jurnalistik.co.id – Arsenal memulai kampanye Liga Champions dengan kemenangan tipis 1-0 atas Napoli, sekaligus mengirim pesan bahwa mereka siap bersaing sejak fase awal. Pertandingan berjalan ketat, namun pada akhirnya satu momen menentukan membuat skor bertahan hingga peluit akhir.
Martin Odegaard menjadi pembeda dengan tendangan kaki kiri yang dilepaskan sekitar 15 menit jelang laga berakhir. Gol tersebut bukan hanya membawa tiga poin, tetapi juga menegaskan kembali peran kapten Gunners dalam mengatur ritme tim.
Sejak awal, Arsenal menunjukkan dominasi yang nyaris tak terbantahkan dalam penguasaan bola dan penekanan. Walau Napoli sempat memberikan perlawanan, Arsenal tetap mampu memecah kerapatan pertahanan dan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.
Statistik mencerminkan apa yang terlihat di lapangan: Arsenal melepaskan 26 tembakan—yang merupakan jumlah tertinggi di satu pertandingan Liga Champions sejak pencatatan dimulai pada 2003-04. Napoli juga menjadi pihak yang paling sering menghadapi jumlah tembakan sebanyak itu dalam rentang waktu yang sama.
Kembalinya Odegaard ke performa terbaik
Musim lalu, Odegaard sempat terganggu oleh cedera lutut dan bahu yang membuat kontribusinya tidak maksimal. Ia hanya bermain 36 kali untuk Arsenal di semua kompetisi, dengan catatan satu gol dan tujuh assist, sementara di Premier League ia tampil dalam 24 pertandingan.
Namun, jelang awal musim ini, tanda-tanda kebangkitan mulai tampak ketika Norwegia melaju hingga perempat final Piala Dunia sebelum akhirnya kalah dari Inggris. Selepas fase internasional itu, Odegaard tampak melangkah ke level yang berbeda saat bersama Arsenal.
Dalam beberapa laga awal musim, kontribusinya semakin terasa. Di Community Shield melawan Manchester City, Odegaard mencetak gol pamungkas yang menjadi penutup kemenangan 3-0 untuk Arsenal, termasuk momen ketika ia menjatuhkan pilihan dengan akhir yang berani di depan Gianluigi Donnarumma.
Ia juga menambah daftar gol saat Arsenal menang 3-0 atas Coventry City. Laga itu, menurut narasi pertandingan, turut menampilkan kedewasaan Odegaard ketika ia mencatat gol penentu di tengah upaya tim untuk terus menekan, termasuk saat Arsenal mampu bangkit dari ketertinggalan melawan Chelsea.
Di duel tersebut melawan Chelsea 2-1 di Emirates Stadium, Odegaard mencetak gol setelah pergerakan ke kotak yang waktunya tepat. Ia memanfaatkan umpan dan pengaturan permainan yang dibuat Kai Havertz, sebelum menyelesaikan peluang dengan tegas melewati Emiliano Martinez.
Kenapa kemenangan ini penting
Kemenangan atas Napoli terasa sangat diperlukan karena Arsenal masih menunggu rangkaian ujian berat di Liga Champions. Jadwal mereka memuat pertandingan kandang melawan Real Madrid serta laga tandang melawan Bayern Munich.
Cara Arsenal membongkar pertahanan Napoli juga menjadi sorotan. Napoli menerapkan blok pertahanan dengan disiplin tinggi, sejalan dengan karakter tim yang mengandalkan “defensive shield” sebagaimana yang disebutkan dari buku pelajaran pelatih berpengalaman Max Allegri. Walau begitu, Arsenal tetap menemukan ruang dan cara untuk terus menembus tekanan.
Di atas lapangan, Odegaard tidak hanya menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan, tetapi juga memberi stabilitas pada tim. Ia terlihat seperti sosok yang mampu menenangkan permainan ketika ritme mulai seret, sekaligus mendorong keberanian saat pertandingan mengarah ke fase berbahaya.
Berita Terkait
Pandangan Arteta dan Onuoha
Arteta menyinggung bahwa ketika Odegaard berada dalam kondisi terbaiknya, Arsenal tampak tampil pada level yang sama. Nedum Onuoha—pundit yang menjadi bagian dari Match of the Day—juga menilai Odegaard akan mencoba memberi dampak lebih besar musim ini.
