aston Villa sign former Bayern Munich midfielder

jurnalistik.co.id – Aston Villa merampungkan perekrutan Leon Goretzka dari Bayern Munich. Gelandang timnas Jerman itu bergabung dengan status bebas transfer, setelah menyelesaikan fase delapan tahun bersama klub asal Bundesliga tersebut.

Goretzka berusia 31 tahun dan tersedia setelah kontraknya berakhir pada musim panas ini. Langkah ini dilakukan ketika Villa sedang mencari tambahan opsi di lini tengah usai kekalahan pada pertandingan pembuka Premier League dengan skor 4-0 saat melawan Brighton pada Minggu.

Di saat yang sama, Amadou Onana diperkirakan absen hingga tahun depan karena cedera lutut yang ia alami saat membela Belgia pada Piala Dunia. Situasi itu membuat Villa perlu memperkuat kedalaman skuad, termasuk lewat kedatangan pemain dengan pengalaman besar di level domestik maupun Eropa.

Kontribusi selama delapan tahun di Bayern

Selama periode bersama Bayern Munich, Goretzka mencatat 312 penampilan dan membukukan 51 gol. Ia juga mengumpulkan 73 caps bersama tim nasional Jerman, termasuk tiga penampilan pada Piala Dunia musim panas ini.

Di Bayern, Goretzka turut meraih tujuh gelar liga dan satu gelar Liga Champions pada 2020. Rekam jejak trofi dan jumlah pertandingan yang ia jalani menjadi nilai tambah yang diharapkan dapat membantu performa Villa dalam berbagai tuntutan kompetisi.

Bagi Villa, kedatangan Goretzka juga berlangsung di tengah perubahan besar di skuad musim ini. Ezri Konsa telah bergabung dengan Arsenal dengan nilai awal £51m, sementara Morgan Rogers dijual ke Chelsea sebesar £117m.

Selain itu, Youri Tielemans pindah ke Manchester United pada bulan Juli, dan Lucas Digne kembali ke Paris St-Germain pada awal bulan ini. Di sisi penyerangan, Unai Emery juga masih menghadapi ketidakpastian mengenai kelanjutan peran Ollie Watkins di Villa Park setelah tenggat transfer, menyusul ketertarikan Al-Hilal dari Arab Saudi.

Persaingan tempat dan peluang menata ulang karier

Di laporan yang sama, disebutkan bahwa Goretzka sejak beberapa waktu terakhir sudah menjadi target penjualan Bayern jika mendapat harga yang dianggap tepat. Ia sempat menolak opsi peminjaman ke Galatasaray pada 2024, dengan kondisi gajinya di Allianz Arena menjadi salah satu faktor pembatas bagi kemungkinan destinasi lain.

Pada akhirnya, kontrak pemain tersebut habis pada Juli sehingga ia berstatus bebas transfer untuk jendela transfer musim panas. Di masa jayanya, Goretzka pernah dipandang sebagai salah satu gelandang box-to-box terbaik Jerman, dengan kekuatan ketika bermain di area pertahanan dan area seberang.

Namun, performa dan dinamika peran berubah seiring waktu. Laporan tersebut menuturkan bahwa atletisnya perlahan menurun, dan pemain yang lebih muda akhirnya mengambil banyak slot di skuad. Pada musim lalu, Vincent Kompany terutama menempatkan Goretzka sebagai pemain pengganti, begitu pula Julian Nagelsmann saat menjalani Piala Dunia musim panas ini.

Untuk tim nasional, Goretzka membuat tiga penampilan dengan total 96 menit. Statusnya sebagai pilihan lagi dalam skema pelatih baru Jerman, Jurgen Klopp, disebut masih belum pasti.

Relokasi ke Aston Villa dinilai bisa menjadi jalan untuk menyegarkan perjalanan internasionalnya. Dalam periode delapan tahun di Bayern, ia terlihat terjebak dalam dinamika peran yang membuat peluang tampil sebagai starter tidak selalu datang seperti yang ia harapkan.

