Teknologi

Peringatan 9/11: 2.977 Drone Membentuk Menara Kembar di New York City

×

Peringatan 9/11: 2.977 Drone Membentuk Menara Kembar di New York City

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Drone display recreates the Twin Towers over New York City

jurnalistik.co.id – NEW YORK CITY — Sebuah pertunjukan berbasis drone memvisualkan kembali Menara Kembar di New York City dengan skala penuh, menggunakan 2.977 unit drone untuk membentuk gambar cahaya.

Menurut penyelenggara, tiap lampu dari rangkaian 2.977 drone itu dirancang sebagai simbol yang mewakili seorang korban serangan 9/11.

Penyampaian artistiknya tidak berhenti pada ilusi visual semata. Di balik susunan cahaya, penyelenggara menempatkannya sebagai bentuk peringatan yang merujuk pada dampak kemanusiaan dari peristiwa tersebut.

Gagasan itu diwujudkan lewat karya berjudul “2,977 Lights Over New York Harbor”.

Judul tersebut menegaskan bahwa instalasi publik ini memang dirancang untuk ditonton secara langsung, dengan komposisi cahaya yang membentuk gambaran bangunan yang dikenang oleh banyak orang.

Dalam penjelasan yang disampaikan penyelenggara, tampilannya disiapkan agar meniru Menara Kembar “full scale”, sehingga proporsinya disusun sedekat mungkin dengan bentuk asli yang ingin direkonstruksi.

Artinya, penonton tidak hanya melihat pola lampu secara umum, tetapi diarahkan untuk menangkap kembali struktur Menara Kembar melalui tata cahaya yang terkendali dan terukur.

Sejumlah pihak yang terlibat menyebut karya ini sebagai instalasi seni publik peringatan, bukan sekadar pertunjukan teknologi.

Konsep yang dipakai juga menunjukkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur kreatif dan komunitas yang berkaitan dengan 9/11.

Kolaborasi dengan komunitas 9/11

“2,977 Lights Over New York Harbor” dikerjakan dalam kerja sama yang melibatkan seniman, produser, serta anggota komunitas 9/11.

Di dalamnya termasuk keluarga korban, para penyintas, dan petugas tanggap pertama (first responders) yang selama ini dikenal berperan besar pada fase penanganan awal.

Dengan melibatkan kelompok-kelompok tersebut, penyelenggara berupaya memastikan karya yang tampil tetap berada dalam bingkai ingatan kolektif, sekaligus menghadirkan nuansa penghormatan.

Poin penting lain yang ditegaskan adalah hubungan langsung antara jumlah elemen cahaya dan nilai simbolis yang melekat padanya.

Organiser menyampaikan bahwa setiap lampu pada 2.977 drone merepresentasikan seorang korban serangan 9/11, sehingga keseluruhan komposisi membentuk narasi yang berangkat dari jumlah korban.

Dengan konstruksi seperti itu, pengalaman penonton diarahkan untuk memahami pertunjukan sebagai “tanda” yang memuat makna, bukan hanya tampilan dekoratif.

Tak jarang, dalam karya peringatan, aspek simbol sering menjadi bagian yang sama pentingnya dengan visual itu sendiri; di sini, simbol tersebut dikunci melalui angka 2.977 dan ditautkan ke setiap cahaya.

Dalam kerangka itu, rekonstruksi Menara Kembar menjadi cara untuk memusatkan perhatian publik pada ingatan yang ingin dijaga, sambil menampilkan bentuk seni yang memanfaatkan teknologi drone.

Proses pemaknaan semacam ini juga tampak dari cara penyelenggara menggambarkan kolaborasi yang melibatkan pihak-pihak yang terhubung langsung dengan komunitas 9/11.

Makna visual dan bentuk peringatan

Ketika Menara Kembar divisualkan kembali dengan skala penuh, penonton memperoleh gambaran yang familiar, namun disajikan melalui medium cahaya yang bergerak.

Perpaduan antara rekonstruksi arsitektur dan penandaan simbolik pada tiap lampu membuat pertunjukan memiliki lapisan makna: visual yang memanggil ingatan, serta pemaknaan yang melekat pada jumlah elemen cahaya.

Organiser juga menempatkan karya ini sebagai instalasi seni publik peringatan yang bersifat komunal, sehingga perayaan tidak diarahkan untuk meriah, melainkan untuk menyadari dan menghormati.

Judul “2,977 Lights Over New York Harbor” sendiri membawa pesan yang mengarahkan perhatian ke wilayah penyebutan New York Harbor, sekaligus menekankan bahwa karya disusun dengan fokus pada struktur cahaya.

Sementara itu, pemilihan angka 2.977 tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi kunci narasi simbolik yang—menurut penyelenggara—mengikat setiap lampu pada representasi korban serangan 9/11.

Dengan demikian, pertunjukan drone ini berfungsi sebagai jembatan antara teknologi modern dan kebutuhan untuk menjaga ingatan atas peristiwa besar, melalui bentuk seni yang dapat diamati sebagai instalasi publik.

Setiap elemen yang ditata dalam susunan cahaya akhirnya bermuara pada satu tujuan utama: menghadirkan kembali Menara Kembar sebagai bagian dari peringatan, sambil menegaskan bahwa di balik visual tersebut terdapat makna penghormatan terhadap korban serangan 9/11.