Olahraga

Rencana Jose Mourinho untuk Jude Bellingham di Real Madrid: Bermain di belakang Mbappe

×

Rencana Jose Mourinho untuk Jude Bellingham di Real Madrid: Bermain di belakang Mbappe

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Misi Mourinho untuk Jude Bellingham di Real Madrid

jurnalistik.co.id – Jose Mourinho menyiapkan rencana khusus untuk Jude Bellingham pada musim 2026-2027 di Real Madrid. Menurut gambaran yang disusun Mourinho, Bellingham akan ditempatkan sebagai gelandang serang bernomor 10 yang bergerak fleksibel di belakang Kylian Mbappe.

Dalam skema itu, Bellingham tidak hanya berdiri pada satu posisi. Ia diberi kebebasan untuk mencari ruang di area yang muncul setelah Mbappe bergeser, termasuk saat penyerang asal Prancis tersebut melebar.

Gerak dari belakang Mbappe menjadi salah satu kunci yang ingin dimanfaatkan Mourinho untuk mengubah dinamika serangan tim. Bellingham juga diharapkan bisa melakukan penetrasi ke berbagai area di lini depan, sehingga ikut memperkaya variasi serangan Real Madrid.

Rencana tersebut sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan tim menjelang musim baru. Bellingham baru bergabung dengan skuad Real Madrid setelah menjadi pemain terakhir yang tiba dalam persiapan pramusim usai Piala Dunia 2026, sehingga ia kini harus kembali bersaing memperebutkan tempat utama.

Pada proses kompetisi internal, peran yang ditawarkan Mourinho menjadi sinyal penting bagi Bellingham. Sebagai gelandang serang, ia dapat bekerja lebih dekat dengan momen-momen yang biasanya menentukan peluang di kotak penalti.

Kesempatan itu juga selaras dengan keinginan Bellingham sendiri untuk bermain lebih dekat ke area penalti. Sebelumnya, ia pernah merasakan posisi yang lebih dekat dengan kotak tersebut pada musim pertamanya di Real Madrid ketika ditangani Carlo Ancelotti.

Kala itu, Ancelotti menempatkan Bellingham lebih dekat ke area penalti, bahkan memanfaatkan sang pemain sebagai false nine untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Karim Benzema. Performa Bellingham dalam pola seperti itu mendapat sambutan positif dari publik di Santiago Bernabeu.

Dengan pengalaman tersebut, Bellingham dapat melihat bahwa peran sebagai gelandang serang nomor 10 bukan sekadar penempatan posisi, melainkan juga cara membaca celah di belakang pergerakan penyerang. Mourinho memproyeksikan Bellingham untuk menjalankan tugas yang sejenis, tetapi dengan titik fokus yang jelas: area yang tercipta ketika Mbappe melebar.

Namun, rencana Mourinho tidak otomatis menjamin posisi utama bagi Bellingham. Persaingan untuk merebut tempat dalam starting line-up musim 2026-2027 disebut semakin ketat seiring jalannya pramusim.

Kompetisi makin rapat di awal musim

Arda Guler tampil lebih banyak selama pramusim, sehingga peluangnya untuk menjadi pilihan utama pada awal musim ikut terbuka. Kondisi ini membuat Bellingham menghadapi tekanan kompetitif baru, karena ia harus mengunci perannya di tengah persaingan yang muncul dari pemain lain.

Selain Guler, Bellingham juga harus bersaing dengan Bernardo Silva untuk posisi yang dinilai sama. Dengan adanya dua nama tersebut, Mourinho dituntut menata komposisi yang tetap efektif, sekaligus memberi ruang bagi Bellingham sesuai rencana taktisnya.

Situasi ini semakin relevan mengingat beberapa musim terakhir Bellingham mendapatkan peran yang lebih dalam ketimbang posisi serangan murni. Karena itu, perubahan tugas dapat menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi kebiasaan pergerakan maupun cara menentukan timing dalam menyerang.

Perubahan peran setelah beberapa era pelatih

Di bawah Xabi Alonso, Bellingham lebih sering menjalankan tugas defensif dari sisi lapangan. Perubahan arah tugas tersebut membuat kontribusi Bellingham tidak hanya berfokus pada penciptaan peluang, tetapi juga membantu struktur tim ketika bola direbut atau saat membendung serangan lawan.

Meski demikian, transformasi tersebut tidak sepenuhnya sama ketika Arbeloa memberikan kebebasan lebih kepadanya. Ada pergeseran yang memberi Bellingham ruang untuk berkontribusi lebih leluasa, tetapi tetap saja persaingan posisi menuntut adaptasi yang cepat.

Dalam konteks itulah, rencana Mourinho untuk menaruh Bellingham sebagai nomor 10 di belakang Mbappe terasa menjadi tawaran yang berbeda. Ia diposisikan bukan hanya sebagai penghubung serangan, melainkan juga sebagai pemain yang mampu memanfaatkan ruang yang terbentuk akibat pergerakan penyerang utama.

Kebebasan bergerak yang dimaksud Mourinho memberi peluang bagi Bellingham untuk mengubah arah serangan melalui manuver di momen yang tepat. Ketika Mbappe melebar dan meninggalkan celah di area tertentu, Bellingham bisa bergerak untuk mengisi ruang tersebut, sekaligus menjaga ancaman tim saat transisi menyerang berlangsung.

Jika rencana itu berjalan sesuai gambaran, Bellingham berpeluang kembali mendekati karakter permainan yang pernah membuatnya menonjol pada masa Ancelotti. Pada musim pertama di Real Madrid, kedekatan dengan kotak penalti dan peran false nine menjadi faktor yang mendorong sambutan positif dari tribun.

Namun, semua tetap bergantung pada konsistensi kontribusi di sepanjang kompetisi, termasuk dalam latihan dan penyesuaian taktik dengan rekan setim. Persaingan dengan Guler serta Bernardo Silva akan menjadi salah satu ujian awal bagi Mourinho untuk memastikan siapa yang paling siap mengisi peran tersebut sejak awal musim.

Bagi Bellingham, musim 2026-2027 menjadi fase penting untuk membuktikan bahwa ia mampu mengangkat kualitas serangan Real Madrid dari belakang Mbappe. Pada saat yang sama, tim juga mencari keseimbangan agar fleksibilitas di lini depan tidak mengorbankan struktur saat bertahan.

Dengan proyeksi peran nomor 10 yang menuntut kebebasan bergerak dan kemampuan penetrasi, Mourinho tampaknya ingin memaksimalkan potensi Bellingham sebagai pemantik. Tetapi siapa pun yang akhirnya menjadi pilihan utama, persaingan di awal musim menunjukkan bahwa semua keputusan Mourinho akan diuji oleh performa, ritme pertandingan, dan kesiapan para pesaingnya.