Onuoha menyatakan, “will want to have a bigger impact on the team this season”. Ia menambahkan, “They have got unfinished business in the Champions League,” dan menegaskan ambisi Odegaard dalam trofi Eropa: “He wants to be the first captain of Arsenal to lift that trophy.”
Onuoha juga menilai, “You would not back against them winning it based on what we’ve seen them do in this competition in the past two seasons, but he 100% takes Arsenal to a different level when he is on form and playing like this.” Menurutnya, versi terbaik Arsenal muncul ketika Odegaard menjadi pengendali: “I think when he is at his best, Arsenal are at their best.” Ia melanjutkan bahwa walau tim tetap bisa terlihat bagus dan menang bahkan saat Odegaard belum berada di performa terbaik, “the best version of Arsenal in my opinion comes when Odegaard is pulling the strings, because so many other players will be involved in the way they attack, and the way they attack will look different at certain points.”
Arteta sendiri menilai fokus dan mentalitas yang dibangun tim sudah mengarah pada kebutuhan pertandingan: “This what we need,” katanya. Ia menekankan pentingnya pemain yang mampu menentukan jalannya laga, bermain dengan kepribadian yang berani, serta terus mengambil risiko: “Players with that mindset to decide the game, to play with that personality and keep taking risks.”
Arteta juga menyinggung bagaimana Odegaard semakin sering masuk ke posisi-posisi penting dalam beberapa laga terakhir. Ia menyebut proses itu sebagai bagian dari kualitas yang membuat gol menjadi mungkin: “He is getting into those positions much more in recent games. It was an incredible goal.”
Odegaard menetapkan nada permainan
Di Napoli, Odegaard tidak hanya meredam permainan dan memastikan kemenangan, tetapi juga memberi arah terhadap cara Arsenal bertindak sejak momen-momen awal. Ia digambarkan bekerja tanpa henti sebagai teladan kepemimpinan sekaligus memastikan dirinya hadir ketika tim membutuhkan gol penentu.
Onuoha kembali menilai Odegaard dari sudut pandang peran di dalam skema tim. Ia mengatakan, “Arsenal have obviously looked good at the start of the season and he has been a big reason for that.” Onuoha juga menyoroti sisi kreativitas Odegaard, terutama ketika ia bergerak dari sisi kanan: “Some of his creativity, especially on the right-hand side, has been excellent.” Ia menambahkan, “He looks after the ball so well. He is always looking for that pass to be able to create opportunities and he even does the defensive work as well.”
Dalam laga melawan Napoli, Odegaard dianggap mampu mengambil keuntungan ketika rekan-rekannya gagal memaksimalkan peluang yang jelas. Arsenal pada akhirnya tetap memenangi pertandingan, namun narasi kemenangan itu juga mengingatkan bahwa jumlah peluang yang diciptakan sebenarnya bisa menghasilkan hasil yang lebih lebar.
Arteta menilai gol-gol Odegaard memberi dampak langsung pada hasil akhir. Ia menyebut, “Martin is contributing with goals that are impacting results which is what we want from our attacking players, being decisive,” meski ia menambahkan bahwa seharusnya tim bisa menyelesaikan pertandingan dengan cara lain karena banyaknya peluang tercipta: “We should have done it in a different way because of the amount of chances we created.”
Tantangan trofi yang menunggu
Perjalanan Liga Champions Arsenal memang penuh jarak dan penundaan. Tim pernah gagal di partai final, kalah dari Barcelona pada 2006 dan kemudian dari PSG musim lalu. Trofi itu masih menjadi “Holy Grail” yang mereka kejar, tetapi kemenangan atas Napoli memberi sinyal bahwa hambatan yang selama ini terasa sulit bisa mulai ditembus.
Jika Odegaard mempertahankan bentuk permainan seperti yang ditunjukkan saat membawa Arsenal menang 1-0 di Napoli, peluang mereka untuk meraih target besar di Eropa akan meningkat secara signifikan. Pada saat Arsenal sedang mencari versi terbaiknya, Odegaard tampak menjadi figur yang mampu mengangkat intensitas tim dan memberi arah pada setiap fase permainan.












