Olahraga

Presidents Cup: Tim Internationals unggul tiga poin setelah tahan gempuran AS di Medinah

×

Presidents Cup: Tim Internationals unggul tiga poin setelah tahan gempuran AS di Medinah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: President's Cup: Internationals hold three-point lead after resisting United States fightback

jurnalistik.co.id – Tim Internationals memasuki hari terakhir Presidents Cup dengan keunggulan tiga poin setelah mampu menahan tekanan Amerika Serikat pada day ketiga di Medinah.

Setelah rangkaian duel yang berlangsung ketat, Internationals yang sempat tertinggal di setiap match pada satu fase akhirnya tetap menjaga jarak menjelang partai-partai single di Minggu.

Kemenangan itu membuka peluang besar bagi mereka untuk meraih Presidents Cup pertama dalam 28 tahun terakhir. Secara kebutuhan poin, mereka hanya perlu lima poin pada sesi pamungkas untuk memastikan trofi.

Di klasemen menuju hari Minggu, Internationals “memegang” kendali dengan catatan 10-5-7.5, yang berarti kejaran Amerika Serikat harus benar-benar maksimal agar mampu membalik keadaan.

Pada sesi pagi, tuan rumah tampil lebih dominan. Mereka memenangkan dua match sekaligus dan menahan satu laga lainnya berakhir seri pada format four-balls yang dimainkan pada day ketiga.

Namun, peta perolehan angka berubah ketika kompetisi masuk ke sesi sore. Kali ini, pertandingan foursomes berjalan lebih berimbang, sehingga kedua tim sama-sama mendapatkan momentum dan membuat kedudukan tetap terbuka.

Di momen penentu, Kanada—melalui Corey Conners—mencatat penyelamatan penting. Ia berhasil menyelamatkan par di hole ke-18, dan hasil itu menjadi penentu untuk memenangkan match terakhir di lapangan, sekaligus menjaga keunggulan tiga poin Internationals tetap utuh.

Conners jadi simbol keberhasilan langkah “bertahan” di tengah gempuran, terutama setelah Internationals sempat berada dalam posisi sulit sejak awal sesi. Mereka bukan hanya mampu mengejar ketertinggalan, tetapi juga memaksa sesi sore berakhir dengan pembagian yang menguntungkan strategi mereka.

Kapten tim Internationals, Geoff Ogilvy, menyoroti bagaimana timnya berada dalam tekanan namun tetap menemukan cara untuk meraih poin. Ia menilai kebangkitan dari keterpurukan di sesi pagi menjadi modal penting.

“We were down in every match, and to come back and get one and a half points out of this morning, we felt that was a little victory because we were down everywhere,” ujar Geoff Ogilvy.

Menurut Ogilvy, pola yang sama juga terjadi pada sesi sore. Meski Amerika Serikat tampil sangat rapi sepanjang hari, Internationals tetap bisa “mencuri” poin dan memastikan sesi tidak berubah sepenuhnya menjadi milik tuan rumah.

“This afternoon, the same thing happened. Team USA played so well all day. They played some really high-level foursomes, especially this afternoon. For the boys to somehow come back and pinch two points out of that and split the session was amazing,” tambah Ogilvy.

Minggu menghadirkan 12 pertandingan single, dengan kedua tim membutuhkan 15,5 poin untuk memastikan kemenangan akhir. Artinya, meski Internationals memimpin, mereka tetap harus tampil konsisten dari tee ke green tanpa memberi ruang bagi kebangkitan AS.

Catatan lain yang menambah tekanan sekaligus motivasi adalah sejarah trofi bagi Internationals. Tim tersebut baru sekali meraih President’s Cup sejak turnamen ini dimulai pada 1994, dan mereka belum pernah memenangkan gelar tersebut di kandang Amerika Serikat.

Dengan kondisi itu, setiap poin di sesi single akan terasa menentukan. Keunggulan tiga poin yang kini dipegang Internationals menjadi pijakan penting, tetapi realitanya pertandingan Minggu akan menguji mental, ketepatan, dan ketahanan mereka saat duel memasuki fase paling individual.

Menjelang hari Minggu, Internationals sudah memegang peta—mereka unggul tiga poin, tetapi keunggulan itu harus dipertahankan dalam 12 laga single yang berjalan tanpa ruang untuk saling menutup kesalahan antarpartner. Dengan kebutuhan lima poin pada sesi pamungkas, setiap hasil di tiap hole menjadi penentu arah trofi.

Karena itu, Amerika Serikat tak punya pilihan selain menekan sejak awal, mengingat dalam hitungan akhir kedua tim membutuhkan total 15,5 poin untuk memastikan kemenangan. Ogilvy menekankan bahwa kunci kebangkitan mereka bukan hanya soal kemampuan mengejar, melainkan momen ketika ritme lawan bisa “direbut” kembali, sebagaimana ditunjukkan penyelamatan Corey Conners di hole ke-18.

Situasi tersebut juga membuat pertandingan terasa berbeda bagi Internationals. Mereka berada dalam momen yang sangat jarang karena kesempatan merebut Presidents Cup pertama dalam 28 tahun terakhir, sekaligus upaya memperbaiki rekor yang belum pernah berujung gelar saat bermain di kandang Amerika Serikat.