jurnalistik.co.id – Pada usia 26 tahun, Lauren Hemp telah menorehkan jejak yang sulit ditandingi banyak pemain lain. Perjalanannya bersama Manchester City terus bertambah, terutama ketika ia mencapai tonggak 200 penampilan di awal upaya mempertahankan gelar Women’s Super League.
Ia mencatat penampilan ke-200 pada Minggu lalu saat Manchester City memulai fase pembelaan juara. Dalam laga tersebut, Hemp juga tampil sebagai pemain terbaik setelah membawa timnya menang 3-1 atas Birmingham City yang baru promosi ke kompetisi.
Hemp menjadi hanya pemain keempat dalam sejarah City yang mencapai landmark 200 penampilan. Sebelumnya, capaian serupa diraih Steph Houghton, Keira Walsh, dan Demi Stokes, sehingga pencapaian Hemp langsung ditempatkan pada daftar nama yang sangat berpengaruh.
Selama delapan tahun berada di klub, ia berkembang menjadi salah satu ujung tombak terbaik di Eropa. Manchester City pun merasakan dampaknya tidak hanya di menit-menit penting, tetapi juga saat meraih enam trofi besar selama periode tersebut.
Menjelang momen milestone itu, pelatih City Andree Jeglertz menilai Hemp sudah meninggalkan “legacy” yang nyata. Ia juga menekankan bahwa masih ada waktu panjang untuk perkembangan berikutnya.
Penghargaan individu Hemp mengalir seiring masa kerjanya. Ia meraih rekor penghargaan PFA young player of the year untuk keempat kalinya pada 2022, sekaligus masuk dalam PFA team of the year sebanyak tiga kali.
Di level tim nasional, perannya juga menonjol bersama Sarina Wiegman dan skuad Lionesses. Hemp berada di posisi kunci ketika Lionesses menjalani periode sukses yang berbuah gelar Eropa secara beruntun, dan City memanen manfaat dari konsistensi tersebut.
Tajam di angka dan kontribusi permainan
Di laga-laga City, statistik Hemp menunjukkan kualitas yang tidak hanya berhenti di gol. Ia mencetak 74 gol dalam 200 penampilan, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang dari open play dibanding pemain lain dalam sejarah Women’s Super League.
Hanya striker Khadija Shaw yang mencetak lebih banyak gol untuk City pada era sepak bola profesional. Sementara itu, Hemp berada di urutan kedua dalam daftar assist sepanjang masa WSL, mengindikasikan ia produktif dalam mengubah ruang menjadi kesempatan nyata.
Ketika City menghadapi Birmingham, kontribusi Hemp terlihat dari aktivitasnya di area berbahaya. Ia memiliki lebih banyak entri ke final third dibanding rekan setim mana pun selain Gracie Prior, dan mencatat 16 sentuhan di kotak lawan.
Jeglertz merangkum dampak Hemp dalam gaya yang langsung dan penuh keyakinan. Setelah kemenangan atas Birmingham, ia mengatakan, “Just give her the ball and something happens!”
Bagian menarik lainnya, menurut pelatih, ada kecintaan yang konsisten pada cara Hemp bermain. Ia menyebut, “What I feel is fascinating with Lauren is that if you come and watch one of our training sessions, you see she has the same enjoyment for playing football that she shows in games.”
Pelatih lalu menambahkan harapan agar semangat itu tetap terjaga. Ia menegaskan, “I really hope she never loses that. She is always kicking a ball, she is never too tired to do anything and she wants to be there. She loves football.”
Berita Terkait
Menurut Jeglertz, sikap Hemp juga mengirim pesan untuk pemain muda. Ia menuturkan, “That shows young players what it’s about. They need to love to go to work. It’s not just a job, it’s an identity.”
Ia menutup penilaiannya dengan gambaran bahwa tonggak 200 penampilan tidak berhenti pada satu fase. “What she has done for the club in 200 games… she is still pretty young. She can play many more games here. That’s amazing that she has a legacy already.”
Di mata suporter: loyalitas dan momen-momen besar
Catatan karier Hemp di City beriringan dengan masa yang kuat bagi Lionesses. Sejak bergabung dari Bristol City sebagai pemain remaja yang menanjak pada 2018, ia ikut tumbuh bersama Manchester dan menjadi bagian penting dari lanskap sepak bola Inggris.
Pada 2024, Hemp dianugerahi MBE untuk layanan di dunia sepak bola. Tahun yang sama, ia juga menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi tiga tahun, sehingga masa depannya di klub mendapat kepastian baru.
Prestasi City musim lalu juga menegaskan komitmen tersebut. City menjuarai WSL untuk pertama kalinya dalam satu dekade, sekaligus meraih Women’s FA Cup, sebuah pencapaian yang disebut sejalan dengan dedikasi Hemp.
Dari sudut pandang pendukung, Hemp telah berada pada status yang lebih dari sekadar pemain andalan. Jayne Comer, sekretaris Manchester City supporters club dan pemegang tiket musiman selama lebih dari 10 tahun, menyebut Hemp sudah dianggap “legend”.
Comer mengatakan kepada BBC Sport, “She is absolutely loved by us all. She remained fiercely loyal to the club, when, let’s face it, she could have signed for any team in the world,” serta menambahkan bahwa keputusan bertahan di City berarti banyak bagi penggemar.
Ia melanjutkan penilaiannya, “The fact she stayed and gives her all every week means so much to us. We’ve had the privilege of watching one of the best players in the world.”
Di setiap pertandingan, Comer merasakan energi yang ditularkan Hemp ketika bola berada di dekatnya. Ia menyatakan, “Every week she gets us all on our feet. When she gets the ball, it’s exciting. You always feel like something spectacular might happen.”
Comer juga mengingat momen ketika pertama kali menyaksikan Hemp bermain sebelum ia bergabung ke City. Ia menilai, “Comer, who watched Hemp play live before she joined City, also considered her “one of the greatest players we’ve ever had”.”
Menurutnya, Hemp terlihat seperti pemain yang benar-benar menikmati olahraga yang ia tekuni. Ia berkata, “She is always one of the first names on the teamsheet for any manager and looks like somebody who loves to play football,” dan ia menambahkan, “I remember the very first time I saw Lauren play was when we were away at Bristol and she really caught my attention.”
Comer melihat potensi sejak awal, lalu merasa tidak pernah dikecewakan saat kariernya berkembang. Ia mengungkapkan, “Even back then, you could see what a talent she was. She just oozed potential. I was really excited to see how she would progress and I have not been disappointed.”
Ia menutup kesannya dengan kalimat yang sarat rasa syukur. “What a player! I count myself lucky every time I see her playing in sky blue.”
Dengan tonggak 200 penampilan yang sudah dilewati dan jejak prestasi yang terus bertambah, Hemp kini memasuki fase berikutnya dari perjalanan yang sama-sama dipahami City maupun para pendukungnya: sebuah legacy yang mulai terbentuk, namun belum selesai ditulis.












