jurnalistik.co.id – Rory McIlroy masih menjaga peluang besar di BMW PGA Championship setelah ronde ketiga di Wentworth. Dengan total 72 (−3), pegolf peringkat dua dunia asal Irlandia Utara itu menutup hari Sabtu tetap tertinggal dua pukulan dari pemuncak klasemen jelang hari terakhir.
Poin kunci datang dari momen di lubang 18. McIlroy melakukan eagle pada hole tersebut untuk memperbarui momentum dan memastikan posisinya bertahan di papan atas. Ia kini berada di 11 bawah (−11) sehingga persaingan belum sepenuhnya berpihak pada siapa pun sebelum Minggu dimulai.
Di puncak klasemen, Manuel Elvira dari Spanyol dan Filippo Celli dari Italia berbagi posisi teratas. Keduanya melakukan birdie pada lubang terakhir, sekaligus mengunci kedudukan 13 bawah (−13) pada akhir ronde tiga.
Meski demikian, jalannya turnamen tidak membiarkan satu nama langsung menjauh. Kondisinya justru memperlihatkan kepadatan persaingan, dengan 20 pemain masih berada dalam jarak empat pukulan dari pemuncak. Situasi seperti ini membuat strategi untuk sisa 18 hole menjadi sangat menentukan.
Beberapa nama lain juga menempel rapat di belakang dua pemimpin tersebut. Alejandro Del Rey, JJ Spaun, dan Johannes Veerman tercatat hanya satu pukulan di bawah posisi puncak, sehingga setiap perubahan kecil berpotensi mengubah peta persaingan dalam beberapa jam terakhir turnamen.
Bagi McIlroy, pertaruhan di Wentworth tidak hanya soal gelar di tempat tersebut. Ia tengah mengejar kemenangan yang dapat menyamai rekor untuk Race to Dubai, dengan target meraih titel ke delapan. Selain itu, keberhasilannya di Wentworth akan menjadi dorongan penting karena turnamen ini juga memberinya peluang untuk meraih gelar kedua di lokasi yang sama.
Setelah menyelesaikan ronde berikutnya, McIlroy mengomentari dinamika yang terjadi di antara para pesaing. Ia menilai banyak pemain berada di sekitar pemuncak sehingga jarak di papan klasemen tidak melebar, bahkan setelah beberapa percobaan menyusun permainan yang konsisten.
Berita Terkait
“Ada banyak orang di sekitar para pemimpin,” kata McIlroy. Ia menambahkan bahwa kondisi yang muncul dalam beberapa hari terakhir menjadi alasan mengapa tidak ada satu pun yang berhasil benar-benar menjauh dari rombongan.
Dalam penjelasannya, McIlroy menyebut bahwa situasi permainan sepanjang dua hari sebelumnya terasa rumit. Ia menilai tantangan itu muncul karena lapangan dimainkan dengan sulit dan berliku, sehingga performa yang terlihat stabil dari satu pemain tidak langsung berubah menjadi keunggulan besar.
McIlroy juga menggambarkan rencana pendekatannya untuk hari terakhir. Ia menyatakan kemungkinan besar akan mencoba tidak terlalu sering melihat papan skor pada sembilan hole pertama, lalu mengambil langkah lebih agresif bila ia perlu mengubah ritme permainan di bagian belakang.
Ia menegaskan rencana tersebut melalui kalimat, “Saya mungkin akan mencoba tidak melihat papan skor pada front nine, dan jika saya perlu bermain sedikit lebih agresif di back, saya akan melakukannya.” Dengan demikian, pendekatan taktisnya menempatkan sembilan hole awal sebagai tahap pengendalian ritme, sebelum akselerasi dilakukan di fase akhir.
Catatan hasil ronde ketiga turut memperlihatkan betapa kompetitifnya BMW PGA Championship. Sejumlah nama lain juga tercatat berada di kisaran yang dekat dengan zona pemuncak, termasuk Rasmus McIlroy, Adrian Otaegui (sebagai bagian dari kelompok terpilih yang disebut dalam rekap ronde), serta pemain-pemain yang menutup hari dengan variasi skor yang berbeda.
Di tengah konteks tersebut, hari terakhir di Wentworth akan menjadi ujian bagi semua peserta yang masih berada dalam rentang ketat. Karena 20 pemain masuk dalam jarak empat pukulan dari pimpinan, perolehan skor pada hole-hole krusial akan menentukan apakah satu nama mampu memanfaatkan peluang atau justru rombongan kembali saling menyalip.
Dengan eagle dari hole 18 yang menahan jarak McIlroy tetap tipis, narasi turnamen berubah menjadi pertarungan berkelanjutan hingga bel penentu. Satu ronde tersisa, dan dengan peta klasemen yang masih sangat rapat, peluang untuk mengakhiri kompetisi di puncak tetap terbuka lebar bagi lebih dari satu nama.










