Olahraga

McIlroy Mengaku Gelisah Usai Scheffler Menang di Play-off FedEx Cup Pertama (St Jude)

×

McIlroy Mengaku Gelisah Usai Scheffler Menang di Play-off FedEx Cup Pertama (St Jude)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rory McIlroy admits concerns as Scottie Scheffler wins first FedEx Cup play-off event

jurnalistik.co.id – Rory McIlroy menggambarkan momen yang berat saat St Jude Championship berakhir dengan langkah yang sulit baginya di TPC Southwind. Ia menutup turnamen di posisi P66, tertinggal 25 pukulan dari Scottie Scheffler yang meraih kemenangan.

Dalam turnamen yang menjadi bagian pertama dari tiga event play-off FedEx Cup, Scheffler tampil dominan setelah konsisten menjaga keunggulan. Sementara itu, McIlroy justru harus menghadapi total delapan-over yang membuatnya hanya mengungguli dua pemain di klasemen awal play-off tersebut.

McIlroy, yang mengunci gelar Masters keduanya pada musim ini, tidak bermain kompetitif sejak Open Championship pada bulan Juli. Kondisi itu ikut terasa, terutama ketika ia berusaha menemukan kembali ritme permainan di lapangan.

“Felt lost” saat mengejar ritme

“I’m so far away from where I need to be to even feel like I have a chance. I’ve just got to keep working and hope it turns around a little bit,” kata McIlroy, yang saat ini berada di urutan ke-13 pada klasemen musim panjang FedEx Cup.

Ia menambahkan bahwa ia tidak datang dengan persiapan pukulan yang maksimal. “Obviously didn’t come in here with a ton of reps, (it) almost felt like the more the week went on the more I felt lost with my golf swing a little bit.”

Meski mengakui ada sisi positif dari waktu yang dijalani minggu itu, McIlroy menegaskan pekerjaan berat masih menunggu. “I guess [it was] nice to shake the rust off a little bit but I’m going to have to work pretty hard between now and next Thursday to feel like I have any sort of golf game to compete next week.”

Menurutnya, masalah utama bukan sekadar soal kondisi di satu hari, melainkan eksekusi yang tidak berjalan seperti yang ia butuhkan. “To me it’s more about the execution of what I’m doing right now, and the execution wasn’t there this week.”

Kesulitan itu tercermin dalam perbandingan statistik yang menonjol dari teed to green. McIlroy tercatat berada di peringkat 62 dari 68 pemain untuk kategori strokes gained pada fase tersebut.

Kilatan di back nine, ditutup dengan bogey beruntun

Meski demikian, McIlroy sempat menunjukkan respons di saat tertentu. Ia mencatat rentang tujuh lubang di back nine yang diisi empat birdie, sebuah jeda yang memberi harapan bahwa permainannya bisa menemukan arah.

Namun, rangkaian itu berakhir tidak konsisten. Ia menutup ronde dengan bogey beruntun, setelah memulai ronde dari hole pembuka par-4 dengan skor enam.

Dengan hasil itu, McIlroy harus menerima bahwa jarak dari puncak klasemen semakin jauh. Ia pada akhirnya menyelesaikan turnamen dengan posisi yang memperlihatkan betapa beratnya proses adaptasi menjelang tahap play-off berikutnya.

Scheffler melaju, unggul tujuh pukulan dari Sam Burns

Di sisi lain, tidak ada masalah serupa bagi Scheffler. Ia memimpin dua pukulan setelah ronde ketiga dan tidak pernah memberi ruang bagi pesaing untuk merebut kendali saat ronde final.

Scheffler, pemenang empat gelar mayor, menyelesaikan ronde keempat dengan skor empat-under 66. Ia juga unggul tujuh pukulan atas partner bermainnya, Sam Burns, yang menambah cerita tentang jarak kualitas permainan di lapangan.

Dominasi Scheffler membuatnya mengakhiri turnamen dengan total 17-under secara keseluruhan, sekaligus memastikan kemenangan pertama sejak Januari. Meski menghadapi satu momen sulit sejak awal ronde final—sebuah bogey dini—ia tetap mampu menjaga kontrol permainan.

Dalam momen itu, Scheffler keluar dari bunker, tetapi bolanya justru mengenai kepala sprinkler dan berakhir di air. Namun, ia tetap mampu merespons dengan baik dan menjaga jalannya menuju kemenangan.

Untuk catatan performa pada hari Minggu, hanya Justin Rose yang mencatat skor lebih baik dibanding Scheffler. Rose menutup turnamen dengan enam-under 64 untuk mengakhiri St Jude Championship pada par.

Saat diwawancarai, Scheffler menjelaskan rasa yang ia rasakan sepanjang tahun dan proses menuju kemenangan. “I’ve had some close calls this year. It is always challenging playing with one of my best friends but I wanted to do my best.”

Ia juga menekankan konsistensi sebagai hal yang paling membuatnya bangga. “I think I’ve been really consistent. That’s what I’m most proud of. It’s nice for it to pay off this week, this is a lot better feeling than having a statistically good week.”

Burns seri posisi tiga, play-off bergerak ke BMW Championship

Sam Burns mengakhiri ronde final dengan skor tiga-over 73. Ia kemudian berakhir pada posisi yang sama untuk peringkat ketiga bersama Alex Noren dari Swedia, dengan Wyndham Clark dan Im Sung-jae satu pukulan lebih dekat dari ambang berikutnya.

Dengan hasil itu, perhatian kini bergeser ke pekan berikutnya. Top 50 pada klasemen FedEx akan melanjutkan langkah ke BMW Championship di Bellerive Country Club, St Louis.

Setelah event tersebut, 30 pemain terbaik akan berlanjut ke Tour Championship di East Lake, Atlanta, yang memiliki total hadiah sebesar $40 juta. Dalam konteks ini, McIlroy masih punya waktu untuk memperbaiki eksekusi sebelum tantangan berikutnya dimulai.

Untuk Scheffler, kemenangan di St Jude Championship menjadi momentum penting di awal jalur play-off. Sementara bagi McIlroy, finis P66 dan jarak 25 pukulan menjadi sinyal bahwa ia perlu mengubah cara menemukan ritme—sebelum kompetisi berikutnya menguji dirinya lagi pada level yang sama ketatnya.