jurnalistik.co.id – Scott Jamieson akhirnya memutus penantian panjang 14 tahun untuk meraih gelar kedua di ajang Nexo Championship yang digelar di Trump International Golf Links, Aberdeenshire.
Pemain asal Glasgow itu menutup turnamen dengan ronde final 67 pukulan, sekaligus mengantarkannya menjadi juara skotlandia beruntun di kompetisi tersebut.
Kemenangan ini menjadi trofi kedua DP World Tour bagi Jamieson. Gelar terakhirnya datang pada 2012, saat ia menjuarai Nelson Mandela Championship.
Di papan skor akhir, Jamieson menyelesaikan turnamen dengan 11-under par, unggul dua pukulan dari pemimpin klasemen semalam, Matthew Jordan.
Jordan yang bermain di bawah -9 par harus puas dengan posisi runner-up, sementara Andy Sullivan dari Inggris mengisi tempat ketiga dengan catatan tujuh-under par.
Di bawah mereka, persaingan tetap rapat untuk posisi berikutnya. Q Vidal tercatat -6 par, disusul M Kinhult dan Q Nakajima yang sama-sama membukukan -6 par.
Emosi setelah penantian panjang
Setelah memastikan kemenangan, Jamieson menyampaikan reaksinya kepada Sky Sports. Ia mengatakan, āFourteen years, that’s wild,ā lalu menambahkan, āIt’s so hard to win. I was so patient all day and I just can’t believe I’ve won.ā
Bagi Jamieson, proses menuju titik ini tidak hanya soal hasil, tetapi juga cara bertahan di sepanjang musim. Ia menilai upaya untuk menang memang terasa menyenangkan, namun posisinya tahun ini membuat semuanya semakin menantang.
Ia juga menilai keuntungan dari kemenangan terasa spesial. āTo win and get a couple of years for free goes is nice,ā katanya, sebelum menyoroti cara ia menjaga ritme permainan ketika kondisi mendukung.
Berita Terkait
Jamieson mengaitkan kesabarannya dengan cuaca yang dihadapi selama turnamen. Ia menyebut, āWhen you get the weather we have had, it’s easy to be patient because level par is a good score.ā
Lebih jauh, ia menilai dirinya merasa tampil baik di lapangan, meski hasil pertandingan tidak selalu mengikuti rasa yakin itu. āI felt I was hitting the ball well and feeling good but that doesn’t always translate into good results, but it did this week,ā ucapnya.
Menjelang perayaan, Jamieson menutup dengan nada optimistis. āI’m sure we’ll have fun tonight. Winning in Scotland is real cool.ā
Perjuangan peserta lain
Di bagian papan tengah, pasangan skotlandia Euan Walker dan Connor Syme termasuk dalam kelompok yang berbagi posisi kesepuluh dengan empat-under par.
Sementara itu, pertahanan gelar dari Grant Forrest berjalan berat di hari Minggu. Forrest mencatat 80 pukulan pada ronde terakhir, sehingga total skornya menjadi 10-over par.
Hasil akhir yang terkunci dari ronde final itu memastikan Jamieson melampaui tekanan klasemen dan akhirnya menyelesaikan penantian panjang, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pemenang di Nexo Championship.
Menurut Jamieson, kunci keberhasilan baginya terletak pada konsistensi ketika kalender masuk ke fase paling menentukan. Ia menggambarkan bahwa ia telah mendekati bagian akhir musim, namun ia tidak berada dalam posisi nyaman dalam perolehan poin, sehingga setiap peluang kemenangan terasa semakin berharga.
Ia juga menegaskan bahwa suasana turnamen turut memengaruhi cara ia mengambil pendekatan. Cuaca yang dihadapi membuat permainan menjadi sangat menuntut, tetapi justru pada kondisi seperti itu ia merasa level par dapat menjadi acuan yang realistis, sehingga kesabaran lebih mudah dijaga sepanjang ronde.
Sementara itu, persaingan tidak hanya terkunci di posisi teratas. Di papan tengah, Euan Walker dan Connor Syme berhasil berada dalam kelompok yang berbagi peringkat setelah membukukan empat-under par, sedangkan Grant Forrest menghadapi hari yang berat dengan 80 pukulan pada ronde terakhir yang kemudian mengubah totalnya menjadi 10-over par. Dengan hasil-hasil tersebut, jarak antarpeserta pada beberapa posisi lanjutan tetap menunjukkan betapa ketatnya kompetisi saat Minggu berlangsung.











