Olahraga

Atletico Madrid Membalas Jose Mourinho Usai Protes Wasit di Derby Kontra Real Madrid

×

Atletico Madrid Membalas Jose Mourinho Usai Protes Wasit di Derby Kontra Real Madrid

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jose Mourinho: Atletico Madrid hit back at Real Madrid boss over referee complaints

jurnalistik.co.id – Derby Madrid akhir pekan lalu kembali jadi bahan perbincangan setelah Jose Mourinho dan Atletico Madrid terlibat saling balas terkait keputusan wasit. Usai pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk Atletico, Mourinho menilai ada dua momen krusial yang seharusnya berujung kartu merah.

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan pada hari Minggu, Mourinho datang membawa lembaran cetakan berisi tangkapan layar insiden. Ia berupaya menunjukkan dua kejadian yang menurutnya semestinya menghasilkan dua kartu merah untuk Atletico di babak pertama.

Atletico kemudian merespons secara terbuka melalui akun X mereka pada Senin. Langkah awal berupa video yang memperlihatkan selembar kertas keluar dari printer dengan tulisan #StopAcosoArbitralYA, yang berarti “stop referee harassment now”.

Setelah unggahan video tersebut, Atletico kembali memposting foto Mourinho dalam konferensi pers dengan pesan yang sama. Respons ini mendapat perhatian cepat, bahkan diklaim mencapai dua juta penonton di X dalam waktu dua jam sejak dipublikasikan.

Bagi Mourinho, inti protesnya terang: ia menilai para pengadil membuat kesalahan penting sehingga Real Madrid harus menanggung dampak di sepanjang laga. Menurutnya, tuan rumah seharusnya mendapatkan dua kartu merah pada paruh pertama.

“We can skip the press conference because the story of the match is right here,” kata Mourinho saat menunjukkan gambar cetakan kepada media. Ia melanjutkan, “Those were two clear red cards. Given the difficulties we faced afterwards playing 11 against 10, we can only imagine what 50 minutes of 11 against nine would have been like.”

Mourinho juga menilai kondisi tim setelah insiden-insiden itu membuat Real harus bermain dengan komposisi yang tidak ideal. “So I’ll just have to limit myself to hugging my players, who gave it their all and played a first half, showed great class and character, setting us up perfectly to win the second half.”

Di sisi lain, match report yang dipublikasikan di situs Real Madrid menyebut kekalahan derby ditentukan oleh “dreadful refereeing”, dengan rujukan “external by Ortiz Arias”. Pernyataan tersebut mempertegas bahwa protes Mourinho bukan sekadar keluhan sesaat, melainkan bagian dari narasi yang ingin mereka bangun setelah pertandingan.

Selain sengketa kartu merah di babak pertama versi Mourinho, jalannya laga juga memuat peristiwa pengusiran pemain. Dean Huijsen dikabarkan mendapatkan kartu merah pada menit-menit awal babak kedua ketika skor masih 0-0, usai menarik Giuliano Simeone di dalam kotak penalti.

Atletico sendiri berada dalam posisi yang menekankan pentingnya adab saat menanggapi pendapat orang lain. Diego Simeone, yang ditanya untuk merespons “refereeing rant” Mourinho, menjawab bahwa ia selalu bersikap hormat terhadap opini siapa pun.

Simeone menyampaikan bahwa ia memahami situasi para pelatih di tengah sorotan publik yang besar. Ia mengatakan, “I understand that we’re in a privileged position with a lot of public scrutiny, as coaches, and whether it’s Mourinho, [Barcelona manager Hansi] Flick, [Real Betis boss Manuel] Pellegrini, me, or anyone else, we need to be careful about what we say.”

Ia menambahkan soal batas penghormatan terhadap semua pihak. “We have to know how to respect others, the referees, our colleagues. And when someone crosses that line of respect, it’s not right – you can’t cross that line.”

Protes dan respons ini juga datang di tengah catatan performa Real Madrid musim ini. Kekalahan derby menjadi kekalahan kedua Real di musim tersebut, setelah sebelumnya mereka juga kalah 1-0 dari Real Betis pada awal September.

Menariknya, Atletico memang kerap menggunakan media sosial untuk menjawab rival secara langsung. Musim panas ini, mereka berulang kali mengunggah respons di X untuk menertawakan Barcelona terkait pengejaran terhadap talisman Atletico, Julian Alvarez.

Dengan balasan yang kini mengarah pada isu “penganiayaan wasit” versi Mourinho, Atletico tampak ingin memindahkan debat dari lapangan ke ruang publik. Namun, bagi kedua kubu, inti perselisihan tetap sama: siapa yang dirugikan oleh keputusan wasit dan sejauh mana dampaknya mengubah dinamika pertandingan.