jurnalistik.co.id – Matt Fitzpatrick mengaku tidak sepenuhnya merasa “aman” menjelang DP World Tour Championship di Dubai pada November, mengingat ia akan berstatus juara bertahan.
Petenanasaaan itu muncul karena kekhawatiran Fitzpatrick terhadap situasi keamanan di kawasan Uni Emirat Arab, yang dinilainya dapat terdampak oleh ketegangan konflik yang sedang berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Atlet berusia 30 tahun itu menyebut perasaan was-wasnya bukan sekadar isu persiapan jadwal, melainkan juga jarak psikologis yang terasa semakin dekat dengan risiko nyata. Ia menyoroti pengalamannya sendiri terkait sebuah insiden di hotel.
Fitzpatrick mengatakan: “You’ve only got to look at the hotel that got hit earlier this year,” Fitzpatrick told BBC Sport. “I was having dinner the week I won in that hotel. “That’s obviously very scary when you think about how it was a few months away but how close you were to that particular spot and for something like that to happen. It’s obviously quite scary.”
Menurutnya, momen seperti itu membuat perjalanan menuju turnamen berakhir musim terasa lebih menegangkan. Ia juga menegaskan keinginannya agar ajang dipindahkan ke negara tuan rumah lain, menyebut gagasan tersebut sebagai keputusan yang mudah dipahami.
“I’d like to see the event switched to a different host country, a decision he called a “no brainer, in my opinion” before adding: “But I’m not a sponsor, I’m not paying the bills and all that sort of stuff. “I’m sure there’s more to it than just the meets the eye.”
DP World Tour, lewat pimpinan eksekutif Guy Kinnings, masih melakukan penilaian terkait isu keamanan untuk dua turnamen play-off terakhir yang akan digelar di Abu Dhabi terlebih dahulu, lalu Dubai.
Turnamen-tur tersebut juga didukung sponsor utama yang menjadi penopang rangkaian tur berbasis Eropa, sekaligus memberi keuntungan besar bagi para peraih pendapatan tertinggi di sirkuit tersebut di penghujung musim.
Berita Terkait
Fitzpatrick menilai proses evaluasi itu tetap punya batas kendali. Ia menyampaikan, “I think it’s annoying, but at the same time, Guy Kinnings can’t control what Iran are doing,” Fitzpatrick added.
Ia menambahkan bahwa dari sudut pandangnya sebagai pemain, situasi yang berubah-ubah membuat persiapan terasa kurang jelas. “It is frustrating because as someone who likes to plan and be prepared, it is difficult to kind of figure out what’s going on. Obviously, things as they stand are a bit weird over there.
Ia lalu mempertegas tidak ada jaminan rasa nyaman penuh, sambil mengingatkan bahwa rute ke turnamen juga masih bergantung pada performa. “I can’t say I’m like a hundred percent comfortable, but I guess you just have to see nearer the time and, you know, I still need to qualify as well.”
Pandangan serupa datang dari rekan satu tim Piala Ryder Fitzpatrick, Shane Lowry, yang menilai tur menghadapi pilihan besar untuk menentukan cara mengakhiri musim yang sedang berjalan.
Lowry menyebut persoalan tersebut menyangkut banyak pihak. “They are huge decisions for everyone,” said last week’s winner of the Irish Open. “I’m not going to sit here and comment on the whole thing because I think it’s up to the powers above to sort that all out. I think if the tournaments are on, the players are going to go. And if they are not, they will find an alternative.”
Sementara itu, pihak DP World Tour juga menyampaikan sikap resminya terkait proses pengambilan keputusan. Seorang juru bicara menyatakan: “We are in constant dialogue with our members and their management teams about the tournaments they play in, but ultimately players’ individual schedule choices are a matter for them to decide.”
Ia menegaskan niat turnamen tetap berjalan sesuai rencana di UEA, tetapi pemantauan dilakukan secara berkelanjutan. “As far as our play-offs are concerned, it remains our intention to play as scheduled in the UAE but we continue to monitor the situation and take advice from our international travel advisors.”
Dengan demikian, DP World Tour Championship di November menjadi satu bagian dari rangkaian keputusan yang harus menyeimbangkan rencana olahraga, pertimbangan keamanan, dan pilihan para pemain dalam menutup musim.












