jurnalistik.co.id – Carlota Ciganda menjadi penyelamat Eropa pada hari pertama Solheim Cup 2026. Lewat putt jarak 15 kaki di momen akhir, ia memastikan pertandingan empat pemain terakhir berakhir sama kuat dan membawa kedudukan menjadi 4-4 saat tim memasuki sesi Sabtu.
Spanyol berusia 36 tahun itu tampil sebagai pemain tertua di rombongan yang berlaga akhir pekan ini di Bernardus Golf Club, Belanda. Setelah Charley Hull dan Lottie Woad belum mampu menemukan ritme saat melawan Amerika Serikat, Ciganda turun dengan beban yang besar—dan memecah kebuntuan tepat di lubang penentu.
Di fase krusial, ia melepaskan putt 15 kaki yang memberi Eropa setengah poin. Hasil itu membuat kehormatan kembali seimbang menjadi 4-4, sebuah angka yang sebelumnya terasa sulit dibayangkan mengingat jalannya pertandingan.
Kisah dramatisnya langsung mengingatkan pada final saraf di Finca Cortesin pada 2023. Saat itu, putt Ciganda juga berperan penting dalam mempertahankan trofi, ketika kontes berakhir 14-14, dan kali ini ia kembali menulis ulang skenario yang serupa.
Momentum tersebut juga datang dari duel yang sudah dikenalnya. Nelly Korda—yang tiga tahun lalu kalah oleh Ciganda di Spanyol—kali ini kembali menjadi pihak yang menerima pukulan. Baik Korda maupun Lauren Coughlin sama-sama meninggalkan putt yang seharusnya bisa mengunci kemenangan, sehingga Ciganda memperoleh ruang untuk mengarah pada hasil yang mengejutkan.
Yang lebih menentukan, Ciganda berhasil memenangkan lubang ke-16 dengan eagle. Kontribusi itu menjadi jembatan bagi kebangkitan tim, memberi Anna Nordqvist titik balik yang ia perlukan untuk menahan laju lawan.
“I love this week. I just love playing for the team, for my team-mates. We fought hard and we got half a point, which is important,” ujar Ciganda. Ia menegaskan, setengah poin itu membawa momentum besar untuk sesi Sabtu, baik pagi maupun sore.
Ia juga menambahkan, “It gives us big momentum and hopefully we can take that into and win both [of Saturday’s] morning and afternoon sessions.” Ini adalah penampilannya yang kedelapan di Solheim Cup, dan ia merasakan laga pembuka sebagai fondasi penting untuk rangkaian pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, harapan Eropa sempat meredup menjelang sore. Tuan rumah seperti kehilangan kendali ketika tim Amerika Serikat tampak mengambil alih jalannya kompetisi pada sisa cahaya matahari sore.
Namun, pertandingan tetap berlangsung ketat. Solheim Cup 2026 memperbarui rivalitas kedua kubu untuk kali ke-20, setelah AS sebelumnya mempertahankan trofi lewat kemenangan 15½-12½ atas Virginia dua tahun lalu. Karena itu, hasil hari pertama menjadi penentu psikologis sebelum penentuan lebih luas dibuka.
Meski Ciganda membawa Eropa kembali menempel, masih ada bayangan “andai” bagi tuan rumah. Dua tahun lalu, di Robert Trent Jones Golf Club, tim Eropa berada dalam posisi tertinggal 6-2 pada tahap yang sama, dan sejarah menunjukkan awal yang baik kerap menjadi kunci.
Berdasarkan catatan yang muncul dalam turnamen, tim yang memegang keunggulan setelah hari pertama akhirnya membawa pulang trofi sebanyak 14 kali dari 19 edisi. Karena itu, keputusan Nordqvist untuk menurunkan Hull dan Woad lebih dulu, baik pada foursomes pagi maupun fourballs sore, menjadi sorotan saat hasil yang diharapkan tidak langsung hadir.
Ketika Hull dan Woad melangkah dari tee pembuka pada pukul 06:40 BST, keduanya juga tercatat sebagai dua pemain dengan ranking tertinggi dalam skuad Eropa, yakni posisi delapan dan tujuh. Hull dan Woad bahkan berhasil merebut hole awal.
Tetapi, strategi itu tidak menemukan titik balik saat keduanya berhadapan dengan pasangan Korda dan Allisen Corpuz yang tampil solid. Kubu Amerika Serikat memenangkan keempat pertandingan foursomes mereka pada dua edisi sebelumnya, lalu kini menjadi pasangan pertama yang meraih kemenangan kelima berturut-turut dengan kemenangan nyaman 4&3.
Bagi Eropa, situasi kembali melemah ketika Hull dan Woad kemudian kehilangan keunggulan tiga hole di back nine pada Jumat sore. Mereka menyerah kepada Yealimi Noh dan Angel Yin, dengan Yin tampil hanya untuk pertandingan ketiga kompetitifnya sejak bulan Juni.