Dari ā€œsekali seabadā€ hingga fase yang makin sulit

Goretzka tiba di Bayern dari Schalke pada 2018 ketika ia dipandang sebagai tipe gelandang modern yang bisa bermain di banyak posisi. Peter Neururer, pelatihnya saat masih berada di klub kampung halaman Bochum, pernah menyebutnya sebagai ā€œonce-in-a-century talentā€ ketika ia berusia 18 tahun.

Pada umumnya, ia sering dipakai sebagai gelandang nomor enam dan kerap bermain beriringan dengan Joshua Kimmich, baik untuk Bayern maupun Jerman. Ketika dibutuhkan, ia juga dipakai sebagai opsi darurat bek tengah serta kadang berperan sebagai nomor 10.

Di antara kekuatannya, laporan tersebut menyoroti ketepatan lari dan postur yang membantunya memanfaatkan bola-bola silang untuk mencetak gol. Kualitas itu sempat membuatnya kembali mendapat tempat saat persaingan di lini tengah kian ketat.

Contoh yang disebut adalah momen pada Maret dan Juni 2025 saat tim Jerman bermain di final Nations League. Goretzka terlihat tampil sebagai figur penting ketika ia masuk dalam starting line-up versi Nagelsmann pada periode tersebut.

Tetapi, fase menonjol seperti itu disebut makin jarang dalam beberapa tahun terakhir. Laporan juga mengaitkan prosesnya dengan cedera yang sudah mengganggu sejak usia muda, meski tidak selalu berupa cedera parah. Gangguan-gangguan itu kerap datang pada waktu yang tidak tepat sehingga ritme permainannya sulit bertahan.

Puncak performa dalam kurun waktu yang dibahas juga dikaitkan dengan musim 2020-21 setelah Bayern menjuarai Liga Champions pada tahun pandemi. Namun, ketika Jerman tampil di Kejuaraan Eropa 2021, Goretzka melewatkan pertandingan Grup pertama karena efek lanjutan cedera hamstring, dan satu-satunya start-nya datang saat melawan Inggris di Wembley pada babak 16 besar.

Saat kondisi fit, ia disebut tetap menjadi pemain yang masuk starting XI untuk Bayern hingga kedatangan Kompany pada 2024. Meski sempat menjalani beberapa bulan sebagai pemain cadangan, ia mampu kembali bersaing untuk tempat di tim utama. Namun, munculnya Aleksandar Pavlovic—gelandang yang lahir di Munich dan merupakan jebolan akademi Bayern—akhirnya disebut menutup jalur Goretzka.

Bagi Villa, perekrutan ini pada dasarnya membawa pengalaman ke dalam skuad, sekaligus menyisakan satu pertanyaan besar: seberapa besar kontribusi Goretzka yang masih bisa diberikan di lapangan. Villa juga baru mendatangkan gelandang muda Swiss, Johan Manzambi, yang pada musim sebelumnya masuk daftar pemain muda terbaik di Bundesliga.

Manzambi, sebagaimana dilaporkan, juga memiliki karakter gelandang box-to-box bertubuh tinggi. Dengan profil tersebut, peluang adaptasinya terhadap kecepatan Premier League disebut mungkin lebih cepat dibanding Goretzka, yang pernah mengalami kesulitan menyusul tempo saat tampil sebagai pemain pengganti pada Piala Dunia di bawah Nagelsmann.

Meski begitu, transfer ini tetap menempatkan Goretzka sebagai opsi berpengalaman untuk proyek skuad Villa, terutama dalam situasi rotasi yang dipengaruhi cedera dan perubahan daftar pemain. Apakah ia langsung menjadi andalan Unai Emery atau lebih sering berperan sesuai kebutuhan taktik, akan terlihat dari proses beradaptasi pada bulan-bulan mendatang.