Olahraga

Kapten Inggris Meg Jones Dorong Red Roses Dapat Dukungan Kesuburan

×

Kapten Inggris Meg Jones Dorong Red Roses Dapat Dukungan Kesuburan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England rugby union: Captain Meg Jones calls for fertility support

jurnalistik.co.id – Meg Jones, kapten tim nasional rugby union putri Inggris, mendorong para pemain Red Roses agar memiliki akses dukungan kesuburan—termasuk kemungkinan pembekuan sel telur—sebagai bagian dari perencanaan masa depan, terutama ketika karier masih berjalan.

Dalam perbincangannya dengan BBC Sport, Jones menegaskan bahwa kesempatan untuk membangun keluarga tidak seharusnya dipersempit hanya karena pilihan profesinya. Ia mengajukan pertanyaan langsung: “Why should my opportunity to have a family be taken away from me because I want to pursue my career?”

Jones juga menuturkan bahwa ia sudah memulai langkahnya sendiri dalam proses terkait kesuburan bersama tunangannya. Ia mulai dari pemeriksaan jumlah sel telur dengan mengunjungi sebuah klinik untuk mengecek “egg count”.

Di sepanjang pembahasan, Jones menyebut dirinya bersikap terbuka pada topik tertentu dan ingin berbagi perjalanan tersebut. Ia ingin membicarakan rencana pernikahan dan keluarga dengan cara yang sama-sama nyaman untuk didiskusikan.

“We were looking to freeze, but actually the advice was we don’t need to freeze yet so we can probably wait till after the wedding,” kata Jones. Ia menambahkan, “That’s where we were going to look to conceive.”

Artinya, yang dibutuhkan Jones bukan sekadar satu skema tunggal, melainkan akses pada dukungan yang membuat pemain bisa mengambil keputusan berdasarkan kondisi masing-masing—termasuk kapan waktu yang tepat untuk mempertimbangkan pembekuan sel telur.

Dalam konteks Red Roses, Jones menyoroti bahwa timnya kerap dipandang memiliki kebijakan maternitas terbaik dalam olahraga perempuan. Ia menyebut dua pemenang Piala Dunia baru saja melahirkan, sementara dua lainnya sedang mengandung.

Meski begitu, Jones menganggap diskusi mengenai dukungan kesuburan dan panduan yang menyertainya tetap perlu didorong. Ia menilai bahwa semakin banyak pemberdayaan terhadap perempuan akan berdampak positif bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi permainan itu sendiri.

Respons Rugby Football Union dan status kebijakan

Ketika ditanya mengenai kemungkinan paket dukungan kesuburan bagi pemain Inggris, juru bicara Rugby Football Union (RFU) menyampaikan bahwa pihaknya bekerja untuk mendukung pemain dalam keputusan terkait kesuburan dan perencanaan keluarga.

Pernyataan RFU itu berbunyi: “We work hard to support players in the decisions they make around fertility and family planning and are proud to have been at the forefront of industry-leading support in this area.” RFU juga menyebut bahwa mereka telah memiliki kebijakan maternitas serta parental yang komprehensif, dan tetap terbuka untuk menilai bagaimana dukungan tersebut bisa berkembang.

Menurut informasi yang beredar dalam pemberitaan, saat ini belum ada kebijakan spesifik mengenai kompensasi finansial untuk perawatan kesuburan. Namun, disebutkan bahwa ada diskusi yang tengah berlangsung di RFU, dan hal itu dapat diperkenalkan di masa depan.

Pada bagian yang sudah berjalan, pemain disebut memiliki hak atas satu minggu cuti berbayar untuk setiap siklus perawatan yang mencakup perawatan dan janji temu. Jones menilai aturan tersebut layak dimanfaatkan secara aktif oleh Red Roses.

Jones pernah menyampaikan bahwa Red Roses seharusnya “jump on that” pada podcast “The Good, The Scaz & The Rugby”. Saat itu, ia membahas pengumuman dari federasi sepak bola Spanyol yang menyatakan akan membiayai pemain perempuan internasional agar bisa membekukan sel telur.

Ia lalu menarik contoh lain dari ekosistem olahraga perempuan. Pada bulan Agustus, Chelsea Women juga mengumumkan kerja sama dengan sebuah perusahaan kesuburan, dengan rangkaian dukungan seperti workshop, perawatan, konseling, dan asesmen untuk membantu para pemain.

Dalam laporan The Observer, dijelaskan bahwa dana yang dibentuk oleh Chelsea akan menanggung biaya pembekuan sel telur untuk seluruh skuad. Contoh-contoh seperti itu kemudian menjadi bahan refleksi Jones ketika membandingkan dukungan yang sudah ada di cabang dan organisasi lain.

Pesan Jones menjelang laga melawan Australia

Sebelum pertandingan Inggris melawan Australia pada hari Sabtu, Jones kembali menyampaikan pandangannya kepada BBC Sport. Ia mengaku pada awalnya tidak melihat dukungan kesuburan sebagai sesuatu yang kurang dari sisi otoritas, tetapi pemikirannya berubah ketika membayangkan kesempatan yang seharusnya tersedia.

Jones menyatakan: “I wouldn’t have thought it was something that we were lacking from maybe a governing point of view, but now I think about it I’m like, yeah, actually, I haven’t got that opportunity to go and create a family and be guided on.”

Ia juga menyebut bahwa isu ini sudah dibawa dan didiskusikan di dalam kelompok tim. “It’s definitely been flagged with our group.”

Lebih lanjut, Jones menilai bahwa tim bisa belajar dari pengalaman tim lain dan dari kebijakan yang sudah diterapkan di tempat berbeda. Ia menegaskan keyakinannya bahwa ketika perempuan lebih diberdayakan, manfaatnya meluas.

“And yeah, again, you learn so much from other teams… And I think the more we can empower women the better for the game as a whole, and better for women in general,” ujarnya.

Lewat seruannya tersebut, Jones ingin para pemain tidak harus memilih secara ekstrem antara mengutamakan karier dan menyiapkan masa depan keluarga. Baginya, akses pada dukungan kesuburan yang tepat—dengan panduan berbasis pemeriksaan dan kebutuhan nyata—menjadi bagian penting dari ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Dengan mengangkat pengalaman pribadinya, menyebut kebijakan maternitas yang sudah kuat di Red Roses, serta mengaitkannya pada contoh dari olahraga lain, Jones mendorong diskusi yang lebih praktis: bukan sekadar “mau atau tidak”, melainkan memastikan pemain memiliki informasi, layanan, dan ruang keputusan sejak dini.