Olahraga

Ethan (13) Jadi Juara Catur Ulster Termuda Sepanjang Sejarah

×

Ethan (13) Jadi Juara Catur Ulster Termuda Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Chess: 'I was beating adults at chess when I was eight'

jurnalistik.co.id – Ethan, remaja berusia 13 tahun dari Strand Chess Club di Belfast timur, baru saja mencatat capaian yang jarang terjadi di catur Irlandia Utara. Ia dinobatkan sebagai juara catur Ulster termuda sepanjang sejarah, sekaligus menjadi yang termuda di seluruh kelompok usia.

Ia mengaku sempat tak menyangka bisa meraih kemenangan. “Saya benar-benar terkejut, karena saya belum pernah menang di turnamen-turnamen besar sebelumnya; biasanya saya selalu hanya sedekat itu. Namun akhirnya saya berhasil meraih gelar,” tutur Ethan kepada BBC News NI.

Kemenangan Ethan datang setelah ia menghadapi lawan yang rentang usianya jauh lebih tua. Dalam kejuaraan tersebut, ia bermain melawan pesaing berusia 30 hingga 65 tahun—lebih dari dua kali usianya—yang menjadi tantangan tersendiri selama pertandingan berlangsung.

“Rentang usia itulah yang selama ini saya hadapi, dan saya tidak mengalami kekalahan. Saya mendapat tiga kemenangan dan tiga hasil seri,” kata Ethan. Dengan catatan itu, ia mampu mempertahankan konsistensi permainan meski lawan-lawan yang dihadapi jauh lebih senior.

Mulai sejak kecil, lalu diasah intens

Ketertarikan Ethan pada catur sudah tumbuh sejak usia sangat muda. Ia mulai memainkan catur ketika berusia enam tahun, setelah melihat seseorang bermain dan merasa permainan itu menarik untuk dipelajari.

Menurut Ethan, kebiasaan menghadapi orang dewasa sejak dini membentuk rasa percaya dirinya. “Ketika saya berusia delapan atau sembilan tahun, saya sudah mengalahkan orang dewasa dalam catur, dan mereka kesal saat kalah—biasanya ada yang bilang, ‘Saya baru saja kalah dari anak kecil.’”

Kini, saat berumur 13 tahun, Ethan tidak hanya bermain untuk klubnya, tetapi juga telah mewakili Irlandia di seluruh kelompok umur. Ia menyebut bagian yang paling ia nikmati adalah tantangan mental, termasuk proses berpikir dan persiapan pembukaan.

“Saya cukup suka bagian berpikir dan persiapan opening. Permainan itu sendiri terlihat menarik, tapi ada banyak hal lain yang harus dipersiapkan sebelum masuk ke taktik. Menurut saya, sejak awal saya punya bakat alami—dan itu mungkin membantu. Saya juga merasa memulai pada usia muda sangat berpengaruh karena materi itu lebih mudah ‘masuk’ ke pikiran,” ujar Ethan.

Ia menambahkan bahwa latihan yang ia lakukan juga memegang peran penting. Ethan menyebut dirinya “baik” dalam kemampuan menghitung, dan menganggap itu sebagai kekuatan utama.

Dukungan keluarga dan pengalaman turnamen

Keberhasilan Ethan tidak datang dari latar keluarga yang sama-sama pegawai catur. Tidak ada orang tuanya yang merupakan pemain catur, namun ibunya, Eimear Savage, menjelaskan bahwa Ethan sejak awal langsung terpikat pada papan catur dan bidak-bidaknya ketika pertama kali melihat permainan itu.

Eimear menilai, peluang yang mempertemukan Ethan dengan catur menjadi titik awal yang mengubah semuanya. “Ini kebetulan saja saat Ethan melihat orang bermain catur dan berpikir itu menarik, lalu ia memutuskan ingin bermain. Dari situ segalanya berjalan,” katanya.

Dalam pandangan Eimear, kesuksesan Ethan banyak ditentukan oleh dirinya sendiri, sementara keluarga hadir sebagai pendukung. “Saya rasa Ethan menjalani semuanya dengan santai. Ia menikmati bermain catur dan menikmati ikut bertanding; ketika ia menang, itu seperti bonus,” tambahnya.

Ia juga mengingat masa-masa awal Ethan saat ukuran tubuhnya masih belum cukup untuk melihat papan dengan nyaman. “Mungkin waktu ia lebih kecil, saya ingat ia belum cukup tinggi untuk melihat meja permainan, jadi ia harus duduk dengan posisi jongkok di kursi agar bisa melihat bidak dengan baik. Itu dulu sempat jadi tontonan, tapi sekarang orang-orang sudah mengenalnya.”

Selama perjalanan kariernya, Ethan juga pernah bermain bersama tim Irlandia dan sempat bepergian ke beberapa tempat untuk mengikuti turnamen. Ia tercatat pernah bertanding di Paris, termasuk bermain di dekat area Menara Eiffel, serta mengikuti ajang di Belanda, Jerman, dan Estonia.

Di mata sesama klub: lawan yang sulit

Capaian Ethan juga mendapat pengakuan dari rekan-rekannya di Strand Chess Club. Gareth Annesley menyebut Ethan sebagai lawan yang sangat tangguh.

“Kalau melihat penampilannya, Anda tidak akan menyangka dia bisa seumur itu. Anda merasa sudah punya dia, tapi ia terus memainkan langkah-langkahnya, dan justru itu membuatnya sulit dikalahkan. Dia sangat resourceful dan sangat matang untuk usianya,” kata Gareth.

Gareth juga menilai bahwa Ethan sudah berada dalam peta persaingan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kemampuannya semakin terlihat saat menghadapi pemain-pemain top di Ulster. “Walau umurnya hanya 13, dia sudah lama ada di arena ini. Jadi dia lebih kurang sudah mengalahkan sebagian besar pemain terbaik di Ulster—karena itu, tidak benar-benar mengejutkan. Kalau di catur ‘cukup bagus, berarti sudah cukup umur’, maka itu berlaku untuk Ethan,” ujarnya.

Target berikutnya

Dengan pencapaian sebagai juara Ulster termuda, Ethan kini menatap langkah selanjutnya. “Saya akan terus melakukan ini selama sisa hidup saya,” katanya.

Untuk target masa depan, ia menyebut ambisi berikutnya adalah menjadi juara Irlandia, lalu tujuan jangka panjangnya adalah menjadi grand master. “Tujuan utamanya mungkin menjadi juara Irlandia, dan setelah itu grand master,” tambah Ethan.