jurnalistik.co.id – Pendaki asal Skotlandia, Laura Baillie, menyelesaikan tantangan “full house” dengan menginjak seluruh 1.072 puncak tertinggi di sekitar Inggris Raya.
Pencapaian ini menjadi momen penting bagi Baillie, yang mencapai puncak Carn na h-Easgainn di wilayah Highlands. Ia berusia 38 tahun dan kini tercatat sebagai salah satu dari kelompok kecil—sekitar seratus orang—yang pernah berdiri di seluruh 1.072 summits tersebut.
Dalam skema tantangan Scottish Mountaineering Club, para pendaki diwajibkan menuntaskan daftar lengkap kategori bukit yang ada di Skotlandia, lalu melanjutkan ke Furth di Inggris, Wales, dan Irlandia. Setelah semua daftar itu dicentang, barulah predikat “full house” bisa diraih.
Memilih pendakian terakhir yang “lebih mudah”
Untuk langkah penutupnya, Baillie memilih Carn na h-Easgainn sebagai jalur terakhir. Ia menyebut ketinggian tersebut berada pada 2.025ft (617m) dan karena pertimbangan agar keluarga serta teman-temannya dapat ikut merayakan pencapaian.
Baillie menuturkan bahwa ia “left that one for last so that friends and family can join.” Ia juga menjelaskan bahwa ia menyiapkan satu pendakian yang ia anggap sangat sederhana: “I left them a super-easy one, it’s an estate track all the way up.”
Ia menambahkan proses persiapan yang tidak selalu terlihat dari luar pendakian. Ia mengatakan telah menghubungi pemilik lahan dan perusahaan energi untuk memastikan akses wilayahnya: “I’d been contacting estate owners and energy companies to find out who owned the land.”
Kesempatan itu pula yang membuat momen di puncak terasa istimewa. Karena neneknya berusia 89 tahun dan akan berusia 90 tahun bulan depan, ibunya memperoleh izin akses untuk mengemudi sampai dekat puncak: “With my gran turning 90 next month, my mum was granted access to drive her all the way to the summit, which is so, so special.”
Baillie juga menyatakan bahwa bahkan neneknya mampu hadir di summit, dekat Tomatin, selatan Inverness. Ia pun menyebut jalur tersebut memungkinkan pertemuan yang lebih dekat setelah bertahun-tahun menempuh medan jauh.
“Full house” berarti menuntaskan 1.072 puncak dari banyak klasifikasi
Challenge Scottish Mountaineering Club mensyaratkan pendaki mencapai 1.072 summits yang tersebar dalam enam klasifikasi bukit berbeda. Komposisinya mencakup Munros, Munro tops, Corbetts, Grahams, Donalds, serta Furths.
Di Skotlandia, daftar Munros berjumlah 282 puncak—yakni pegunungan di atas 3.000ft (914m). Sementara Munro tops mencakup 226 gunung di atas 3.000ft yang tidak memiliki “sufficient separation” dari puncak-puncak tetangganya.
Untuk Corbetts, jumlahnya 222 puncak dengan kriteria ketinggian lebih dari 2.500ft (762m) tetapi kurang dari 3.000ft. Grahams berjumlah 219 puncak, dengan rentang lebih dari 1.968ft (600m) dan di bawah 2.500ft (762m).
Daftar Donalds memuat 89 bukit di Skotlandia Lowlands yang tingginya di atas 2.000ft (610m). Sedangkan Furths berjumlah 34 puncak yang berada di Inggris, Wales, dan Irlandia—dengan ketinggian lebih dari 3.000ft (914m).
Berita Terkait
Medan jauh, cuaca berubah, dan kebutuhan navigasi mandiri
Upaya Baillie tidak berhenti pada satu jenis rute. Ia menyebut tantangan ini menuntut kesiapan menghadapi berbagai medan, termasuk perjalanan ke lokasi terpencil dan berkemah liar. Ia juga menyinggung bahwa waktu jauh dari rumah—pagi-pagi dan akhir pekan—menjadi bagian rutin dari proses panjangnya.
Dalam penilaian Baillie, beberapa kategori terasa lebih sulit dibanding yang lain. Mengenai Corbetts, ia berkata: “The Corbetts are the most difficult. There’s a lot of pathless terrain, chest-deep bracken and your just cursing yourself and wondering why you can’t just find another hobby.”
Ia menambahkan bahwa pada kategori Munros, medan memang lebih “defined pathwise,” tetapi tetap memberi ruang untuk memilih rute sendiri. “The Munros are quite defined pathwise, but you don’t have to stick to a path you can make up your own routes as well.”
Menurut Baillie, pengalaman memberi peningkatan pada cara ia merencanakan langkah. Ia menjelaskan bahwa semakin sering terlibat, semakin besar rasa percaya diri untuk mengandalkan peta dan menyambungkan puncak-puncak yang mungkin tidak dipilih orang lain: “The more experience you get, the more confidence you have sitting with a map, creating your own routes and joining up hills that maybe other people wouldn’t do.”
Bukan atlet profesional, namun menempatkan tantangan ini berdampingan dengan kehidupan sehari-hari
Baillie bukanlah atlet profesional. Ia mengelola tantangan ini sebagai proyek pribadi di tengah pekerjaannya sehari-hari di Glasgow sebagai manajer properti. Bagi dirinya, konsistensi datang dari gabungan tekad, komitmen, dan rasa cinta terhadap perbukitan Skotlandia.
Ia memperjelas pola waktu yang ia jalani selama proses. “I reckon I probably go out myself about 75 per cent of the time.” Ia juga menggambarkan kondisi di wilayah yang jauh: “You’re in the most isolated parts of Scotland, you’ve got no phone reception.”
Meski demikian, ia tetap menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman. “So I do check in with family and friends, give them my routes at the beginning of the walk, my ETA for when I finish.”
Ia menyatakan cek-in dilakukan untuk menjaga informasi tetap jelas sehingga tidak memunculkan pencarian yang tidak perlu oleh otoritas penyelamatan. “I check in to keep people informed so I don’t have mountain rescue out looking for me.”
Kelompok pencapai “full house” terus bertambah
Saat ini, tercatat just over 100 orang yang terdaftar di Scottish Mountaineering Club dan telah menyelesaikan “Full House” feat tersebut. Baillie menambah daftar itu sebagai salah satu figur yang menonjol dalam tantangan panjang yang biasanya membutuhkan bertahun-tahun.
Dalam April tahun lalu, nama lain ikut menjadi sorotan: Kerry Blue Terrier Betty menjadi anjing pertama yang menyelesaikan tantangan ini bersama pemiliknya, Shona Marshall. Peristiwa itu menegaskan bahwa “full house” adalah pencapaian yang bisa melibatkan beragam bentuk dukungan dan keterlibatan.
Scottish Mountaineering Club sendiri berdiri sejak 1889. Para anggotanya mencakup pendaki-pendaki Skotlandia yang dikenal sangat terampil. Klub juga menetapkan syarat bahwa pendaki harus menyelesaikan minimal 50 Munros sebelum dipertimbangkan menjadi anggota, serta memiliki pengalaman rock climbing dan hiking di berbagai musim serta cuaca.
Bagi Baillie, penyelesaian ini bukan sekadar pencapaian di peta. Ia merangkainya dengan momen keluarga yang bisa hadir di puncak terakhir—sesuatu yang membuat perjalanan panjangnya terasa punya penutup yang selaras dengan harapan sejak awal.