Meski begitu, Eropa masih berhasil “mengais” setengah poin. Namun, akhir pertandingan itu dibayangi oleh musik keras dari DJ yang berada di lapangan, yang jelas mengganggu Woad dan Noh saat mereka menyusun pukutan terakhir.
Atas insiden tersebut, BBC Sport menyebut telah menghubungi Ladies European Tour untuk menanyakan kejadian yang ikut membingkai penutup pertandingan yang sengit.
Berita Terkait
Berbeda dengan pasangan-pasangan yang bergetar di beberapa segmen, tiga pemain debut Eropa tampil lebih meyakinkan. Julia Lopez Ramirez, Mimi Rhodes, dan Nastasia Nadaud menghadirkan performa yang rapi dan efektif.
Rhodes dan Nadaud mengalahkan Corpuz serta Auston Kim dengan skor 2&1. Pada match pamungkas di hari pertama, Lopez Ramirez bergandengan dengan rekan senegaranya, Ciganda, untuk menghadapi Korda dan Lauren Coughlin.
Nordqvist juga menyinggung strategi rotasi skuad menjelang Sabtu. “There’s another 36 holes [on Saturday], so not every player’s going to play five matches,” katanya mengenai rencana mengatur tenaga.
Ia menambahkan bahwa ada kondisi yang membuat pemain perlu duduk sementara, dan untuknya penting memastikan semua 12 pemain mendapat waktu tampil pada Jumat. “Sometimes you’ve got to sit out someone, and for me, it was important to play all 12 players [on Friday], and the way the pairings worked out, that’s how I had to play it.”
Di kubu Amerika Serikat, pendekatan pertandingan terasa seperti saling tukar pukulan. Dalam pemanasan, Nordqvist dan Angela Stanford sama-sama menyebut Solheim Cup sebagai ajang promosi untuk golf putri.
Level keterampilan, drama, dan ketangguhan yang muncul di lapangan justru menguatkan pernyataan itu. Bahkan, para pemain AS juga mengenakan pin khusus untuk memperingati peringatan 25 tahun serangan 9/11.
Stanford menilai laga tersebut sebagai dorongan untuk timnya. “I just told them that I was proud of them again,” ujarnya setelah permainan usai. Menurutnya, saat Charley dan Lottie diturunkan pertama di kedua sesi, tim AS mendapat kesempatan menghadapi “body blows” terbaik lawan hari ini.
Ia juga menambahkan, “I’m excited because I feel like we’re a heavyweight fighter. We fight with our mentality and we’re just going to see how long we can last, and I feel pretty good about how long we can go.”
Korda menjadi salah satu figur yang membentuk tempo sejak awal pada Jumat. Dengan kemenangan kelimanya bersama Corpuz, ia menyamai rekor poin pasangan yang sebelumnya dibuat Alison Nicholas dan Laura Davies.
Pasangan Alison Lee dan Coughlin juga tampil dominan sejak awal. Mereka selalu memegang kendali saat menghadapi Nanna Koerstz Madsen dan Celine Boutier, dengan kemenangan foursomes 3&2 yang membuka keunggulan AS 2-0.
Koerstz Madsen terlihat kurang dalam kondisi terbaik. Ia sempat berbicara dengan pelatihnya di sela sesi mengenai ayunan, sebelum pada pertemuan berikutnya ia bersama Boutier harus menelan kekalahan besar 5&3.
Laga itu sekaligus menandai catatan Megan Khang, yang meraih kemenangan keenam beruntun dalam pertandingan Solheim. Ini juga menjadi kemenangan kedelapannya dalam sembilan pertandingan terakhir, kali ini bergandingan dengan Alison Lee yang tampil konsisten.
Di sesi pembuka, kebangkitan Eropa dipicu oleh duet Swedia Maja Stark dan Linn Grant. Mereka mengalahkan Rose Zhang dan Jennifer Kupcho dengan skor 3&2, sebuah hasil yang menahan tekanan dan menjaga peluang skuad Nordqvist.
Leona Maguire dan Esther Henseleit kemudian melanjutkan dengan ketenangan serupa. Mereka mengalahkan Andrea Lee dan Lindy Duncan dalam pertandingan lain yang baru benar-benar selesai setelah 18 hole.
Kemenangan itu memperbaiki rekor Solheim Cup karier Maguire menjadi sembilan kemenangan, tiga kekalahan, dan satu pertandingan yang berakhir imbang. Persentase kemenangan itu tercatat sebagai yang tertinggi pada pemain Eropa yang sudah memainkan lima pertandingan.
Memasuki Sabtu, delapan poin tambahan akan diperebutkan lewat format foursomes (alternate shot) dan fourballs. Setelah itu, Minggu akan menjadi hari penentuan dengan pertandingan tunggal yang melibatkan semua 12 pemain dari masing-masing tim.
Untuk merebut kembali trofi, Eropa membutuhkan 14½ poin. Sementara itu, Amerika Serikat harus mengumpulkan 14 poin untuk mempertahankan gelar.









