Olahraga

Vinicius Junior, Mbappe, dan Konate Menyembunyikan Pesan Dukungan Ceuta Jelang Real Madrid vs Elche

×

Vinicius Junior, Mbappe, dan Konate Menyembunyikan Pesan Dukungan Ceuta Jelang Real Madrid vs Elche

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Vini Jnr, Mbappe and Konate obscure Ceuta message ahead of Real Madrid match

jurnalistik.co.id – Tiga pemain Real Madrid terlihat melakukan gerakan pra-pertandingan yang memancing perhatian saat tim bersiap menghadapi Elche di kandang Martinez Valero pada hari Selasa. Kylian MbappĂ©, Vinicius Junior, serta Ibrahima KonatĂ© menutupi sebagian pesan yang dibawa dalam kaus pemanasan mereka.

Ceuta sendiri merupakan kota otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara. Wilayah ini berbatasan dengan Maroko dan dipisahkan dari daratan Spanyol oleh Selat Gibraltar.

Sebelum duel dimulai, pemain dari kedua tim berjalan bersama masuk ke lapangan. Pada momen tersebut, para pemain Elche juga turut mengenakan kaus berwarna putih yang memuat pesan untuk Ceuta.

Pesan yang tertulis pada kaus itu berbunyi “Todos somos caballas”. Dalam pemberitaan BBC Sport, frasa tersebut diterjemahkan sebagai “We are all Ceutans” atau “Kami semua adalah warga Ceuta”.

Meski sebagian besar pemain mengenakan kaus secara penuh, Mbappé, Vinicius, dan Konaté justru menggulung kaus mereka hingga tinggi sekitar dada. Langkah tersebut membuat sebagian slogan pada kaus menjadi tertutup dan tidak sepenuhnya terlihat.

Setelah itu, Mbappé dan Vinicius melepas kaus mereka sebelum prosesi jabat tangan menjelang pertandingan. Konaté berbeda, ia mempertahankan kausnya lebih lama sebelum akhirnya menyesuaikan dengan rangkaian formal pra-laga.

Rekan-rekan setim Mbappé dan Vinicius serta para pemain Elche tetap mengenakan kaus tersebut selama rangkaian urusan pra-pertandingan. Perbedaan cara mengatur kaus itu kemudian menjadi sorotan karena pesan kampanye yang seharusnya terbaca tidak tampil secara utuh pada tiga pemain tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Real Madrid menunjukkan dukungan untuk Ceuta. Sebelumnya, ketika mereka bersua Inter Milan di Liga Champions pada 8 September di Santiago Bernabéu, suporter di tribun selatan menampilkan kartu bergambar lambang kota otonom tersebut, sementara seluruh stadion ikut merespons dengan tepuk tangan.

Inisiatif dukungan itu muncul sebagai bagian dari rangkaian sikap yang lebih luas terhadap Ceuta setelah krisis migrasi besar terjadi di wilayah Spanyol tersebut. Ribuan orang masuk ke Ceuta dari Maroko, yang pada akhirnya memicu situasi kemanusiaan dan ketegangan di lapangan.

Menurut data yang disebutkan dari pemberitaan tersebut, setidaknya 72.000 migran menyeberang dari Maroko ke Ceuta pada 30 dan 31 Juli. Mayoritas dilaporkan berenang melewati pagar perbatasan, dan sedikitnya 100 orang meninggal selama proses penyeberangan itu.

Angka-angka tersebut merujuk pada keterangan yang dikaitkan dengan wali kota Ceuta. Walau sebagian besar kemudian kembali, masih ada sekitar 5.000 orang yang disebut bertahan di kamp-kamp darurat atau tidur di jalanan serta pantai di kota otonom tersebut.

Situasi itu disebut turut mendorong keresahan di Ceuta. Warga setempat menyampaikan kekhawatiran soal keselamatan, sementara sebagian lainnya merusak tempat tinggal darurat dan memblokir bantuan agar tidak disalurkan kepada para migran.

Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa perwakilan para pemain telah diminta memberikan komentar terkait insiden pra-pertandingan ini. Namun, pada bagian akhir laporan, penjelasan langsung belum dimunculkan.

Gerakan itu terjadi tidak lama sebelum malam pertandingan yang penuh drama bagi Real Madrid. Tim kemudian bangkit setelah tertinggal dua gol dan akhirnya menang 3-2 atas Elche, dengan Carlos Espi mencetak gol penentu pada masa injury time.

Mbappé tercatat menjadi salah satu pencetak gol untuk Real Madrid, sementara Vinicius memulai pertandingan. Hasil akhir itu turut menegaskan kemampuan tim, apalagi sebelumnya Real Madrid disebut telah meraih enam kemenangan dari tujuh laga di semua kompetisi musim ini.

Selain aspek hasil, episode pra-pertandingan juga menyoroti perbedaan pendekatan di antara para pemain dan klub terkait kampanye dukungan tersebut. Barcelona disebut tidak ikut mengambil bagian dalam inisiatif yang sama.

Di pertandingan La Liga lainnya, pemain pada beberapa laga lain mengenakan kaus tersebut sebagaimana mestinya. Kontrasnya, pada laga Real Madrid vs Elche, cara pengaturan kaus oleh Mbappé, Vinicius, dan Konaté membuat pesan “Todos somos caballas” tidak terlihat utuh sejak momen pemanasan hingga bagian awal prosesi pra-laga.